Bicara tentang masa SMA, masa SMA memang begitu indah dan tiada duanya, apalagi bicara soal cerita cinta anak SMA. Ngomong-ngomong soal SMA, ada banyak cerita di masa SMA yang sampai sekarang masih bisa aku ingat. Ada banyak hal terutama puisi-puisi saat SMA yang aku buat waktu SMA, waktu aku ngalamin cinta monyet. Setlah aku lihat-lihat dan pikir-pikir lagi aku jadi ketawa sendiri. Ini dia beberapa
Coba RasakanPuisi yang di atas adalah puisi waktu aku lagi kasmaran dengan salah satu cewe di kelasku. Ada lagi puisi yang lainnya dan mungkin aneh juga bagiku, kok bisa ya.
Ketika matahari bersinar terang,
Coba rasakan hangatnya.
Ketika bulan purnama,
Coba rasakan kesejukkannya.
Ketika hujan mulai turun,
Coba rasakan dinginnya.
Ketika pelangi membusur di awan,
Coba rasakan keceriannya.
Ketika kamu terjatuh,
Coba rasakan sakitnya.
Ketika kamu duduk di pohon rindang,
Coba rasakan teduhnya.
Ketika seseorang sedang bahagia,
Coba rasakan kebahagiaannya
Namun yang menjadi pertanyaanku,
Apakah bila seseorang mengagumimu,
Dapatkah kau merasakannya?
Bila seseorang memujamu,
Dapatkah kau merasakannya?
Bila seseorang sedang mengasihimu,
Dapatkah kau menikmatinya?
Dan….
Apakah jika aku orang yang mengasihimu,
Dapatkah kau menerimanya?
Dapatkah kau merasakannya?
Dapatkah kau melihatnya?
Aku tak minta kau melihatku,
Tapi,
Aku minta kau melihat cintaku.
Cinta suci yang belum kotor.
Cinta yang jernih.
Ia bagaikan mata air.
Turun dari hulu sungai,
Pergi menuju hilir,
Mati di lautan,
Dan,
Ia pergi ke awan
Supaya ia dapat dirasakan oleh setiap orang.
Jadi,
Coba kau rasakan nikmatnya cintaku,
Bukan nikmatnya diriku.
Tapi,
Rasakanlah cintaku.
Coba rasakan itu.
Hidup Belum Berakhir
Aku tidak mengerti akan ini
Aku tidak mengerti akan itu
Semuanya seperti misteri
Ia takkan mudah kupecahkan
Aku telah mencoba
Aku sudah memprediksi
Aku sudah mengatur
TAPI SEMUA GAGAL
Semua ini percuma
Aku bingung
Aku merasa
AKU INGIN MATI SEKARANG
Di kala aku gundah
Seorang sahabat mengulurkan tangannya
Dia bilang
Ayo kawan
Hidupmu belum berakhir
Permainanmu belum usai
Aku pun terhenyak
Aku sadar
Aku telah salah jalan
Hidup itu layaknya arcade game
Ketika kau gagal, itu belum berakhir
Kau bisa mengulangnya
The game isn't over yet
You can restart again
Kalau puisi yang satu ini aku bikin waktu teman dekatku tinggal kelas dengan maksud menghibur temanku karena ada dua orang sahabatku yang tinggal kelas dan salah satu diantaranya memang yang paling deket. Aku bayangkan kelas terasa sepi karena dia yang suka ngebanyol di kelas 1.
Lain lagi dengan puisi yang ini. Bacalah baik-baik
Baca dengan pelan-pe l a n....
Sengat matahari mulai munculAku tak ingat kenapa aku membuat puisi ini, tapi yang jelas dengan membuat puisi ini aku jadi dikenal sebagai pujangga oleh teman-teman sekelasku. Dan akibat julukan itulah kini aku hidup. Setelah itu inilah salah satu yang kubuat.
