Newest Post

Rembulan, Aku Rindu Dia

| Selasa, 22 April 2014
Baca selengkapnya »

Rembulan,
Malam ini begitu sunyi
Lebih sunyi dari biasanya
Suara itu tak terdengar lagi di malam hari
Suara yang sangat kurindukan

Rembulan,
Tak kutahu mengapa diriku
Aku tiba-tiba merasa kesepian
Melihat layar ponsel yang tiada berdering

Rembulan,
Kau tahu wanita itu?
Wanita yang membuatku mabuk kepayang
Wanita yang selalu membuatku jatuh cinta
Wanita yang selalu memberiku alasan tuk tersenyum
Wanita yang selalu memberiku semangat menjalani hari

Rembulan,
Aku ingin memahami wanita itu lebih lagi
Aku belum mengenalnya lebih dalam
Aku belum tahu segalanya
Aku ingin mengerti tentang dia lebih banyak lagi

Walau aku juga punya keinginan
Aku juga ingin dia mengerti aku juga
Aku juga ingin dia memahamiku juga
Aku juga ingin dia memaklumiku juga
tapi
Biarlah dia yang menjadi utama bagiku
Baik dalam doa-doaku
Baik dalam pikiranku
Baik dalam bangun maupun tidurku

Rembulan,
Ketika nanti kamu melihat wanita itu
Katakanlah kepadanya
Aku mencintainya
Tapi belum tahu bagaimana cara menunjukkan padanya
Aku mencintainya
Tapi belum tahu seperti apa yang dia mau

Rembulan,
Ketika kamu nanti melihat wanita itu
Katakan aku mau menemaninya
Mungkin bukan seperti Tuan Waktu
Yang selalu ada di tiap detiknya
Mungkin bukan seperti Sang Angin
Yang selalu melewati lubang hidungnya
Mungkin bukan seperti Air
Yang selalu masuk ke tubuhnya
Tapi katakanlah
Aku selalu ada ketika ia butuh
Aku selalu mudah dihubungi
Aku tidak menutup jalannya kepadaku

Rembulan,
Jagalah wanita itu
Jangan biarkan ada yang menyakitinya lagi
Aku tak rela dia disakiti
Karena ketika ia disakiti,
Aku seperti merasakan sakitnya

Rembulan,
Inilah wanita itu


Rembulan, Aku Rindu Dia

Posted by : Unknown
Date :Selasa, 22 April 2014
With 0komentar

Nasib Burung Garudaku 5 Tahun Ke Depan

| Selasa, 08 April 2014
Baca selengkapnya »
Besok, ya tepatnya besok pagi tanggal 9 April 2014 merupakan salah satu hari terpenting dalam hidupku karena yang pertama besok libur. (Yeaaahhhh! Semangat liburan...! :red) Sebetulnya yang terpenting adalah besok adalah hari pemilihan umum secara nasional untuk memilih para wakil rakyat baik itu dari DPR, DPRD, dan DPD. Selama lebih dari dua minggu yang lalu, segala bentuk partai politik telah melakukan 'agresi' kepada masyarakat umum supaya mereka mendapatkan 'suara' rakyat di pemilu nanti sehingga mereka menang pemilu. Segala macam 'agresi' telah dilakukan mulai dari pawai terbuka, konvoi, blusukan ke masyarakat sekitar dan itu membuatku iri karena gak ada yang blusukan ke rumahku. Hehehehe...

Yap tinggal besok waktunya buat yang sudah punya hak suara untuk memberikan 'suara'nya pada orang-orang yang dipercayanya. Nasib bangsa ini setelah kurang lebih 5 tahun oleh wakil rakyat yang lalu bisalah kita lihat sendiri di koran-koran, televisi dan media informasi lainnya. Di sini aku gak bakal bahas satu-satu dan gak bakal bahas partai politik satu-satu karena pertama kebanyakan kalau ditulis di sini karena aku punya daftar panjang track of record masing-masing partai politik dan lagipula aku kan sebagai insan pers juga nih di kampus gak boleh berpihak pada siapapun, harus indepen, jadi aku bakal bahas secara keseluruhan, secara umum tanpa menyebutkan nama.

