Newest Post

Celotehku Pada Keluargaku, GGBI

| Minggu, 15 Maret 2015
Baca selengkapnya »
Halo..halo...halo...
Kalau di sini, selamat malam semuaya. Kabarnya luar biasa aja kan? Eh, maksudnya luar biasa baikkan? Setelah melanglang buana menyelami lautan bebas yang membuatku tenggelam di dalamnya dan tak bisa keluar lagi karena aku begitu menikmati kedalaman dan keindahan lautan (#halah) kini aku kembali muncul ke permukaan untuk kembali menemui para penggemarku (#tsah) yang menungguku (#apaansih) untuk kembali mengungkapkan kedalaman (#sumurkalidalem) hatiku yang sedalam sumur katanya.

Malam ini aku mendapat semacam 'ilham' atau inspirasi bahasa kerennya untuk menulis dan ide tulisanku ini aku peroleh ketika aku belajar di sekolah minggu di gerejaku. Nah bagaimana hal itu bisa terjadi? Begini awalnya.

Jadi awalnya ketika Minggu pagi ini aku ikut ibadah (baca: kebaktian) di gerejaku, nah kebetulan aku bergereja (baca: berjemaat) di Gereja Baptis Indonesia (GBI) Maleber yang ada di Bandung. Tapi aku percaya bukan suatu kebetulan aku ada di sini. Nah, jadi tadi ceritanya ada presentasi soal Kongres X GGBI yang ada di Surabaya. Ya aku sendiri gak terlalu ngerti sih, cuman sekadar tahu aja begitu. Awalnya pagi itu pandanganku soal kongres itu ya biasa aja. Toh aku pun gak ngerti yang dibahas apa dan gak terlibat di dalamnya. Namun semua itu berubah ketika negera api menyerang,

Eeeh,...bukan deng, bukan negara api yang nyerang tapi begini yang sebenarnya. Nah kalau di gerejaku, ada namanya sekolah minggu untuk pemuda, pemudi dan profesi. Pokoknya sekolah minggu itu diperuntukkan untuk yang kuliah dan bekerja dan belum menikah. Jadwalnya itu hari Minggu yaitu hari ini dan jamnya adalah jam 18.00 atau 6 sore. Sekolah minggu ini sebetulnya selain utnuk pemuda, digunakan untuk guru-guru sekolah minggu juga, cuman yang berminat hanyalah anak-anak muda dan itu pun belum semuanya. Eeh balik ke inti cerita aja yuk.

Sekolah Minggu Pemuda di gerejaku kali ini sedang membahas tentang sebuah buku yang sangat bagus yaitu Purpose Driven Life karangan Pastor Rick Warren. Itu lho pastor yang dari Gereja Saddleback di Amerika sono. Nah kebetulan minggu ini aku dapat giliran untuk mempresentasikan Bab 16 dari buku itu. Nah tema besarnya adalah " Anda Dibentuk Untuk Keluarga Allah" sedangkan judul dari Bab 16 ini adalah "Hal Yang Paling Penting". Kalau kalian penasaran dengan hasil diskusinya ini aku ada linknya. Klik aja di sini tapi kalau penasaran dengan isi bukunya keseluruhan silahkan cari sendiri ya. Secara garis besar inti dari bab yang dibahas adalah kasih merupakan hal yang terpenting. Kasih harus ditunjukkan melalui tindakan.

Bahasan secara sekilasnya adalah, kita orang-orang percaya sudah masuk dalam keanggotaan sebuah keluarga dan nama keluarganya adalah keluarga Allah. Oleh sebab kita adalah keluarga, maka kita punya hak-hak dalam keluarga dan memiliki kewajiban serta tanggungjawab juga. Saya yakin bahwa setiap orang yang mengaku percaya Yesus dan dibaptiskan, entah itu dibaptis selam, percik, atau banjur, merupakan satu saudara dalam Kristus. Yesus Kristus adalah kakak sulung saya dan saya beserta orang-orang percaya lainnya adalah saudara iman saya. Secara umum, setiap orang percaya adalah saudara seiman saya, tetapi secara khusus saya punya keluarga 'kecil' saya yaitu GGBI. Itulah keluarga 'kecil' saya dan keluarga 'lokal' saya adalah BPD Jawa Barat, sedangkan keluarga 'inti' saya adalah GBI Maleber Bandung.

Sebagai anggota keluarga, kita harus dapat saling mengasihi. Itu sebabnya kasih adalah hal yang terpenting dan seharusnya menjadi hal yang diprioritaskan dalam hidup kita yang singkat ini, terutama untuk mengasihi saudara seiman kita, saudara dalam keluarga Kristen. Cara yang benar yang menunjukkan kita mengasihi adalah dengan adanya hubungan yang kita lakukan dengan anggota saudara seiman kita yang lain seperti entah itu menyapa, mengajak ngobrol, diskusi, atau melakukan suatu kegiatan bersama seperti halnya interaksi yang kita lakukan pada keluarga fisik kita, kita lakukan juga pada keluarga rohani kita. Nah kasih yang benar adalah kasih yang dilakukan, bukan yang dikatakan. Dan waktu yang benar untuk melakukan kasih itu adalah sekarang, bukan nanti atau besok karena kita tak tahu kalau besok masih hidup atau tidak.

