Newest Post

Christmas Is Coming (Again)

| Rabu, 25 Desember 2013
Baca selengkapnya »
Gak kerasa udah setahun berlalu dan Natal kembali lagi 'muncul' ke dunia ini. Nah tulisanku kali ini bakal ngebahas seluk beluk Natal. Ternyata Natal yang sekarang kita kenal berbeda jauh dengan Natal waktu dulu. Kalau Natal sekarang penuh dengan diskon-diskon yang gila-gilaan di mall-mall, banyak pesta entah pesta Natal atau pesta lain yang ada di hari Natal, tapi di zaman Isa Almasih lahir, tak ada pesta-pesta, tak ada keriuhan orang-orang, tak ada semarak-semarak, yang ada hanyalah langit malam, kesunyian dan kecemasan.

Bicara soal Natal pertama kali gak lengkap kalo gak menyertakan tentang tokoh-tokoh yang terlibat dalam kelahiran Isa Almasih. Nah siapa aja sih yang terlibat dan siapa saksi-saksi hidup yang melihat dan tahu tentang moment Natal pertama ini? Biar lebih jelas kita lihat Injil deh terutama Injil Matius dan Injil Lukas karena di kedua Injil inilah tertulis kisah tentang kelahiran Isa Almasih, tepatnya di Injil Matius pasal 1 :18 sampai pasal 2 :23 dan dari Injil Lukas pasal 1 : 26 sampai pasal 2 : 40

1. Yusuf anak Daud (Matius 1 :18-25)
Dalam kitab Injil Matius ini Yusuf adalah keturunan Raja Daud. Dia seorang yang tulus hati dan pada saat itu dia sedang bertunangan dengan Maria, yang mengandung dari Roh Kudus. Yusuf sebetulnya ada keinginan untuk menceraikan Maria diam-diam ketika tahu Maria mengandung, tapi dia sendiri bimbang. Ketika tidur, dia mendapat mimpi untuk tidak menceraikannya tapi mengambilnya menjadi istrinya. Setelah mendapat pewahyuan tersebut, maka ia tidak ragu lagi untuk mengambil Maria sebagai istrinya dan tidak bersetubuh sampai Isa Almasih lahir.

2. Maria (Lukas 1:26 - 38)
Dalam kitab Injil Lukas, disini disebutkan seorang tokoh perempuan yaitu Maria, tunangan Yusuf. Dia dikunjungi oleh Malaikat Gabriel dan mendapatkan kabar bahwa Maria akan melahirkan seorang anak yang akan diberi nama Yesus atau Isa. Maria ragu dengan perkataan itu karena dia belum bersuami. Lalu Malaikat Gabriel menjelaskan bahwa Maria akan diliputi kuasa Tuhan dan Anak itu adalah anak dari Roh dan disebut Anak Kudus. Setelah mendapat keyakinan, Maria pun mau melakukannya.

3.Gembala-gembala (Lukas 2: 8-20)
Gembala-gembala ini sedang asyik-asyiknya menggembalakan kambing dombanya di padang pada malam hari yang gelap. Sedang asyik-asyiknya tiba-tiba ada kemuliaan Tuhan dan seorang malaikat yang berdiri di  dekat mereka sehingga mereka ketakutan. Kemudian malaikat itu mengatakan sebuah kabar bahwa telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus Tuhan di kota Daud. Setelah malaikat itu berkata itu lalu muncullah sejumlah besar bala tentara sorga menaikkan pujian pada Allah. Setelah semuanya itu para gembala pun segera bergegas menuju tempat Maria dan Yusuf dan bayi itu dan ketika melihatnya mereka bersukacita dan mengabarkan tentang Anak itu dan segala hal yang telah mereka lihat sehingga orang-orang di kota itu heran

4. Simeon (Lukas 2 : 21-35)
Simeon adalah seorang yang dikarunia oleh Tuhan umur panjang. Selama sisa hidupnya dia dinaungi oleh Roh Kudus untuk melihat penggenapan janji dari Tuhan bahwa ia akan melihat Sang Penebus. Setiap hari ia ada di dalam bait Allah. Ketika Isa berumur 8 hari, menurut adat istiadat Yahudi, Dia dibawa oleh Yusuf dan Maria ke Yerusalem untuk disunat. Ketika itu mereka bertemu dengan Simeon dan ketika Simeon melihat Anak itu,

5. Hana (Lukas 2 : 36-40)
Hana adalah seorang nabiah tua yang selalu berada di Bait Allah setiap siang dan malam. Dia selalu berdoa dan berpuasa. Dia sudah menjanda dan umurnya adalah 84 tahun. Ketika ia melihat bayi Yesus, dia memuji Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan bagi Yerusalem.