Mengingat perjalanan bangsa ini selama 5 tahun belakang, sebagai mahasiswa di sini ya aku beruntung ya, bisa menikmati uang negara yang aku peroleh dari beasiswa pemerintah, terus aku menikmati juga jalanan terutama jembatan Pasupati, angkutan ya salah satunya bus, terus jalan tol. Aku cuman cukup menikmatinya saja. Nah masa menjabat mereka tak terasa sudah habis di tahun 2014 dan tentunya masa jabatan yang baru yaitu 2014/2019 akan segera bergulir. Selain itu kini generasi anak-anak tahun 1993 sampai 1995 sudah memiliki kesempatan untuk memberikan suaranya pada pemilu nanti. Aku lihat di televisi, di poster-poster yang ditempel  seenaknya ada wajah baru yaitu anak-anak muda juga yang ikut berpartisipasi dalam menjadi calon legislatif. Hmmm....walau begitu banyak juga pemain lama yang kata salah satu media informasi kinerjanya gak keliatan selama 5 tahun menjabat. Aku gak mau berkomentar sih bukan bidangku. Mungkin kalau udah jadi bidangku, aku bakal komentar banyak karena aku ini pengamat. Hehehehehe....

Nah melihat keadaannya sekarang bagaimana dengan kamu, wahai yang pemuda-pemudi yang sudah memiliki hak suara? Pilihan apa yang kamu ambil? Memilih untuk memilih atau memilih untuk memilih? Kenapa pertanyaan seperti itu? Begini, kalian pasti dah tahu dong track of record dari masing-masing partai. Ada yang bagus, ada yang jelek walau sebenarnya menurutku kalau diniliai cuman dapet nilai BC, lulus tapi gak memuaskan. Sekarang pilihan kita, apa yang akan kita pilih besok? Semua pilihan itu tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar. Ketika kita memilih untuk memilih, maka itu menjadi tanggung jawab kita, dan ketika memilih untuk tidak memilih, itu juga tanggung jawab kita. Itu hak kita dan tak dilarang oleh siapapun. Selamat memilih.

Nasib Burung Garudaku 5 Tahun Ke Depan

Posted by : Unknown
Date :Selasa, 08 April 2014
With 0komentar

Welcome Back!

| Selasa, 25 Maret 2014
Baca selengkapnya »
Hmm...sudah lama sekali sepertinya aku meninggalkan pulau ini. Sepertinya sudah sekitar 6 bulan bahkan mungkin lebih aku meninggalkan tempat ini. Saat ini aku sedang berada di atas kapal ferry memandangi pulau itu. Aku masih bisa melihat pasir putihnya yang lembut. Kebetulan siang ini air laut sedang surut sehingga aku bisa melihat kemilau garam-garam yang bertebaran di sepanjang bibir pantai. Tempat ini begitu rindukan terutama ketika aku sedang masalah yang berat. Aku selalu melihat kartu pos yang sengaja aku beli dari tempat ini. Pemandangan lautnya, batu-batu karang yang kokoh berdiri diterjang hantaman ombak, pohon-pohon yang menari-menari bersama dengan angin, sungguh kurindukan. Laksana surga saja bagiku, dimana hanya ada ketenangan dan keteduhan. Tiada hiruk pikuk kendaraan, ataupun kerjaan. Demo yang rusuh di sana sini, kemacetan dan hal-hal yang menjengkelkan lainnya yang tak mau kusebutkan karena akan membuat rencana liburanku ini kacau.