Lalu sangkut pautnya dengan GGBI apa ya? Pasti ada yang berpikir seperti itu. Sebelumnya anggap aku anak kemarin sore aja ya yang tiba-tiba nongol dan berteriak "bapak mana, bapak mana, dimanaaaa...." (mirip siapa ya?). Sebagai anggota keluarga tentu kita pengen dong keluarga kita baik dan bahkan harus bertumbuh. Melihat hasil kongres yang dipaparkan dan penjabarannya serta diskusinya, saya melihat kalau sepertinya GGBI tidak ada yang berbeda. Lho kenapa aku bilang begitu? Kalau boleh saya bilang, coba lihat pengurusnya deh. Apakah ada anak-anak muda yang ikut ambil bagian di sana? Atau pada kongres kemarin apakah ada generasi penerus yang ikut ambil bagian di sana dalam kongres? Aku merasa tidak ada sepertinya. Nah kalau aku lihat sekilas sepertinya dalam kepengurusannya tidak ada regenerasi deh soalnya gak ada pemuda yang ikut ambil bagian di sana. Aku sih memang tidak mengenalnya dan bahkan bapak-bapakku yang ikut kongres pun tidak terlalu mengenal mereka semua. Yang aku kenal atau tepatnya aku tahu paling-paling Pdt Timotius Kabul. Itu pun hanya beberapa kali aku tahu karena aku ikut KKMBi dan KKNPBI beberapa waktu lalu.

Selain masalah itu, aku pun sebetulnya agak bingung dengan STTB Bandung? Ada apa dengan sekolah teologia ini? Kenapa aku bisa bilang begitu? Karena aku dengar katanya mau di merger jadi tidak ada STT Baptis lagi di Bandung dan sebagai akibatnya teman-temanku yang kuliah di sana yang melakukan pelayanan di gerejaku jadi pulang kampung semua seperti Cia, Lily dan David. Untuk Cia, aku tahu dia kembali sekolah di STT yang ada di Manado, cuman kabar dari Lily maupun David aku kurang tahu. Selain itu juga aku kasihan ama mereka bertiga, karena mereka kan perantau, jauh-jauh ke Bandung, untuk dipersiapkan sebagai hamba Tuhan, entah guru atau pendeta, tapi belum beres sudah harus pergi dengan ilmu yang belum banyak mereka nikmati. Ada apa ini dengan GGBI?

Bapak dan ibu yang kini ada di GGBI, tolong jawablah pertanyaanku. Mengapa seperti ini? Ingatlah bapak dan ibu yang mengurus GGBI, kalau boleh lihatlah, ada banyak anggota GGBI, maksudku banyak pemuda di seluruh Indonesia yang masuk ke keluarga inti GBI mereka masing-masing dan banyak daerah. Tapi kenapa yang mengurus GGBI sepertinya hanya orang tertentu saja dan orang yang sama? Ya memang aku ini gak punya pengetahuan, tapi sikap kritisku menunyuruhku mempertanyakannya dan bahkan seperti ada dorongan juga dari Tuhan untuk menulis ini. Bapak, ibu di GGBI, lihat kami pemudamu. Diantara kami umurnya ada yang 17 tahun sampai 22 tahun. Lima tahun lagi kami semua akan berumur 22 tahun sampai 27 tahun. Waktu akan berjalan terus dan bapak, ibu akan menua, sama seperti kami juga akan menua. Jika bapak, dan ibu GGBI tidak memerhatikan kami dan tidak peduli dengan kami serta tidak memberi kami kesempatan, sepertinya nasib dari GGBI tidak akan membaik dan malah menurun. Siapakah yang selanjutnya akan mengisi kursi yang bapak dan ibu duduki sekarang ini?

Kalau sekarang bapak dan ibu dari GGBI menganggap aku lancang, silahkan nilai aku seperti itu, tapi sebagai anggota keluarga, atas dasar dorongan kasih maka aku berbicara seperti ini. Kalau tidak punya kasih dan tidak terbeban, mungkin aku hanya akan diam-diam saja dan mengatakan semuanya baik-baik saja padahal ada masalah di sana. Mungkin aku tidak tahu dengan pasti apa masalahnya seperti apa, tapi kalau bapak dan ibu mau memakai kami, anak-anak muda yang telah Tuhan anugerahkan pada GGBI, pasti kami mau membantu menyelesaikannya karena kami adalah anggota keluarga GGBI. Mungkin bapak dan ibu GGBI berpikir kami belum berpengalaman. Oleh sebab itu berilah kami pengalaman itu dengan cara memberikan kaim kesempatan untuk terjun.

Ucapanku selanjutnya adalah untuk saudara-saudaraku yang ada di GGBI. Halo saudara-saudaraku yang seumuran, apakah kalian tahu masalah yang terjadi di Kongres X GGBI? Bagaimana caranya kalian bisa bilang kalian keluarga GGBI tapi masalah di GGBI pun kalian tak tahu. Jangan bilang kalian mengasihi GGBI kalau kalian tidak melakukan apapun untuk GGBI. Kemanakah kalian selama ini? Aku sebetulnya rindu banget kita bisa lakukan suatu persekutuan bareng. Ya mungkin gak se Indonesia juga, tapi ya setidaknya adalah beberapa kali dalam 3 bulan untuk tiap region saling bersekutu bersama biar kita bisa saling mengenal. Kan ada pepatah tak kenal maka tak sayang. Ayo saudara-saudaraku seiman, tunjukkan dong kalau kalian mengasihi saudara seiman kalian apalagi mengasihi keluarga GGBI.