6. Orang-orang majus (Matius 2 : 1-12)
Orang-orang majus ini diyakini adalah orang-orang dari Iraq dan ahli perbintangan karena mereka mengetahui tentang keberadaan dan kelahiran Tuhan Yesus berdasarkan petunjuk bintang. Mereka mengikuti tuntunan dari Tuhan sehingga sampai di tempat Tuhan Yesus berada dan ketika mereka kembali ke negri asalnya, mereka mengikuti tuntunan Tuhan melalui jalan lain dan tidak bertemu dengan Raja Herodes.

7. Tuhan sendiri
Satu-satunya saksi yang tak dapat dibantah adalah kesaksian Tuhan sendiri. Dia telah memberitahukan pada seluruh dunia bahwa penyelamat akan hadir untuk manusia dan di Natal itulah Dia sendiri datang menyelamatkan manusia berdosa. Gak ada yang bisa menyangkalnya karena semua bukti sudah tertulis dan setiap tulisan Allah patut dipercayai.

Nah akhirnya teman-teman semua selamat hari Natal semuanya. Tuhan Yesus memberkati


Christmas Is Coming (Again)

Posted by : Unknown
Date :Rabu, 25 Desember 2013
With 0komentar

30 Menit Menatap Langit

| Kamis, 19 Desember 2013
Baca selengkapnya »
Malam ini begitu tenang. Terasa teduh sekali. Tak turun hujan seharian ini. Langitnya cerah dan keadaan itu memancingku untuk berteduh dan menatap langit. Setelah tak lagi disibukkan dengan tugas-tugas kuliah, segala macam ujian dan semua urusan beres sudah. Malam ini begitu nikmat. Sayang kalau dilewati begitu saja. Aku pun naik ke atas loteng dan mencoba melakukan apa yang dulu biasa aku lakukan. Yaitu menggelar karpet dan tidur di atasnya sambil mata menatap langit.

Dalam ketenangan ini aku suka berimajinasi macam-macam dan kebetulan kali ini sedang memasuki momen Natal. Hmm....kalo inget Natal yang pertama kali aku inget adalah acara Natalnya. Ada perayaan Natal apa aja di bulan Desember? Aku pun sibuk-sibuk mencari acara perayaan Natal lalu memasukkannya ke dalam jadwal. Beruntung di tahun ini aku tak disibukkan dengan menjadi panitia penyelenggara Natal jadi aku bisa berwisata deh ke gereja-gereja lain atau tempat-tempat yang merayakan Natal.

Namun belakangan ini aku berpikir sebenarnya selama ini ngapain aja sih aku kalo deket-deket Natal ini? Selama ini aku selalu sibuk dengan hal-hal yang memberi 'bumbu' pada Natalnya ketimbang Natal itu sendiri seperti bikin perayaan atau kalo gak bikin cari-cari perayaan. Sebetulnya itu semua setelah aku pikir-pikir lagi salah. Kenapa aku bilang itu salah? Salah karena fokusnya bukan ama Yesus Kristus atau Isa Almasih atau Yesua yang telah memberikan sastu hari itu sebagai momen untuk libur, tapi malah fokus ama acaranyalah, undangannya, tamunya, gamesnya dan teman-temannya. Seharusnya pada momen Natal yang cuman sekali setahun ini aku pergunakan untuk benar-benar merenung kembali tentang kasih karunia yang Tuhan beri buat aku.

Aku jadi inget akan sebuah cerita dari Kitab Lukas 10 ayat 38-42 dengan judul perikopnya adalah Maria dan Marta. Begini nih ceritanya

(38) Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.(39) Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,(40) sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."(41) Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,(42) tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."