Setelah kapal itu merapat, dan sesudah aku membawa ransel yang biasa aku bawa, aku segera turun dengan menggunakan sebuah sepeda. Aku sengaja membawanya supaya aku bisa bersantai di tempat ini. Keluar dari dermaga aku mengayuh sepedaku melalui jalan setapak. Di kanan kiri jalan terdapat banyak orang. Mereka adalah penduduk di pulau ini dan mereka bekerja sebagai pelaut. Mereka menyapaku, dan aku pun memberikan senyuman terbaik dan membalas sapaan mereka. Laksana raja yang datang ke tempat rakyatnya, sepanjang jalan aku mendapat senyuman dan salam hangat. Aku begitu riang. Tibalah aku di penginapan tempatku dulu. Bangunan dari kayu yang hebat dan menakjubkan sebab sejak zaman penjajahan hingga sekarang, bangunan ini berdiri kokoh. Sebuah desain yang kokoh dan arsitektur yang hebat pada zamannya. Kemudian aku memarkirkan sepedaku dan aku seperti biasa mengetuk pintu berkaca dan di dalam sana ada Madame Moissele yang tersenyum ketika melihatku. Aku pun masuk dan selain ada Madame Moissele, ada pula temanku yang biasa menemaniku makan, siapa lagi kalau bukan Yongki yang rupanya sedang memasang lukisan-lukisan di lobby bersama Sherrif Nikolae.

" Hai Jonah, lama sekali kau tak berkunjung. Senang rasanya melihatmu kembali ke penginapan ini karena Yongki selalu membuat keadaan di sini menjadi seperti kota mati sejak kau pergi." sapa Madame Moissele sambil tersenyum simpul. Senyuman madame ini begitu menarik untuk dilihat, bagi yang baru pertama bertemu Madame Mo, begitu ia ingin dipanggil, mungkin mengiranya berumur 60 tahun, padahal beliau sudah 70 tahun. Bagiku Madame Mo, sudah seperti omaku sendiri. Pernah gak sengaja aku memanggilnya oma dan dia tersenyum dan berkata " Begitu indahnya panggilan itu".

" Eh Oma, janganlah bilang kota ini seperti kota mati karena ulahku. Hey Jonah sudah lama di situ? Maaf aku lagi dikerjain Oma nih. hehehe" Yongki kemudian berlari dan segera ingin memelukku. Lalu aku siap-siap mengacungkan tinjuku.
" Berani memelukku siap-siap mendapatkan bogem mentah. " ucapku tegas sehingga dia mengerem. Lalu aku loncat memeluknya.
" Hahahaha...kau sudah seperti adikku sendiri. Senang rasanya bisa melihatmu lagi Ongki." aku memeluknya dengan erat.
" Ya, rasanya lama sekali padahal kau hanya pergi untuk 6 bulan saja. Oh ya brother, dimana Harley-mu? Tak kau bawa?" tanya Yongki.
" Aah kali ini aku mau benar-benar menikmati suasana di sini. Kau tahu, di luar sana kejam." jaawabku sambil tertawa bersama.
" Oh ya Oma, kamarku tidak diberikan pada si Yongki ini kan? " tanyaku pada Madame Mo sambil usil ke Yongki.
" Tidak kok. Hehehehe...selamat datang di rumah Nak. Nih kunci kamarmu. Kunci ini tak pernah aku berikan pada siapapun karena aku berpikir kalau kau akan datang kembali ke tempat ini. " ucap Madame Mo lembut seraya memberikan padaku kunci kamar itu.

Kunci nomor 7. Angka kesukaanku dan memang nomor yang spesial menurut Oma. Beruntung aku mendapatkannya karena kamar no 7 benar-benar spesial. Letaknya kamarnya dekat dengan pagar luar jadi ketika aku ingin menyusup keluar bisa dari situ dan terletak di lantai 2, selain itu jendelanya menghadap ke batu karang dan laut, jadi angin laut dapat masuk ke kamarku seperti yang aku rasakan saat aku membuka kamar ini. Furniturnya sebetulnya sederhana, tapi tampak terawat dengan apik. Tempat tidur ukuran untuk dua orang dengan  ranjangnya, di pojok dekat jendela, lalu ada balkon di luar, lemari pakaian, meja kecil untuk menaruh pakaian dan kamar mandi kecil di dalam kamar. Terkadang ketika aku sudah di sini, aku tak mau pergi keluar. Setelah menaruh tasku, aku segera loncat ke atas kasur untuk berbaring sejenak. Begitu nyaman kamar ini.