Nah begitu aja sih yang aku mau omongin. Sebetulnya ini lebih seperti unek-unek aja ya, tapi ya lebih baik aku jujur daripada aku berdiam diri membisu karena awal dari perubahan adalah keterbukaan. Semoga bapak, ibu dan saudara-saudaraku di GGBI bisa memahami maksudku menulis celotehanku ini. Dan tak lupa juga untuk keluarga intiku, GBI Maleber yang mengajarkanku untuk berpikir kritis. Terima kasih buat didikannya. Disitulah aku merasa kalian mengasihiku dan aku mau mengasihi keluarga kritisku ini. Selamat malam dan terima kasih


dari anak yang suka berceloteh ngawur

Celotehku Pada Keluargaku, GGBI

Posted by : Unknown
Date :Minggu, 15 Maret 2015
With 0komentar

Catatan di Akhir Februari

| Sabtu, 28 Februari 2015
Baca selengkapnya »
Halo semuanya! Gimana kabarnya? Baik semuanya kan? Pasti udah kangen deh karena selama sebulan ini aku belum meluncurkan (mobil kali diluncurin) satu buah karya tanganku. Aku sebetulnya sudah lama ingin menulis lagi kalau bukan karena tugas proyek yang menyita banyak waktuku, mungkin udah dari kemarin aku menuliskannya. Tapi dari kemarin aku mencoba mengira kapan kira-kira tanggal yang tepat untuk menerbitkan tulisan ini dan pilihannya jatuh pada tanggal 28 Februari 2015, tanggal paling bontot di bulan ini.

Tulisanku ini sebetulnya lebih seperti sebuah cerita, atau sebuah karangan dengan berbagai tema karena aku mau menceritakan kisah-kisah yang sampai saat ini masih aku ingat selama bulan Februari ini yang kata orang sih bulan penuh cinta. Hemm...aku sendiri gak tahu kenapa dibilang begitu apakah ada sangkut pautnya sama hari Valentine? Ya bisa jadi. Tapi kali ini aku gak akan bahas soal Valentine seperti sejarahnya atau asal-usulnya. Kalau kalian netizen sejati (baca: penduduk internet) kalian pasti tahu dong kisruh soal Valentine sampai ada acara larang-laranganlah, haram-haramanlah dan sebagainya dan seterusnya. Tapi aku gak ambil pusing toh, untuk mengungkapkan rasa sayang gak musti di hari Valentine, tapi setiap hari bisa. Cuman mungkin karena ada kisah spesial makanya diadain tuh harinya. Beruntungnya adalah Hari Valentine gak dijadiin hari libur nasional. Kalau sampai dijadiin hari libut nasional, pasti yang demo nolak Hari Valentine pada mikir nanti gak ada lagi hari liburnya. Wkwkwkwk :P (kidding mode : on)

Bicara soal Bulan Valentine, bulan ini begitu berkesan buatku. Kenapa aku bisa bilang begitu? Karena di bulan ini aku kembali meneguhkan cintaku dengan Lusi. Iya Lusi. Cewe hitam manis yang saking manisnya disemutin mulu. Hahahaha..... Disitu juga aku belajar bahwa komunikasi itu penting apalagi buat aku yang menjalani hubungan LDR-an. Sedikit miskom aja masalah bisa panjang. Yang namanya menjalin suatu hubungan, pasti ada masa romantisnya, ada saatnya kecewa, bahagia, patah hati, gembira, sukacita, speechless, dan lainnya itu sebagai satu paket dalam hubungan. Jadi kalau memang sudah memilih untuk melakukan hubungan yang lebih serius ya musti dipikirin dulu ya kawan-kawan. Jangan sampai menyesal.

Selain tentang itu, di bulan Februari ini, tepatnya minggu lalu, aku baru kali ini merasakan berkemah di pantai. Wuih, kebayang gak malem-malem di pinggir pantai, tidur di dalam tenda. Suasana hening dan yang terdengar hanyalah suara gulungan ombak yang saling susul menyusul menyentuh bibir pantai, ditambah pemandangan langit malam yang bersinar karena bintang-bintang sambil ditemani hangatnya api unggun. Enak ya rasanya damai adem gitu. Cuman kondisinya waktu kemarin aku kemah langit hitam gelap karena mendung dan api unggun cuman sebentar nyalanya. Tapi itu menjadi kenangan terindah yang tak pernah aku lupakan. Namun yang aku sayangkan memang aku menikmatinya seorang diri karena aku lagi LDR-an. Tapi setidaknya kami sedang memandang langit yang sama dan mendengar suara ombak yang sama.

Nah itulah beberapa catatanku di bulan Februari ini, dan aku mau minta maaf ya buat teman-temanku yang sudah menunggu tulisanku. Nah kali ini aku persembahkan tulisan ini untuk kalian yang selalu menginspirasiku, para pembaca setiaku. Sampai jumpa di bulan Maret.

Catatan di Akhir Februari

Posted by : Unknown
Date :Sabtu, 28 Februari 2015
With 0komentar
Tag :

Perjalanan Bersama Teman

| Sabtu, 17 Januari 2015
Baca selengkapnya »
Akhir-akhir ini saya sedang dilanda kegalauan yang masif. Untuk memungkas semuanya saya berjalan keluar mencari suatu pemandangan. Apapun itu asalkan dapat mengalihkan perhatian saya. Tak berhasil menemukan pemandangan yang dirasa dapat mengalihkan ataupun menyalurkan semua yang saya rasakan, saya beralih kembali ke dunia maya, tempat biasanya saya 'nangkring' atau sekedar 'minum kopi' atau berbual-bual di sosial media.