Di pagi ini aku merasa kedinginan
Padahal matahari sudah menembus jendela
Aku merasa hari ini adalah hari bencana yang lain
Jantungku berdetak lebih cepat dari genderang
Darahku terpompa begitu kuat
Seperti ingin keluar dari pembuluhnya
Suasana hati ini tidaklah tenang
Aku semakin ketakutan
Aku coba ke atas gunung
Mengatasi ketakutanku
Tiba-tiba gempa
Di menit awal biasa saja
Namun, semakin ku daki
Semakin hebat
Batu besar segera menimpaku
Gunung ini tidak bersahabat denganku
Ia ingin aku mati
Namun aku tak berhenti
Setelah beberapa saat, langit mendung
Turunlah hujan deras
Di sertai petir menggelegar
Membuat batu-batu berguling ke arahku
Jalanpun semakin licin
Tapi aku tidak mau berhenti
Setelah setengah jalan
Dan disertai badai
Keadaan mulai membaik
Ku tengok ke seberang
Pemandangan terbentang indah
Aku beristirahat
Tiba-tiba suasana mendingin
Hujan es turun
Aku coba berlindung
Aku daki lagi sambil berjalan zig-zag
Semakin ke atas
SEmakin sulit.
Ketika aku sampai puncak
Aku merasakan sebuah kemenangan
Aku melihat kawah
Aku langsung menceburkan diriku
Ternyata itu semua
Hanya mimpi....
Aku Ingin Pergi
Curilah dirikuInilah puisi yang paling benar-benar menggambarkan jiwaku karena waktu SMA dulu aku dijadikan seksi super sibuk. Ada acara kedinasan, aku diutus, ada acara ini, aku ambil bagian pokoknya hampir setiap acara aku ikut serta dijadikan seksi super sibuk, padahal aku bukan siapa-siapa, maksudku di OSIS pun aku hanya ketua bidang, tapi aku diperlakukan layaknya ketua umum saja. Hahahaha...lucu sekali hidupku waktu itu.
Cungkil bola mataku
Sayat daun telingaku
Bius sarafku
Keluarkan isi otakku
Rampas diriku
Mutilasi tubuhku
Tidurkan aku di rebusan minyak goreng
Rampas akalku
Cabut nyawaku
BUNUH AKU !
AKU INGIN MATI!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Aku bosan di sini
Aku resah di sini
Aku benci melihatnya
Kemiskinan, kecurangan
Kekejian, kedurjanaan
Kebodohan, Kesombongan
Ratap tangis, Kekejaman
Aku sudah muak
BUNUH AKU ...!!!!!!!
Ingin suatu kali aku terbang
Aku terbang tinggalkan semuanya
Pergi ke suatu tempat
Di mana hanya ada
Kebahagiaan, tawa
Sukacita, kekeluargaan
Kerjasama, kemanusiaan
Aku ingin ke sana
Aku ingin kedamaian
Aku ingin keadilan
Aku ingin ke sana
Hidup tenang
Good Morning Monsieur
Saat itu…Kalau puisi yang ini aku terinspirasi dari novel ketiganya Andrea Hirata, Edensor. Ada salah satu cerita yang membuatku terbayang-bayang terus sehingga aku membuat puisinya. Seakan- akan aku berada di sana.
Angin dingin menyergapku
Angin utara tidak bersahabat denganku
Tak banyak orang berlalu lalang
Dinginnya membuat membeku
Tak ada binatang malam yang keluar
Suasana di sana dingin
Sedingin suhunya
Aku terjebak
Aku tak dapat bergerak
Badanku yang gemetar
Berebuh menjadi beku
Gigiku yang bergetar
Berubah bergemelutuk
Saat kulihat termometer
MINUS 19 DERAJAT CELCIUS!
Aku pikir aku mati
Aku sudah tak merasakan apa-apa
Tiba-tiba kurasakan
Angin dingin menjadi sepoi-sepoi
Langit kemerah-merahan
Degup jantung kembali berdetak
Langit berangsur menguning
Suasana menjadi hangat
Lalu binatang kecil muncul
Seakan berkata padaku
Good morning monsieur!
Welcome to Europe Polar Prince!
Seperti itulah kira-kira cerita-cerita yang lewat puisi yang aku buat. Sebenarnya masih banyak lagi tapi agak terlalu banyak kalau ku ceritakan. Jadi cukup sekian dulu.