Entah setan apa yang merasukiku, aku kembali terpancing menuju batu karang itu lagi. Batu karang di mana aku pertama kali bertemu dengan Gadis. Seorang gadis pelukis, penikmat alam sejati, seorang seniman yang hebat, sajak-sajak agung yang ia katakan tak mudah dipahami dengan sekali pikir, walaupun sederhana namun memiliki arti yang sangat dalam bagiku. Dia pernah berjanji, seperti langit dan laut biru yang selalu dapat bertemu di ujung horizon, kami pasti dapat bertemu kembali. Setelah berganti pakaian, aku langsung turun dari kamar, lalu meluncur dengan sepedaku menuju batu karang di tepian pantai.

Ombaknya masih bergulung-gulung, ganas. Kekokohan dari batu karang itu masih tetap ada. Lambaian pohon-pohon kelapa yang ditiup angin seakan-akan memberi ucapan selamat datang padaku. Aku pun memanjat lagi batu karang itu. Tak begitu sukar kali ini ketika aku memanjatnya. Ketika kepalaku sampai di puncak, aku melihat ada sebuah meja kecil dan di atasnya ada kue tart dengan sebuah minuman. Aku pun mendekat untuk melihat ada apa di meja itu. Ketika aku melihat ke meja itu, di atas kue tart itu ada tulisan "Welcome back :)".  Selain itu aku melihat ada kertas dengan sketsa wajahku. Aku tersenyum melihat itu. Kemudian secara tiba-tiba, seorang gadis berdiri tepat berhadapan denganku. Aku mengangkat wajahku yang awalnya kutundukkan melihat kue tart itu. Ternyata Gadis sudah berdiri di depanku.

" Hai kawan! Senang sekali rasanya bisa kembali lagi ke tempat ini. Ke taman bermain ini." ucapku
" Selamat datang kembali kawan. Senang kau bisa kembali lagi mengunjungi pulau kecil ini. Kau mau potongan kuenya? " balas Gadis.
" Sebentar, aku foto dulu. " aku mengambil gambarnya. " Baiklah, kalau boleh aku mau yang besar. "
" Tentu sobat!"

Kemudian setelah Gadis memotong kuenya, seperti biasa, kami duduk di pinggir batu karang, menatap samudera raya, Samudera Hindia yang tenang, namun meliuk-liuk, menatap ke ujung horizon sana.

" Kau tahu, sebetulnya aku sendiri tak tahu mengapa aku mempersiapkan ini padamu, tapi entahlah aku rasa sepertinya kau akan datang hari ini. Itulah sebabnya aku membuat ini semua. "
" Sungguh sambutan yang hebat, padahal aku tak memberi tahu siapapun kalau aku akan kembali ke pulau ini. Mungkinkah..." ucapku lalu bergumam.
" Mungkinkah?" sambung Gadis.
" Mungkin, laut biru dan langit biru telah membawa pesan ini untukmu sehingga kamu bisa mempersiapkan ini semua. " jawabku.
" Seperti langit biru dan laut biru, kawan. Mereka selalu tahu kapan mereka akan kembali bertemu. Mungkin mereka melihat kita seperti mereka sehingga mereka membantu kita. Kembali mempertemukan kita. Seperti langit biru dan laut biru, demikianlah kiranya persahabatan kita. Walau kita berbeda dengan perbedaan yang sangat jauh, namun kita bisa bersahabat sampai sedekat ini." ucap Gadis.
" Hmm....langit biru, laut biru, jangan lupakan juga bintang-bintang di atas sana yang juga menjadi saksi persahabatan kita. " tambahku.
" Hehehe...betul juga. "balasnya sambil tersenyum. " Selamat datang kembali, Jonah " ucapnya lalu memelukku.

Welcome Back!