Saya mengetikkan sembarang kata saja di search engine dan kata yang saya tuliskan pertama kali adalah 'trotoar'. Kebetulan saya memilih utnuk mencari gambar dan berjubel gambar trotoar atau pinggiran jalan. Tak tahu mengapa pilihan saya jatuh pada sebuah gambar di samping ini. Sebetulnya kalau diperhatikan tidak ada yang menarik dengan gambar trotoar ini. Desainnya sudah umum. Selain itu tidak ada keramaian orang yang sedang berlalu-lalang di atasnya.

Melihat gambar trotoar itu pikiranku mulai melayang dan berkhayal di alam pikiranku sendiri. Gambar itu mengingatkanku pada sebuah perjalanan pertemananku dengan beberapa temanku. Aku dan beberapa temanku itu begitu klop bahkan dalam beberapa hal kami memiliki kesamaan. Kami selalu menghabiskan waktu hampir bersamaan dengan cara sekedar ngopi, ngemil maupun makan. Saking akrabnya karena segala-galanya hampir dilakukan bareng-bareng (kecuali bertapa di toilet), kami sempat bikin kelompok gitu.

Tapi bagai petir di siang bolong, dan memang tadi siang langitnya bolong karena petir beneran nyambar dan ada awan hujan. Ibaratnya ketika menghadapi sebuah persimpangan, rakitmu terbelah menjadi dua. Jadi tadi siang sebetulnya sudah direncanakan akan main tapi aku sedang ada dalam masalah yaitu uang. Kayaknya ini tanggal tua aku deh kali ya. Nah teman-temanku ngajak main. Tapi apa mau dikata keuangan lagi seret nih dan lagian mainnya cukup jauh juga jadi aku memutuskan untuk gak ikut. Namun apa dikata tiba-tiba temanku marah dan bete berat. Ini nih maksudku petir di siang bolong.

Aku gak tahu sampai kapan kondisi seperti ini akan terus bertahan padahal aku merasa ini adalah hal yang kecil. Namun aku belajar satu hal dan sebenarnya bukankah begitu dalam hidup? Kita pasti akan mengalami yang namanya gesekan-gesekan kecil ketika kita bersosialisasi dengan yang lain. Namun bukan berarti setiap gesekan itu adalah penghalang kita dengan teman kita, namun sebagai salah satu pembentuk karakter kita.

Pertemanan bukanlah pertemanan jika hal itu terjadi berdasarkan perjanjian, bukan karena ketulusan

Perjalanan Bersama Teman

Posted by : Unknown
Date :Sabtu, 17 Januari 2015
With 0komentar
Tag :

Hening

| Senin, 12 Januari 2015
Baca selengkapnya »
tik           tok          tik            tok
       tik            tok          tik
tok          tik           tok           tik
       tok           tik           tok
tik           tok          tik            tok
       tik            tok          tik
tok          tik           tok           tik
       tok           tik           tok
tik           tok          tik            tok
       tik            tok          tik
tok          tik           tok           tik
       tok           tik           tok
tik           tok          tik            tok
       tik            tok          tik
tok          tik           tok           tik
       tok           tik           tok
tik           tok          tik            tok

tik           tik                   tik                                    tik
     
             tik                      tik                        tik

          tik                              tik                             tik

tik                          tik                              tik

                      tik

 tik
     
                                                 tik









- seketika kala energinya habis
- yang tersisa hanyalah

ke - he - ni -ngan

Hening

Posted by : Unknown
Date :Senin, 12 Januari 2015
With 0komentar

Sepucuk Surat dari Pulau Harapan

| Kamis, 08 Januari 2015
Baca selengkapnya »
Sore itu ketika aku sedang menikmati secangkir teh dan sebuah cupcake di atas balkon dengan pemandangan langit sore yang indah, bel pintu rumah susunku berbunyi. Dengan sedikit enggan untuk meninggalkan kursi malasku dan pemandangan senja ketika mentari sedang turun perlahan dibalik laut, aku berjalan membuka pintu kamarku. Ketika aku membuka pintu itu, terdapat seorang kurir surat dan dia membawakanku sebuah amplop. Setelah amplop itu ditanganku, aku lalu menutup pintu itu. Aku berpikir sepertinya amplop ini berisi surat biasa atau sekadar surat kosong saja sebab tak kutemukan nama pengirimnya. Kemudian aku kembali menuju kursi malasku dan aku tinggalkan amplop itu di meja kerjaku dan kembali melanjutkan menikmati pemandangan sore itu.

Setelah mentari tenggelam dan keadaan langit mulai menggelap, aku memutuskan untuk mandi. Kemudian aku masuk ke kamar mandi. Ketika aku mau masuk ke kamar mandi, perhatianku teralihkan dengan amplop tadi sore. Sebetulnya aku penasaran isinya seperti apa dan pengirimnya dari siapa. Sejenak aku beranjak ke meja kerjaku dan kuperhatikan amplop itu. Aku coba merabanya tak ada tanda apapun, lalu aku coba menerawangnya. Ketika aku menerawang, aku menemukan ada gambar emoticon smiling face. Secara tiba-tiba pikiranku mulai bergulir ke belakang mencoba mengingat-ingat dimana aku pernah menemukan simbol seperti itu. Karena penasaran, aku kemudian mencoba membuka membuka tutup amplopnya dan kemudian aku melihat ada sebuah saputangan. Aku coba bentangkan saputangan itu dan aku melihat simbol itu. Smiling face. Tak salah lagi, itu pasti milik dia begitu pikirku.