Setelah baca perikop ini aku suka berpikir, siapa yang kita layani sebetulnya ketika melakukan pelayanan? Tuhan atau diri sendiri  nih? Tiap baca perikop ini aku selalu diingatkan bahwa yang terpenting ketika ingin bertemu Tuhan adalah hatinya. Tuhan menyelidiki hati setiap orang. Tuhan tidak perduli dengan apa dipoles di luar, Tuhan tidak membutuhkan persembahan atau korban-korban sembelihan karena semuanya Dia yang punya. Tuhan maunya adalah sikap hati yang mau taat dan rendah dan mau duduk di kakinya. Aku harus belajar untuk merendahkan hati dan banyak merenung semua karya Tuhan supaya bisa menyenangkan hatinya Tuhan.

30 Menit Menatap Langit

Posted by : Unknown
Date :Kamis, 19 Desember 2013
With 0komentar
Tag :

Surat Untuk Nona November

| Sabtu, 16 November 2013
Baca selengkapnya »
Salam, hai Nona November.
Nona, sudah 15 hari kau mengunjungiku
Namun dalam 15 hari ini kau tampaknya sedang bersedih
Ada apa nona?

Hampir setiap siang kau menangis dengan derasnya
Bahkan pernah kau menangis dengan mengeluarkan batuan es
Selain itu kau menangis cukup lama dan deras
Ada apa denganmu nona?

Kau selalu memakai kelambu berwarna kelabu itu hampir setiap saat
Kau membuatku menggigil kedinginan
Air matamu sungguh dingin
Terkadang kau terlihat marah di sela tangismu
Setelah itu kau tersedu sedan hingga jauh malam
Tak pernah kau terlihat ceria nona?

Nona
Sebuah pertanyaan kulontarkan untukmu
Apakah kau bersama dengan belahan jiwaku?
Maukah kau melindunginya untukku?
Beritahukanlah nona bahwa aku menyayanginya lebih dari yang dia tahu

Nona
Katakanlah padanya
Aku mungkin tak bisa mengingat hampir seluruhnya tentang dirinya
Aku mungkin tak bisa menggambarkan apa yang dia katakan
Tapi katakanlah padanya nona
Dia selalu aku memikirkan dirinya
Aku tak bisa membayangkan jika aku kehilangan dia
Aku tak mau kehilangannya
Aku ingin orang yang terakhir aku ingat adalah dia

Nona November
Terima kasih kau sudah datang
tolong nona ketika kau sampaikan itu pada belahan jiwaku
Katakanlah dengan senyumanmu
Jangan dengan tangisanmu
Aku tak mau melihatnya menangis
Aku ingin dia tersenyum

Surat Untuk Nona November

Posted by : Unknown
Date :Sabtu, 16 November 2013
With 0komentar

Ideal vs. Realita

| Senin, 28 Oktober 2013
Baca selengkapnya »
Di dalam dunia realita, segala hal yang namanya 'ideal' tidak dapat muncul mutlak. Mendekati ideal mungkin bisa ada, tapi itu pun jika setiap kondisi dibuat mirip dengan kondisi ideal. Naturalnya tak ada lagi kondisi ideal dalam dunia yang bernama realita ini apalagi setelah perubahan budaya saat ini yang global. Setiap ide, pemikiran dan falsafah hari ini hanya ada dalam dunia yang bernama ideal. Ide itu tetap ada, namun dalam dunia realita, ide itu bercampur aduk dengan berbagai kondisi sehingga realita dari ide tersebut menjadi berubah. Tidak hanya berubah struktur dan bentuk. Wujud dan pemahaman pun dapat berubah tergantung dari kondisi alam.

Mungkin kita pernah mendengar sebuah ungkapan "bermimpilah karena Tuhan memeluk mimpi-mimpimu". Ya memang Tuhan memeluk mimpi-mimpi itu. Beliau menaruhnya pada sebuah dunia ide, menyimpannya di sana. Namun ketika Tuhan melihat dalam dunia realita, apa yang menjadi mimpi-mimpi di dunia ideal tersebut. Karena Tuhan masih menahan apa yang ada dalam dunia ideal itu agar ketika manusia yang ada dalam dunia realita siap sehingga apa yang diberikan Tuhan dapat diterima dengan utuh dan tak berubah walau dalam dunia realita terkadang berubah.