Posted by : Unknown
Date :Selasa, 25 Maret 2014
With 0komentar

Ku Jatuh Cinta

| Senin, 10 Februari 2014
Baca selengkapnya »

Dia
Perempuan yang sedang tersenyum menatapku
Senyumnya indah kekal
Kuukir senyum manisnya agar tak kulupakan
Setiap mengingat senyumnya
Aku merasa rindu padanya
Walaupun aku sedang dihadapannya
Aku selalu merasa rindu setiap kuberkedip

Dia
Perempuan yang menjadi malaikatku
Di pagi hari, dia mengusik tidurku
Memberikanku senyuman dan semangat baru
Suaranya bagai suara malaikat
Selalu kurindukan suaranya

Saat ku menatapnya
Kulihat bulir-bulir cinta di matanya
Saat ku genggam tangannya
Kurasakan lembut kulit tangannya
Saat ku bisikkan cinta ke telinganya
Kurasakan getaran cinta di tubuhnya

Aku jatuh cinta
Jatuh cinta padanya
Dia membuatku jatuh cinta
Lusi,
Kaulah perempuan yang membuatku jatuh cinta selalu

Ku Jatuh Cinta

Posted by : Unknown
Date :Senin, 10 Februari 2014
With 0komentar

Christmas Is Coming (Again)

| Rabu, 25 Desember 2013
Baca selengkapnya »
Gak kerasa udah setahun berlalu dan Natal kembali lagi 'muncul' ke dunia ini. Nah tulisanku kali ini bakal ngebahas seluk beluk Natal. Ternyata Natal yang sekarang kita kenal berbeda jauh dengan Natal waktu dulu. Kalau Natal sekarang penuh dengan diskon-diskon yang gila-gilaan di mall-mall, banyak pesta entah pesta Natal atau pesta lain yang ada di hari Natal, tapi di zaman Isa Almasih lahir, tak ada pesta-pesta, tak ada keriuhan orang-orang, tak ada semarak-semarak, yang ada hanyalah langit malam, kesunyian dan kecemasan.

Bicara soal Natal pertama kali gak lengkap kalo gak menyertakan tentang tokoh-tokoh yang terlibat dalam kelahiran Isa Almasih. Nah siapa aja sih yang terlibat dan siapa saksi-saksi hidup yang melihat dan tahu tentang moment Natal pertama ini? Biar lebih jelas kita lihat Injil deh terutama Injil Matius dan Injil Lukas karena di kedua Injil inilah tertulis kisah tentang kelahiran Isa Almasih, tepatnya di Injil Matius pasal 1 :18 sampai pasal 2 :23 dan dari Injil Lukas pasal 1 : 26 sampai pasal 2 : 40

1. Yusuf anak Daud (Matius 1 :18-25)
Dalam kitab Injil Matius ini Yusuf adalah keturunan Raja Daud. Dia seorang yang tulus hati dan pada saat itu dia sedang bertunangan dengan Maria, yang mengandung dari Roh Kudus. Yusuf sebetulnya ada keinginan untuk menceraikan Maria diam-diam ketika tahu Maria mengandung, tapi dia sendiri bimbang. Ketika tidur, dia mendapat mimpi untuk tidak menceraikannya tapi mengambilnya menjadi istrinya. Setelah mendapat pewahyuan tersebut, maka ia tidak ragu lagi untuk mengambil Maria sebagai istrinya dan tidak bersetubuh sampai Isa Almasih lahir.

2. Maria (Lukas 1:26 - 38)
Dalam kitab Injil Lukas, disini disebutkan seorang tokoh perempuan yaitu Maria, tunangan Yusuf. Dia dikunjungi oleh Malaikat Gabriel dan mendapatkan kabar bahwa Maria akan melahirkan seorang anak yang akan diberi nama Yesus atau Isa. Maria ragu dengan perkataan itu karena dia belum bersuami. Lalu Malaikat Gabriel menjelaskan bahwa Maria akan diliputi kuasa Tuhan dan Anak itu adalah anak dari Roh dan disebut Anak Kudus. Setelah mendapat keyakinan, Maria pun mau melakukannya.