Kemudian di dalamnya masih terdapat surat. Lalu aku mengambil surat itu dan ketika aku buka lipatan surat itu, aku melihat sebuah ilustrasi. Di ilustrasi itu terhampar lautan yang berwarna biru lalu bergradasi menjadi kuning kejinggaan akibat pantulan cahaya mentari senja yang sedang terbenam. Lautan itu luas dan terdapat ombak-ombak yang bergulung. Gulungan ombak itu menghempas batu karang yang kokoh tempat dimana kepiting dan kerang berada. Di atas batu karang itu terdapat dua buah kursi dan sebuah kanvas. Tampak di dalam kanvas itu terdapat juga lukisan tentang pemandangan pantai di sore hari. Ilustrasi itu sungguh begitu hidup bagiku karena aku begitu mengenali bentuk dan bangun dari batu karang itu. Selain itu terdapat pohon-pohon kelapa yang melambai ditiup angin dan gambarannya seperti tepat apa yang aku ingat dan aku kenang selama ini.

Lalu aku melihat di bagian bawah ilustrasi itu terdapat tulisan seperti ini.
Langit bertemu dengan lautan. Lautan menimbulkan gelombang. Gelombang menghempaskan dirinya di bibir batu karang. Batu karang membiarkan dirinya tergenang air laut. Namun kali ini langit seperti membawa sebuah pesan. Pesan itu lalu disampaikan kepada lautan. Kemudian setelah lautan tahu bahwa ini pesan penting, ia membuat gelombang yang lebih besar sehingga dapat melampaui batu karang dan menyampaikan pesan itu pada seorang pria di seberang pulau sana. 
Ingin sekali rasanya aku datang mengunjungimu dan melihatmu. Kau ingat kataku tentang langit biru dan lautan luas, sekalipun mereka terpisah jauh, namun di ujung horizon sana mereka bersatu. Mereka bertemu. Sekarang jika kau sudi, lihatlah ke ujung horizon tempat dimana lautan langit biru bertemu
Setelah aku membaca isi dari surat itu, kini aku tahu siapa yang mengirimkannya. Tanpa kupikir panjang lagi, aku lalu segera berlari menuju balkon kamarku. Ketika aku keluar dan menuju ke balkon, yang aku lihat hanyalah deburan ombak di pinggir pantai. Aku merasa kecewa sebetulnya. Ketika aku memutar punggungku dengan maksud kembali ke dalam, aku melihat sebuah siluet. Siluet itu begitu nyata di depanku. Aku merasa ini seperti mimpi. Siluet itu sedang berdiri di balkon tepat sebelah kamarku. Siluet itu seperti sedang melihat kepadaku. Lalu aku mencoba meyakinkan diriku. Aku pun melihat ke arah siluet itu. Siluet itu memang sedang benar-benar memperhatikanku. Dia menyandarkan kedua siku tangannya di pagar balkonnya dan salah satu tangannya menjadi tempat dagunya bertopang. Senyuman itu jelas sekali antara tersenyum lucu melihat raut mukaku yang kaget dan aku membuka mulutku. Sorot mata kecoklatannya jelas-jelas melihat ke arah kedua mataku juga. Rambut hitam kemerahan dan lesung pipinya kini semakin membuatku jelas.

" Tidakkah ini begitu indah kawan? Melihat seorang yang sudah lama kau ingin lihat. " ucap Gadis
" Se...sejak kapan kamu berada di sana? " tanyaku
" Sejak dua hari yang lalu. Tidak terkejutkah kamu? " ucap Gadis lagi sembari tersenyum simpul

Entah aku sendiri tak mengerti apa yang terjadi tapi kejadian ini begitu menyenangkan bagiku karena aku bisa bertemu lagi dengannya.

" Kawan, lihatlah bintang-bintang di langit sana. Mereka mengajak kita untuk berjalan. Maukah kau keluar bersantai sekarang? "

Aku hanya mengangguk dan kemudian sambil merapikan bajuku dan rambutku aku menunggu dia keluar dari kamarnya dan saatnya bagi kami untuk menikmati malam di pinggir pantai sambil melepas rindu.
 

Sepucuk Surat dari Pulau Harapan

Posted by : Unknown
Date :Kamis, 08 Januari 2015
With 0komentar

Yusuf dan Maria

| Selasa, 30 Desember 2014
Baca selengkapnya »
Halo teman-teman semua! Berhubung hari ini masih berhubungan dengan masa Natal, aku akan melakukan apa yang pernah aku janjikan ditulisanku sebelumnya yaitu aku akan menuliskan makna Natal yang aku peroleh selama aku mengikuti ibadah dan perayaan Natal di beberapa tempat. Kalau kalian lihat gambar di samping, kalian pasti setidaknya teringat dengan cerita Natal waktu kalian kecil. Kalian pasti mengenali kedua tokoh di gambar tersebut. Siapa lagi kalau bukan Yusuf dan Maria, keturunan dari Daud. Kedua tokoh ini memberiku makna yang baru tentang Natal tahun ini. Kalian mau tahu makna Natal seperti apa yang aku peroleh untuk Tahun ini? Nah sebelum aku menjelaskan, sebaiknya siapkan mata dan hati kalian ya dan siapkan juga cemilan kalau misalnya kalian laper. Hehehehe....