Dunia realita adalah munculnya segala ide yang telah dibuat di dalam dunia ideal. Di dunia ideal hanya ada satu ide tentang manusia, namun dalam dunia realita ada berbagai macam manusia. Manusia silih berganti datang dalam berbagai macam karakter, fisik, watak dan kepribadian. Manusia dalam dunia realita memiliki batas waktu tertentu, tergantung dari aturan yang telah Sang Maha tentukan. Namun ide tentang manusia itu sendiri tetap ada dalam dunia ideal. Ide itu sudah ada dan tetap ada karena Sang Maha-lah yang membuat ide tersebut dan yang membuat dunia ideal tersebut. Tanpa dunia ideal, dunia realita tidak ada apa-apanya. Tanpa dunia realita, dunia ideal hanyalah sekadar ide yang tak berwujud yang artinya tidak ada apa-apa juga. Kedua dunia itu berbeda, namun kedua itu saling berikatan satu sama lain. Keduanya tak terpisahkan. Apa yang ada dalam dunia realita, sudah ada dalam dunia ideal bahkan jauh sebelum dunia realita eksis, sebelum dunia realita ada.

Dunia realita dan dunia ideal adalah dua dunia yang berbeda, namun walau mereka berbeda, mereka saling melengkapi. Dunia ideal adalah dunia tak terbatas, sedangkan dalam dunia realita segala sesuatu ada batasannya. Dunia ideal itu mirip dengan surga dan neraka, sedangkan dunia realita mirip dengan dunia fisik, dunia inderawi yang dapat disentuh, didengar, dikecap, dikatakan dan dilihat. Segala hal yang ada dalam dunia realita adalah sementara. Segala proses ada di sana. Namun yang menentukan pada akhirnya adalah Sang Maha, sang pencipta kedua dunia itu. Di hadapan Sang Maha lah segala hal yang terjadi di dunia realita akan diadili dan berbahagialah mereka yang masuk dalam dunia ideal yang memang untuk kesenagan, bukan penderitaan.

Ideal vs. Realita

Posted by : Unknown
Date :Senin, 28 Oktober 2013
With 0komentar

Bahasa Roh : Gift or Learnable

| Minggu, 20 Oktober 2013
Baca selengkapnya »
Hari ini aku mau sharing tentang kebenaran Firman Tuhan yang telah aku dapatkan hari ini. Kebenaran ini membuatku mengerti lebih lagi tentang suatu karunia rohani. Nah sebelum aku bahas panjang lebar lebih baik mari yuks kita baca dulu nats yang berbicara tentang ini

1 Korintus 12 : 27-31
27  Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.
28  Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh.
29  Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat,
30  atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh?
31  Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi.

Berawal dari sini nih semua sharing yang tadi dibagiin. Dikatakan lewat Alkitab, kalau mau jelasnya baca aja 1 Kor 12 dan 1 Kor 14, di situ dijelaskan secara gamblang tentang karunia-karunia roh, tapi di sini aku mau membahas tentang karunia bahasa roh. Sebetulnya karunia itu apa sih? Berdasarkan sharing tadi di persekutuan pemuda dan profesi, yang namanya karunia itu adalah pemberian, gift kata temanku itu. Nah lalu apa bedanya dengan talenta? Dari bahasa aslinya talenta itu suatu ukuran atau takaran terhadap mata uang yang artinya bisa ditambah, dipelajari, dan dikembangkan. Lalu bedanya dimana? Yang namanya karunia atau gift tentunya terserah yang mau ngasih, semisal ayah kamu mau ngasih sepeda apa ya terserah dia kan? Kita cuman punya hak untuk mempergunakannya dengan semaksimal dan sebaik mungkin. Beda lagi dengan talenta, kita mungkin awalnya hanya satu tapi kita nanti bisa mengembangkan dan bisa menambahnya menjadi maksimal sesuai kebutuhan kita.