3.Gembala-gembala (Lukas 2: 8-20)
Gembala-gembala ini sedang asyik-asyiknya menggembalakan kambing dombanya di padang pada malam hari yang gelap. Sedang asyik-asyiknya tiba-tiba ada kemuliaan Tuhan dan seorang malaikat yang berdiri di  dekat mereka sehingga mereka ketakutan. Kemudian malaikat itu mengatakan sebuah kabar bahwa telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus Tuhan di kota Daud. Setelah malaikat itu berkata itu lalu muncullah sejumlah besar bala tentara sorga menaikkan pujian pada Allah. Setelah semuanya itu para gembala pun segera bergegas menuju tempat Maria dan Yusuf dan bayi itu dan ketika melihatnya mereka bersukacita dan mengabarkan tentang Anak itu dan segala hal yang telah mereka lihat sehingga orang-orang di kota itu heran

4. Simeon (Lukas 2 : 21-35)
Simeon adalah seorang yang dikarunia oleh Tuhan umur panjang. Selama sisa hidupnya dia dinaungi oleh Roh Kudus untuk melihat penggenapan janji dari Tuhan bahwa ia akan melihat Sang Penebus. Setiap hari ia ada di dalam bait Allah. Ketika Isa berumur 8 hari, menurut adat istiadat Yahudi, Dia dibawa oleh Yusuf dan Maria ke Yerusalem untuk disunat. Ketika itu mereka bertemu dengan Simeon dan ketika Simeon melihat Anak itu,

5. Hana (Lukas 2 : 36-40)
Hana adalah seorang nabiah tua yang selalu berada di Bait Allah setiap siang dan malam. Dia selalu berdoa dan berpuasa. Dia sudah menjanda dan umurnya adalah 84 tahun. Ketika ia melihat bayi Yesus, dia memuji Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan bagi Yerusalem.

6. Orang-orang majus (Matius 2 : 1-12)
Orang-orang majus ini diyakini adalah orang-orang dari Iraq dan ahli perbintangan karena mereka mengetahui tentang keberadaan dan kelahiran Tuhan Yesus berdasarkan petunjuk bintang. Mereka mengikuti tuntunan dari Tuhan sehingga sampai di tempat Tuhan Yesus berada dan ketika mereka kembali ke negri asalnya, mereka mengikuti tuntunan Tuhan melalui jalan lain dan tidak bertemu dengan Raja Herodes.

7. Tuhan sendiri
Satu-satunya saksi yang tak dapat dibantah adalah kesaksian Tuhan sendiri. Dia telah memberitahukan pada seluruh dunia bahwa penyelamat akan hadir untuk manusia dan di Natal itulah Dia sendiri datang menyelamatkan manusia berdosa. Gak ada yang bisa menyangkalnya karena semua bukti sudah tertulis dan setiap tulisan Allah patut dipercayai.

Nah akhirnya teman-teman semua selamat hari Natal semuanya. Tuhan Yesus memberkati


Christmas Is Coming (Again)

Posted by : Unknown
Date :Rabu, 25 Desember 2013
With 0komentar

30 Menit Menatap Langit

| Kamis, 19 Desember 2013
Baca selengkapnya »
Malam ini begitu tenang. Terasa teduh sekali. Tak turun hujan seharian ini. Langitnya cerah dan keadaan itu memancingku untuk berteduh dan menatap langit. Setelah tak lagi disibukkan dengan tugas-tugas kuliah, segala macam ujian dan semua urusan beres sudah. Malam ini begitu nikmat. Sayang kalau dilewati begitu saja. Aku pun naik ke atas loteng dan mencoba melakukan apa yang dulu biasa aku lakukan. Yaitu menggelar karpet dan tidur di atasnya sambil mata menatap langit.