Sebenarnya kisah antara Yusuf dan Maria dituliskan oleh dua orang yang benar-benar berbeda. Kisah Yusuf ditulis oleh Matius, sedangkan kisah Maria ditulis oleh Lukas. Kok bisa sih? Nah ini yang membuatku heran dan bertanya-tanya. Kenapa gak ditulis oleh satu penulis aja dan kenapa tulisan tentang mereka hanya di dua kitab saja ya? Bagi yang udah bolak-balik baca Bible mungkin ada yang bertanya-tanya juga atau mungkin belum menyadari hal ini. Satu hal yang aku pahami mengapa kedua tokoh kunci ini ditulis pada kitab yang terpisah kemungkinan adalah untuk menunjukkan dengan jelas siapa diri mereka masing-masing sebelum dipergunakan sebagai alat untuk kemuliaan Tuhan.

Berdasarkan silsilah, Yusuf berasal dari keturunan Salomo, anak Daud. Sedangkan Maria berasal dari keturunan Natan, anak Daud. Berdasarkan nubuatan para nabi, dari taruk Isai (Daud) akan datang seorang juruselamat dan jika dirunut maka Yesus merupakan keturunan dari Daud. Pada kitab yang ditulis Matius diceritakan bahwa Yusuf adalah tunangan dari Maria dan dia seorang yang tulus hati. Ketika itu, dia mengetahui kalau tunangannya, yaitu Maria, hamil. Nah coba bayangkan jika kalian ya para cowo, udah tunangan ama seorang cewe, terus terima kabar kalau pasangan kalian hamil di luar nikah. Padahal kalian sendiri aja belum pernah lakuin itu. Nah dalam kondisi ini, Yusuf bermaksud menceraikannya. Kalau dalam tradisi Yahudi, jika ada seorang perempuan yang hamil ketika masih sebagai tunangan, laki-laki itu dapat membawa bakal istrinya ke imam-imam lalu bakal istrinya kasih dihukum cambuk. Tapi karena Yusuf seorang yang tulus hati, dia mau diam-diam aja cerainya biar gak dihukum Marianya. Nah dari cerita ini kita bisa lihat bahwa Yusuf memiliki kasih yang besar pada tunangannya yaitu tidak ingin menyakiti tunangannya.

Di cerita selanjutnya setelah Yusuf tahu kalau Maria mengandung dari Roh Kudus, dia lalu menikah dengannya agar Maria tidak dianggap cemar dan dia menahan diri untuk tidak melakukan hubungan pasangan suami istri sampai bayi Yesus itu lahir.

Nah kalau bicara tentang Maria, dikatakan bahwa Maria adalah seorang gadis, statusnya masih nona dan bertunangan dengan Yusuf. Ketika diberitahukan bahwa dia akan hamil, dia awalnya takut dan bingung serta tidak percaya sebab dia belum bersuami dan selain itu mengingat adat orang Yahudi pada masa itu jika ada perempuan yang hamil di luar nikah pasti akan dihukum. Tapi setelah mendengar penjelasan dari Malaikat Gabriel, ia percaya dan menyatakan kalau dia siap. Siap menjadi pelayan Tuhan dan siap menerima setiap akibat buruk yang akan terjadi.

Nah dari kedua tokoh tersebut ada tiga hal yang bisa ditarik tentang makna Natal. Yaitu kasih, pengorbanan, dan pengendalian diri. Tentang kasih, bisa dilihat bahwa Yusuf begitu mengasihi Maria sehingga dia ketika tahu kalau Maria hamil, dia berniat menceraikan Maria diam-diam supaya tidak dihukumnya Maria itu, tapi setelah mendapat penjelasan dari malaikat, dia lalu segera menikah dengan Maria agar tidak dianggap berzina dan anak yang dikandungnya tidak dianggap cemar. Tentang pengorbanan, bisa dilihat Maria telah berkorban untuk menjalankan misi penyelamatan itu. Dia tahu dan telah menimbang apa yang akan terjadi pada dirinya ketika dia menerima tugas itu dari malaikat. Dia tidak mementingkan dirinya sendiri, sehingga dia bisa berkenan kepada Tuhan. Tentang pengendalian diri, Yusuf dapat menahan dirinya untuk tidak melakukan hubungan badan dengan Maria sekalipun Maria sudah menjadi istrinya yang sah. Dia menahan diri dan ikut membantu dalam mengemban misi penyelamatan dari Tuhan.

Itulah tiga makna Natal yang mungkin, gak banyak orang yang tahu tapi tertulis dengan jelas kalau itulah sebetulnya makna Natal yang tertulis. Yap sampai disini dulu ya tulisanku. Selamat Natal semua

Yusuf dan Maria

Posted by : Unknown
Date :Selasa, 30 Desember 2014
With 0komentar

Selamat Hari Natal

| Jumat, 26 Desember 2014
Baca selengkapnya »
Hohohohohoho........
Hohohohohoho........
Hohohohohoho.......
Ohook...ohook...ohook......
(batuk maksudnya)

Wah gak kerasa ya teman-teman, sekarang sudah hari Natal. Ya, hari ini, hari Kamis tepat tanggal 25 Desember 2014 adalah hari Natal. Wuih....semua pasti senang terutama anak-anak kecil. Mereka pasti menunggu hadiah deh di hari Natal. Wah jadi inget dulu waktu kecil (emang sekarang gak kecil?) suka banget setiap datang Natal, suka minta ini itu ke mama papa aku. Sungguh kenangan yang indah.