Sekarang tentang karunia berbahasa roh. Tahukah kamu, cuman gara-gara ini maka timbulah perpecahan gereja? Gak percaya? Nih buktinya liat deh di Indonesia ada banyak macam denominas seperti Kharismatik, Pentakosta yang menekankan kalau orang yang telah dibaptis secara Roh, artinya bisa berbahasa roh. Trus kalau untuk aliran Baptis menekankan bahwa orang percaya harus dibaptiskan, tapi di sini aku gak bakal bahas tentang aliran hanya tentang karunia bahasa roh. Banyak orang beranggapan bahwa orang yang memiliki karunia bahasa roh artinya tingkatan rohani mereka lebih tinggi daripada yang tidak memilikinya. Itu sebabnya banyak orang yang mencoba ingin mempelajari bahasa roh karena mereka merasa jika punya itu mereka akan lebih tinggi tingkatan rohaninya. Padahal yang harus diperhatikan adalah karunia bahasa roh itu adalah karunia, pemberian. Tidak bisa dipelajari. Itu bukan seperti belajar bahasa Inggris. Lagipula karunia itu adalah untuk berbicara dan berkomunikasi pada Tuhan karena itu adalah bahasa Roh. Tapi kadang kita suka liat kan ada di gereja-gereja tuh wuh rame banget pas penyembahan pada berbicara bahasa roh tanpa ada yang tahu artinya, tapi setelah diselidiki ternyata ada lho yang cuman ikut-ikutan doang alias gak punya karunianya biar dikira dipenuhi oleh Roh Kudus.

Sesungguhnya jika dalam satu jemaat ada yang bisa berbahasa roh, maka akan ada juga yang bisa menafsirkan bahasa roh karena kedua karunia itu haruslah bisa membangun jemaaat. Namun jika misalnya kita sadar nih bisa berbahasa roh tapi kita gak tahu ada yang punya karunia menafsirkan bahasa roh, nah maka sebaiknya kita tidak menggunakannya saat di dalam ibadah atau saat penyembahan. Gunakanlah karunia bahasa roh itu saat kita sedang melakukan doa sendiri, saat saat teduh pribadi karena yang dibangun hanyalah diri sendiri jadi gunakan saat sendirian atau kalau memang ada beberapa orang yang bisa berbahasa roh, ada baiknya saling bersekutu bersama untuk saling menguatkan.

Sebetulnya bukan karunia ini saja yang buat orang salah tanggap, ada juga karunia penyembuhan dan karunia mengadakan mujizat yang suka disalahgunakan hingga akhirnya banyak yang datang ke KKR bukan buat ketemu Tuhan tapi cuman buat memuaskan kebutuhan atas penyembuhannya. Nah itulah jebakan-jebakan yang dibuat si Iblis. Iblis tahu gak mungkin melawan Tuhan, makanya dia buat manusia seperti kita ini yang melawan Tuhan. Nah sudah jelaskan semua? Kalo masih ada pertanyaan boleh kasih komentar di bawah nanti aku jawab dengan bantuan para pastor dan pendeta.

Trims juga buat sharingnya dari Bapak Reza Rizkia tentang karunia roh. Sharing yang membangun dan menguatkan.

Bahasa Roh : Gift or Learnable

Posted by : Unknown
Date :Minggu, 20 Oktober 2013
With 0komentar

Tetap Muda

| Rabu, 16 Oktober 2013
Baca selengkapnya »
Foto umur 18 tahun
Foto umur 20 tahun

Aku bisa dibilang sebagai orang tanpa masalah karena menurut kawan-kawanku aku selalu tersenyum bahkan sekalipun aku lagi gak bersantai menurut mereka, aku tetap tersenyum kecuali kalau lagi rapat di ruang rapat yang rapat (wc) hehehehehe. Ketika aku melihat wajahku ke cermin dan melihat foto terakhirku saat di SMA, aku sadari tak banyak yang berubah. Yang berubah hanya gaya rambutku saja dan timbulnya jerawat tapi secara aura warna wajah, masih aura yang sama. Aura wajah anak 18 tahun. Aku pun baru menyadari saat ini aku sudah berada di umur 20 tahun dan aku sadari setelah melihat kedua foto di atas, memang wajahku seperti sama saja. Tak ada bedanya.