Dalam ketenangan ini aku suka berimajinasi macam-macam dan kebetulan kali ini sedang memasuki momen Natal. Hmm....kalo inget Natal yang pertama kali aku inget adalah acara Natalnya. Ada perayaan Natal apa aja di bulan Desember? Aku pun sibuk-sibuk mencari acara perayaan Natal lalu memasukkannya ke dalam jadwal. Beruntung di tahun ini aku tak disibukkan dengan menjadi panitia penyelenggara Natal jadi aku bisa berwisata deh ke gereja-gereja lain atau tempat-tempat yang merayakan Natal.

Namun belakangan ini aku berpikir sebenarnya selama ini ngapain aja sih aku kalo deket-deket Natal ini? Selama ini aku selalu sibuk dengan hal-hal yang memberi 'bumbu' pada Natalnya ketimbang Natal itu sendiri seperti bikin perayaan atau kalo gak bikin cari-cari perayaan. Sebetulnya itu semua setelah aku pikir-pikir lagi salah. Kenapa aku bilang itu salah? Salah karena fokusnya bukan ama Yesus Kristus atau Isa Almasih atau Yesua yang telah memberikan sastu hari itu sebagai momen untuk libur, tapi malah fokus ama acaranyalah, undangannya, tamunya, gamesnya dan teman-temannya. Seharusnya pada momen Natal yang cuman sekali setahun ini aku pergunakan untuk benar-benar merenung kembali tentang kasih karunia yang Tuhan beri buat aku.

Aku jadi inget akan sebuah cerita dari Kitab Lukas 10 ayat 38-42 dengan judul perikopnya adalah Maria dan Marta. Begini nih ceritanya

(38) Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.(39) Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,(40) sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."(41) Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,(42) tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."

Setelah baca perikop ini aku suka berpikir, siapa yang kita layani sebetulnya ketika melakukan pelayanan? Tuhan atau diri sendiri  nih? Tiap baca perikop ini aku selalu diingatkan bahwa yang terpenting ketika ingin bertemu Tuhan adalah hatinya. Tuhan menyelidiki hati setiap orang. Tuhan tidak perduli dengan apa dipoles di luar, Tuhan tidak membutuhkan persembahan atau korban-korban sembelihan karena semuanya Dia yang punya. Tuhan maunya adalah sikap hati yang mau taat dan rendah dan mau duduk di kakinya. Aku harus belajar untuk merendahkan hati dan banyak merenung semua karya Tuhan supaya bisa menyenangkan hatinya Tuhan.

30 Menit Menatap Langit

Posted by : Unknown
Date :Kamis, 19 Desember 2013
With 0komentar
Tag :

Surat Untuk Nona November

| Sabtu, 16 November 2013
Baca selengkapnya »
Salam, hai Nona November.
Nona, sudah 15 hari kau mengunjungiku
Namun dalam 15 hari ini kau tampaknya sedang bersedih
Ada apa nona?

Hampir setiap siang kau menangis dengan derasnya
Bahkan pernah kau menangis dengan mengeluarkan batuan es
Selain itu kau menangis cukup lama dan deras
Ada apa denganmu nona?

Kau selalu memakai kelambu berwarna kelabu itu hampir setiap saat
Kau membuatku menggigil kedinginan
Air matamu sungguh dingin
Terkadang kau terlihat marah di sela tangismu
Setelah itu kau tersedu sedan hingga jauh malam
Tak pernah kau terlihat ceria nona?

Nona
Sebuah pertanyaan kulontarkan untukmu
Apakah kau bersama dengan belahan jiwaku?
Maukah kau melindunginya untukku?
Beritahukanlah nona bahwa aku menyayanginya lebih dari yang dia tahu

Nona
Katakanlah padanya
Aku mungkin tak bisa mengingat hampir seluruhnya tentang dirinya
Aku mungkin tak bisa menggambarkan apa yang dia katakan
Tapi katakanlah padanya nona
Dia selalu aku memikirkan dirinya
Aku tak bisa membayangkan jika aku kehilangan dia
Aku tak mau kehilangannya
Aku ingin orang yang terakhir aku ingat adalah dia