Ngomong soal kenangan yang indah, dan berhubung sekarang lagi momen Natal, kali ini gak bakal bahas abis seputar Natal, tapi pada tulisan aku kali ini aku cuman mau mengucapkan selamat hari Natal untuk teman-temanku semua. Untuk setiap teman-temanku yang pernah ya setidaknya 'mampir' dalam kehidupan aku yang panjang ini. Siapa aja sih? Mungkinkah kalian salah satu di antaranya?

Yang pertama, aku mau ucapin selamat hari Natal untuk orang yang kini ada di hatiku dan itu artinya sudah dua kali merayakan Natal bersamaku. Siapa lagi kalau bukan kekasih hatiku, Lusiana Lumban Tobing. Seorang wanita yang kini mengisi hari-hariku dan selalu aku jadikan semangat buatku dalam mengerjakan tugas akhirku alias TA. Bantu doanya ya my dear.


Selanjutnya untuk Nicholatama Putra, eh bentar ada yang kelupaan, yaitu Yohanes Nicholatama Putra. Temen dari zaman aku gak bisa ngomong papa-mama sampai ke zaman aku ngomong virtual reality, Odin, Osiris, Rock'a flame, C#, dan bahasa-bahasa lainnya. Dari yang awalnya nangis-nangis minta kado, sampai ke nangis-nangis liat kenyataan pahit. Selamat hari Natal brother! Fotonya ini ajalah ya.



Terus selanjutnya ini nih teman yang kini sedang berjuang di 'negeri antah-berantah' (halah) yaitu Reza. Um Reza Rizkia. Temen zaman dulu juga, dan kini lagi menempuh pendidikan di Semarang sana. Kalau pengen tahu siapa Reza ini, aku pernah bikin cerita tentang dia. Ohya sekadar FYI aja, dia orang yang pertama kali aku bikin ceritanya dan dimuat di majalah. Hahhahay. Ini linknya cerita tentang Reza. Merry Christmas Reza!


Kemudian ucapan salam yang hangat untuk teman-teman gerejaku. Aku sebutin aja ya satu persatu, dimulai dari yang paling senior nih ya, Mas Agie, lalu Cici Tia, Cici Susi, Ko Rizky, Mas Ronal, Ko Afan, Ka Hendra, Ci Kezia, Ci Diana, Mas Andre. Selanjutnya buat yang rada senior nih ada Bayu, Deni, Lely, Melda. Terus yang rata-rata umurnya ada Petra, Lena, Bagas, Chandra, Kris, Kevin, Septi, Sisil, Bentry, Ivana, Lili, Cia dan David. Terus yang lebih mudanya lagi seperti Yohanes, Dian, Mia, Lista, Riri, Novi, Kristiandi, Mila, Chikita dan lain-lainnya deh ya. Bisa habis nih spacenya cuman buat nyebutin nama orang doang. Selamat Natal ya semuanya. Maaf fotonya gak mewakili semuanya. Hehehe....


Selanjutnya untuk sobatku yang sudah lama gak ada kabarnya lagi. Bagiamana kabarmu Frans? Sudah lama ya gak ada kabarnya. Terus halo Fero gimana kabarnya? Lalu ini lagi Yogi. Apa kabar Yogi? Terus ada lagi Putri, Farida, Juwita dan Natanael yang aku gak tahu lagi kabarnya. Terus yang lain lagi. Halo Ferdian! Kayaknya banyak juga ya. Ohya Ka Echa juga yang dulu pernah ikutan ke Taman Bunga. Buat semuanya deh aku mau ngasih salam hangat dari aku dan selamat hari Natal ya buat kalian semua teman-teman yang jauh di sana.



Terus selanjutnya ucapan selamat hari Natal juga buat teman-teman dulu persekutuan di Cimahi nih. Ada Kak May, Kak Novi, Winda, terus Yaner, Brian, Gerry, Pirhot, dan aku yakin masih banyak lagi. Dulu sih sempat rame-ramean, diajak pelayanan juga buat ke anak-anak jalanan. Ohya di sini aku ketemu Mutiara lagi. Halo juga Muti. Nah aku mau ucapin selamat hati Natal ya temen-temen Generation on The Move. Move on, move on, move on. Move on, move on, move on. Yiiiiiiii..............haaaaaaaaaaa........ Begitu ya yel-yelnya ya atau beda? Ohya Ka pesan aku, kapan aku di ajak lagi buat persekutuan bareng lagi. Kangen nih persekutuannya dan juga teman-temannya.

Selain itu aku juga mau menyapa teman-teman terbaikku di SMA, siapa lagi kalau bukan Ivan temen deketku. Selama tiga tahun lho bareng mulu. Terus Aldo yang gendut yang sekarang kuliahnya lagi di institut yang sama juga. Terus hai Karinska, cewek yang pernah aku taksir selama kelas 2 IPA. Gimana gak naksir coba soalnya ketemu terus. Terus hai Kristy, my partner in crime. Terus Anthony Bobby yang banyak ngebanyol dan juga pernah bikin master piece juga. Terus yang lainnya ada Isabela yang juga satu institut, terus Itienez, Arvi Uud, Esther S, yang juga satu kampus nih. Terus buat temanku yang lain yaitu Hana, Tephi, si kembar Ferry, Gerry, Glen, Evans, Shianne, Yoseph, Teddy G, Teddy S, Ryan, Willy, Grace, Ester, Winda, Zefanya, Agatha, Arnold, Alex, dan ini dia Triple Andri, Andri, Andri N, dan Andry S. Banyaknya ya. Ya pokoknya Selamat Hari Natal teman-teman perjuangan SMA

Ya mungkin gak semuanya kesebut kali ya satu persatu, tapi aku tidak lupa kok dalam doa. Aku doakan kalian semua kiranya jika yang jauh kita bisa bertemu dan kembali bisa berkomunikasi. Yang saat ini sedang berjuang bersama, ayo kita berjuang bersama. Jangan melewatkan hari ini dengan segera.