Aku sendiri sebetulnya tak mengerti mengapa bisa seperti itu tapi satu hal yang aku tahu, aku hidup tanpa beban. Lho kok bisa sih? Apa sih rahasianya supaya tetap terlihat muda? Apakah aku rajin facial, rajin nyalon atau sebagainya? Hahahaha...sebagai cowok, aku paling anti nyalon kecuali memang keadaan genting dan mendesak. Hal itu terjadi karena aku selalu tersenyum.

Hah tersenyum? Yang bener? Gak percaya? Liat aja tuh buktinya dari kedua foto itu. Bukankah nyaris tanpa beda? Memang foto yang kedua berbeda tapi energinya masih sama seperti energi foto yang pertama, dan bodohnya aku baru tahu sekarang saat melihat-lihat foto itu. Tersenyum adalah obat paling ampuh untuk tetap terlihat muda. Gak perlulah keluarin duit banyak-banyak. Cukup tersenyum dan tertawa maka wajah akan terlihat segar, memiliki energi dan tetap muda. Selain itu dampak lainnya dengan kau tersenyum, maka orang yang mendapat senyumanmu itu akan mendapat kesan pertama bahwa kau adalah orang yang asyik untuk diajak berbincang dan ramah yang artinya kau akan dapat berteman dengan berbagai jenis level manusia. Tertarik? Silahkan coba sendiri obat ampuh ini. Dengan latihan dan takaran teratur, kamu akan terlihat lebih muda dari umur. Hehehehe....silahkan dicoba.

Tetap Muda

Posted by : Unknown
Date :Rabu, 16 Oktober 2013
With 0komentar
Tag :

Semuanya Berawal Dari Sini

| Minggu, 06 Oktober 2013
Baca selengkapnya »



Diantara sekian miliar manusia dari segala penjuru bumi (itupun kalau bumi ada ujungnya), dari sekian tempat yang ada di muka bumi ini, dari sejumlah waktu yang telah berlalu di bumi ini, sadarkah kau mengapa kita bisa berjumpa dengan cara yang ajaib? Aku masih ingat saat-saat pertama kali kita bertemu. Kita bertemu di dunia maya. Saat itu kau sedang berselancar di pulau sana dan aku berada di pulau yang lain yang bertetangga dengan pulaumu. Saat itu kau sedang melancarkan 'serangan'-mu untuk menyelidiki siapa aku ini karena temanmu meminta bantuanmu untuk menyelidiki aku. Namun pada akhirnya kita malah menjadi teman akrab.


Pernahkah kau berpikir mengapa kita bisa berjumpa dan bahkan menjadi dekat seperti ini? Dari setiap kemungkinan yang aku lihat, setelah aku menelusuri lagi waktu dimana kita pertama bertemu itu, rasa-rasanya ini merupakan suatu kemustahilan supaya kita bisa bertemu dan bisa dekat seperti sekarang ini. Ini semua tidak akan terjadi teman kita yang begitu baiknya pada kita sehingga kita bisa bertemu dalam suatu waktu yang tepat.

Dari semua kemungkinan yang ada, dengan perbandingan 1:2000,000,000 kita adalah yang saling bertemu tidak hanya di dunia maya namun di dunia nyata juga. Itu pun seperti suatu kemungkinan yang hampir mustahil namun dengan perhitungan mekanika kuantum hal ini pun bisa terjadi. Sama seperti Schrodinger yang berusaha mendapatkan satu elektron di sekian banyaknya elektron di awan elektron, kita yang berkumpul dalam grup manusia mencuat keluar dan bertemu satu sama lain.

Dari sekian miliaran manusia, kita adalah yang dapat bertemu, dari sekian tempat di bumi ini, kita bertemu di satu tempat, dan dari setiap waktu yang berjalan kita ada di sana bersama. Setiap kemungkinan ini hanya terjadi dalam setiap kesempatan yang ajaib. Aku berpikir, apakah memang kita dipertemukan untuk suatu tujuan tertentu atau hanya sebuah kebetulan yang beruntun dalam mekanika kuantum yang dari setiap kemungkinan, masing-masing kemungkinan memiliki peluang yang sama. Aku rasa ini ada suatu tujuan, namun aku masih meraba-raba tujuan tersebut. Namun jika tujuan itu sudah jelas, akankah kita tetap bersama? Akankah kita tetap dapat bertatap muka lagi? Akankah kita masih melakukan candaan-candaan kita dan melemparkan kata-kata yang biasa kita ucapkan? Aku rasa itu semua hanya diketahui oleh Sang Creator dan waktu.