Nona November
Terima kasih kau sudah datang
tolong nona ketika kau sampaikan itu pada belahan jiwaku
Katakanlah dengan senyumanmu
Jangan dengan tangisanmu
Aku tak mau melihatnya menangis
Aku ingin dia tersenyum

Surat Untuk Nona November

Posted by : Unknown
Date :Sabtu, 16 November 2013
With 0komentar

Ideal vs. Realita

| Senin, 28 Oktober 2013
Baca selengkapnya »
Di dalam dunia realita, segala hal yang namanya 'ideal' tidak dapat muncul mutlak. Mendekati ideal mungkin bisa ada, tapi itu pun jika setiap kondisi dibuat mirip dengan kondisi ideal. Naturalnya tak ada lagi kondisi ideal dalam dunia yang bernama realita ini apalagi setelah perubahan budaya saat ini yang global. Setiap ide, pemikiran dan falsafah hari ini hanya ada dalam dunia yang bernama ideal. Ide itu tetap ada, namun dalam dunia realita, ide itu bercampur aduk dengan berbagai kondisi sehingga realita dari ide tersebut menjadi berubah. Tidak hanya berubah struktur dan bentuk. Wujud dan pemahaman pun dapat berubah tergantung dari kondisi alam.

Mungkin kita pernah mendengar sebuah ungkapan "bermimpilah karena Tuhan memeluk mimpi-mimpimu". Ya memang Tuhan memeluk mimpi-mimpi itu. Beliau menaruhnya pada sebuah dunia ide, menyimpannya di sana. Namun ketika Tuhan melihat dalam dunia realita, apa yang menjadi mimpi-mimpi di dunia ideal tersebut. Karena Tuhan masih menahan apa yang ada dalam dunia ideal itu agar ketika manusia yang ada dalam dunia realita siap sehingga apa yang diberikan Tuhan dapat diterima dengan utuh dan tak berubah walau dalam dunia realita terkadang berubah.

Dunia realita adalah munculnya segala ide yang telah dibuat di dalam dunia ideal. Di dunia ideal hanya ada satu ide tentang manusia, namun dalam dunia realita ada berbagai macam manusia. Manusia silih berganti datang dalam berbagai macam karakter, fisik, watak dan kepribadian. Manusia dalam dunia realita memiliki batas waktu tertentu, tergantung dari aturan yang telah Sang Maha tentukan. Namun ide tentang manusia itu sendiri tetap ada dalam dunia ideal. Ide itu sudah ada dan tetap ada karena Sang Maha-lah yang membuat ide tersebut dan yang membuat dunia ideal tersebut. Tanpa dunia ideal, dunia realita tidak ada apa-apanya. Tanpa dunia realita, dunia ideal hanyalah sekadar ide yang tak berwujud yang artinya tidak ada apa-apa juga. Kedua dunia itu berbeda, namun kedua itu saling berikatan satu sama lain. Keduanya tak terpisahkan. Apa yang ada dalam dunia realita, sudah ada dalam dunia ideal bahkan jauh sebelum dunia realita eksis, sebelum dunia realita ada.

Dunia realita dan dunia ideal adalah dua dunia yang berbeda, namun walau mereka berbeda, mereka saling melengkapi. Dunia ideal adalah dunia tak terbatas, sedangkan dalam dunia realita segala sesuatu ada batasannya. Dunia ideal itu mirip dengan surga dan neraka, sedangkan dunia realita mirip dengan dunia fisik, dunia inderawi yang dapat disentuh, didengar, dikecap, dikatakan dan dilihat. Segala hal yang ada dalam dunia realita adalah sementara. Segala proses ada di sana. Namun yang menentukan pada akhirnya adalah Sang Maha, sang pencipta kedua dunia itu. Di hadapan Sang Maha lah segala hal yang terjadi di dunia realita akan diadili dan berbahagialah mereka yang masuk dalam dunia ideal yang memang untuk kesenagan, bukan penderitaan.

Ideal vs. Realita

Posted by : Unknown
Date :Senin, 28 Oktober 2013
With 0komentar
Next Prev
▲Top▲