Akhir kata. Merry Christmas !


Selamat Hari Natal

Posted by : Unknown
Date :Jumat, 26 Desember 2014
With 0komentar

Christmas is Coming (again?)

| Selasa, 23 Desember 2014
Baca selengkapnya »
Weleh-weleh.....ckckckckck..................ya ampun...........................astagaaaaaaaa........................

Sudah berapa hari ini gak main ke mall lagi? Udah dua abad ya (halah)? Tak terasa sudah mau Natalan lagi ya rupanya. Dan aku baru sadar ketika seminggu yang lalu rencana ke mall mau beli buku eh ada pernak-pernik Natal. Rupanya sudah masuk bulan Desember toh. Apa ada yang masih gak nyadar kayak aku kalau sekarang ini udah bulan Desember dan sudah mendekati perayaan Natal? Kayaknya cuman aku doang deh ya yang paling aneh.

Ya siapapun akan merasa senang ketika memasuki bulan Desember. Ya iyalah gimana gak senang? Buat yang pelajar atau mahasiswa ya dapat libur walau terkadang cuman sebentar tapi cukuplah untuk hibernasi (baca: tidur sepuasnya atau main sepuasnya). Demikian juga buat orang-orang yang bekerja sebagai karyawan. Selain itu bagi yang udah kerja bisa dapat uang tunjangan hari raya yang nilainya cukup besar jadi bisa buat belanja deh. Terus buat yang kerja di mall, bisa dapat penghasilan tambahan lantaran banyak yang berkunjung ke mall dan bisa dapat uang lebih banyak dan terkadang dari service tambahan, bisa nambah-nambah juga. Pokoknya semua orang senang deh karena di bulan Desember bertaburan uang seperti badai salju di negara-negara yang memang sedang memasuki musim salju. Tapi terkadang aku suka berpikir. Mungkin aku bisa bilang ini 'iseng' tapi kok ya ke-'iseng'-an terulang terus-menerus ya? Malah seperti habbit tersendiri bagiku setiap kali Natal, atau bulan Desember telah mendekat atau kalau sekarang sih sebutannya udah dateng.

Aku suka bertanya-tanya dalam hatiku (cieee yang punya hati) apakah ini maksud dari kata-kata 'sukacita Natal' tersebut? Soalnya setiap kali Natal, ketika aku berjalan atau berkendara di jalan raya, yang mengemis masih saja mengemis, yang mengamen masih saja mengamen, yang hidup menggelandang, masih saja seperti itu bahkan yang hidupnya tinggal di kolong jembatan, dikejar-kejar tantib ya sama aja. Gak ada bedanya dengan bulan-bulan lainnya. Bahkan aku suka melihat di tahun-tahun sebelumnya ya mereka sama aja. Masih mengemis, masih mengamen, menggelandang, masih hidup di tem.pat yang menurutku kurang layak, masih dikejar-kejar tantib dan kisah-kisah lain yang seharusnya ketika Natal tiba, mereka juga bisa merasakan 'sukacita Natal' itu.

Belakangan ini muncul lagi semacam, ya kalau orang sebelah bilang itu fatwa atau apalah, whatever. Mereka sibuk ngurusin apakah halal atau haram ketika orang lain mengucapkan 'selamat Natal', atau 'merry Christmas' atau ucapan-ucapan yang berbau Natal dari yang tidak merayakan kepada yang merayakan. Kalau aku bilang ini tuh masalah jadul banget. Outschool man! Kok sempet-sempetnya sih ya mikirin hal yang sebetulnya itu remeh banget bahkan gak sepenting seperti masalah yang aku lihat di atas sebelumnya. Kerjaan kok mikirin halal-haram aja sih? It's OK kalau kita ini sebagai bangsa Indonesia itu berbeda. Gak ada yang sama. Aku pernah muterin lagunya Project Pop judulnya "Beda Sama Kamu" (bisa diklik nih linknya ya). Ya memang kita berbeda trus so what gitu lho kalo beda? Toh kita minum air yang sama, makanan yang sama, merasakan udara yang sama, tinggal di negara yang sama. Terus kenapa? Kenapa kita malah mencari perbedaan? Kenapa gak mencari kesamaan gitu lho?

Sebetulnya selama beberapa hari ini aku udah ikut beberapa kegiatan perayaan dan ibadah Natal. Memang belum semua sih tapi nanti kalau udah semua aku bakal cerita deh. Karena sampai sekarang juga aku belum menemukan makna Natal untuk tahun ini. Aku selalu penasaran setiap kali Natal tiba, kira-kira apa ya yang bakal Tuhan kasih tahu ke aku untuk Natal tahun ini? Ya mungkin setelah melewati semuanya aku bakal tahu dan nanti aku share juga ke teman-teman setia pembaca blogku biar gak dikira sombong gitu lho.

Selamat hari Natal, sobat setia. Semoga kalian menemukan makna yang baru dalam Natal kali ini ya.

Christmas is Coming (again?)

Posted by : Unknown
Date :Selasa, 23 Desember 2014
With 0komentar
Next Prev
▲Top▲