Namun aku sangat berterimakasih sekali. Sejak pertemuan itu, aku banyak belajar beragam hal. Baik itu yang berkaitan langsung dengan diriku, oranglain atau mahluk lain. Kau mengajarkan padaku tersenyum, tertawa, dan banyak hal lainnya. Terima kasih terutama ketika kau datang dan menemuiku di sini dan juga untuk waktumu. Terima kasih

Semuanya Berawal Dari Sini

Posted by : Unknown
Date :Minggu, 06 Oktober 2013
With 0komentar

Sebatang Lilin Kecil

| Minggu, 29 September 2013
Baca selengkapnya »

Ketika sebuah ruangan yang besar dalam keadaan gelap, suasana sepi, di malam yang gelap, hujan badai, pasti suasananya akan menakutkan apalagi jika ditambah tembakan lampu 'flash' dari langit yang lebih dikenal dengan kilat dan disertai suara gemuruh guntur. Segala macam rasa takut, gemetar mengigil,  dan cemas pasti berbaur, bercampur aduk jadi satu. Namun seketika, kala melihat cahaya kecil suasana hati menjadi lebih baik. Cahaya kecil dari sebuah lilin, cahaya yang hangat, yang menerangi seisi ruangan yang awalnya gelap gulita menjadi remang-remang bercahaya. Suasana hati yang awalnya gundah gulana dan penuh dengan ketakutan menjadi sirna saat melihat cahaya teduh yang dipancarkan oleh lilin kecil tersebut. Lilin itu seperti sebuah harapan bahwa kehidupan masih ada di sana selama lilin itu menyala dan masih bisa dirasakan kehangatan cahayanya. Kilat pun seakan-akan tidak menakutkan lagi melainkan berubah seperti lampu flash yang membantu lilin kecil itu bercahaya, dan gemuruh guntur menjadi sound effect yang merdu.

Sambil terdiam menikmati pancaran cahaya dari lilin kecil, lilin kecil itu mengajarkan suatu pelajaran berharga kepadaku. Dunia itu ibarat sebuah ruangan yang sangat besar, ruangan yang gelap, diterpa badai hujan, kilat dan gemuruh guntur. Suasana yang menakutkan, mencekam, dan dingin. Tak tentu arah dan banyaknya masalah yang terlihat. Tak dapat lagi dikenali lagi siapa kawan siapa lawan, semuanya absurd. Gelap. Lilin kecil itu ibarat suatu kebenaran dari Sang Illahi. Kebenaran absolut yang membuat semua mata melihat, semua telinga mendengar, semua lidah mengecap, semua tangan menggenggam, semua kaki melangkah. Cahaya kebenarannya membuka segala hal yang salah dan menunjukkan kebenaran sebagai suatu yang cemerlang. Walau kesalahan ditutupi dalam gelap, namun jika cahaya kebenaran sudah muncul, segala hal yang tertutup terbuka, tertelanjangi secara utuh. Cahaya walau kecil sumbernya dia dapat mengusir kegelapan yang besar.

Cahaya juga adalah harapan. Harapan adanya sesuatu yang lebih baik daripada kegelapan. Harapan bahwa tak ada yang perlu dicemaskan. Harapan yang tak pernah sirna selama keyakinan masih ada di dalam hati, penyerahan hidup pada apa yang diharapkan. Berharaplah pada Sang Khalik, karena Dia tahu apa yang dibutuhkan oleh manusia karena Dia yang menciptakan manusia. Lilin kecil adalah cahaya kebenaran dan cahaya harapan. Jagalah cahaya itu, janganlah ia sampai padam, karena jika ia padam maka semuanya akan kembali sirna.

Sebatang Lilin Kecil

Posted by : Unknown
Date :Minggu, 29 September 2013
With 0komentar
Tag :
Next Prev
▲Top▲