Newest Post

Ideal vs. Realita

| Senin, 28 Oktober 2013
Baca selengkapnya »
Di dalam dunia realita, segala hal yang namanya 'ideal' tidak dapat muncul mutlak. Mendekati ideal mungkin bisa ada, tapi itu pun jika setiap kondisi dibuat mirip dengan kondisi ideal. Naturalnya tak ada lagi kondisi ideal dalam dunia yang bernama realita ini apalagi setelah perubahan budaya saat ini yang global. Setiap ide, pemikiran dan falsafah hari ini hanya ada dalam dunia yang bernama ideal. Ide itu tetap ada, namun dalam dunia realita, ide itu bercampur aduk dengan berbagai kondisi sehingga realita dari ide tersebut menjadi berubah. Tidak hanya berubah struktur dan bentuk. Wujud dan pemahaman pun dapat berubah tergantung dari kondisi alam.

Mungkin kita pernah mendengar sebuah ungkapan "bermimpilah karena Tuhan memeluk mimpi-mimpimu". Ya memang Tuhan memeluk mimpi-mimpi itu. Beliau menaruhnya pada sebuah dunia ide, menyimpannya di sana. Namun ketika Tuhan melihat dalam dunia realita, apa yang menjadi mimpi-mimpi di dunia ideal tersebut. Karena Tuhan masih menahan apa yang ada dalam dunia ideal itu agar ketika manusia yang ada dalam dunia realita siap sehingga apa yang diberikan Tuhan dapat diterima dengan utuh dan tak berubah walau dalam dunia realita terkadang berubah.

Dunia realita adalah munculnya segala ide yang telah dibuat di dalam dunia ideal. Di dunia ideal hanya ada satu ide tentang manusia, namun dalam dunia realita ada berbagai macam manusia. Manusia silih berganti datang dalam berbagai macam karakter, fisik, watak dan kepribadian. Manusia dalam dunia realita memiliki batas waktu tertentu, tergantung dari aturan yang telah Sang Maha tentukan. Namun ide tentang manusia itu sendiri tetap ada dalam dunia ideal. Ide itu sudah ada dan tetap ada karena Sang Maha-lah yang membuat ide tersebut dan yang membuat dunia ideal tersebut. Tanpa dunia ideal, dunia realita tidak ada apa-apanya. Tanpa dunia realita, dunia ideal hanyalah sekadar ide yang tak berwujud yang artinya tidak ada apa-apa juga. Kedua dunia itu berbeda, namun kedua itu saling berikatan satu sama lain. Keduanya tak terpisahkan. Apa yang ada dalam dunia realita, sudah ada dalam dunia ideal bahkan jauh sebelum dunia realita eksis, sebelum dunia realita ada.

Dunia realita dan dunia ideal adalah dua dunia yang berbeda, namun walau mereka berbeda, mereka saling melengkapi. Dunia ideal adalah dunia tak terbatas, sedangkan dalam dunia realita segala sesuatu ada batasannya. Dunia ideal itu mirip dengan surga dan neraka, sedangkan dunia realita mirip dengan dunia fisik, dunia inderawi yang dapat disentuh, didengar, dikecap, dikatakan dan dilihat. Segala hal yang ada dalam dunia realita adalah sementara. Segala proses ada di sana. Namun yang menentukan pada akhirnya adalah Sang Maha, sang pencipta kedua dunia itu. Di hadapan Sang Maha lah segala hal yang terjadi di dunia realita akan diadili dan berbahagialah mereka yang masuk dalam dunia ideal yang memang untuk kesenagan, bukan penderitaan.

Ideal vs. Realita

Posted by : Unknown
Date :Senin, 28 Oktober 2013
With 0komentar

Bahasa Roh : Gift or Learnable

| Minggu, 20 Oktober 2013
Baca selengkapnya »
Hari ini aku mau sharing tentang kebenaran Firman Tuhan yang telah aku dapatkan hari ini. Kebenaran ini membuatku mengerti lebih lagi tentang suatu karunia rohani. Nah sebelum aku bahas panjang lebar lebih baik mari yuks kita baca dulu nats yang berbicara tentang ini

1 Korintus 12 : 27-31
27  Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.
28  Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh.
29  Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat,
30  atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh?
31  Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi.

Berawal dari sini nih semua sharing yang tadi dibagiin. Dikatakan lewat Alkitab, kalau mau jelasnya baca aja 1 Kor 12 dan 1 Kor 14, di situ dijelaskan secara gamblang tentang karunia-karunia roh, tapi di sini aku mau membahas tentang karunia bahasa roh. Sebetulnya karunia itu apa sih? Berdasarkan sharing tadi di persekutuan pemuda dan profesi, yang namanya karunia itu adalah pemberian, gift kata temanku itu. Nah lalu apa bedanya dengan talenta? Dari bahasa aslinya talenta itu suatu ukuran atau takaran terhadap mata uang yang artinya bisa ditambah, dipelajari, dan dikembangkan. Lalu bedanya dimana? Yang namanya karunia atau gift tentunya terserah yang mau ngasih, semisal ayah kamu mau ngasih sepeda apa ya terserah dia kan? Kita cuman punya hak untuk mempergunakannya dengan semaksimal dan sebaik mungkin. Beda lagi dengan talenta, kita mungkin awalnya hanya satu tapi kita nanti bisa mengembangkan dan bisa menambahnya menjadi maksimal sesuai kebutuhan kita.

Sekarang tentang karunia berbahasa roh. Tahukah kamu, cuman gara-gara ini maka timbulah perpecahan gereja? Gak percaya? Nih buktinya liat deh di Indonesia ada banyak macam denominas seperti Kharismatik, Pentakosta yang menekankan kalau orang yang telah dibaptis secara Roh, artinya bisa berbahasa roh. Trus kalau untuk aliran Baptis menekankan bahwa orang percaya harus dibaptiskan, tapi di sini aku gak bakal bahas tentang aliran hanya tentang karunia bahasa roh. Banyak orang beranggapan bahwa orang yang memiliki karunia bahasa roh artinya tingkatan rohani mereka lebih tinggi daripada yang tidak memilikinya. Itu sebabnya banyak orang yang mencoba ingin mempelajari bahasa roh karena mereka merasa jika punya itu mereka akan lebih tinggi tingkatan rohaninya. Padahal yang harus diperhatikan adalah karunia bahasa roh itu adalah karunia, pemberian. Tidak bisa dipelajari. Itu bukan seperti belajar bahasa Inggris. Lagipula karunia itu adalah untuk berbicara dan berkomunikasi pada Tuhan karena itu adalah bahasa Roh. Tapi kadang kita suka liat kan ada di gereja-gereja tuh wuh rame banget pas penyembahan pada berbicara bahasa roh tanpa ada yang tahu artinya, tapi setelah diselidiki ternyata ada lho yang cuman ikut-ikutan doang alias gak punya karunianya biar dikira dipenuhi oleh Roh Kudus.

Sesungguhnya jika dalam satu jemaat ada yang bisa berbahasa roh, maka akan ada juga yang bisa menafsirkan bahasa roh karena kedua karunia itu haruslah bisa membangun jemaaat. Namun jika misalnya kita sadar nih bisa berbahasa roh tapi kita gak tahu ada yang punya karunia menafsirkan bahasa roh, nah maka sebaiknya kita tidak menggunakannya saat di dalam ibadah atau saat penyembahan. Gunakanlah karunia bahasa roh itu saat kita sedang melakukan doa sendiri, saat saat teduh pribadi karena yang dibangun hanyalah diri sendiri jadi gunakan saat sendirian atau kalau memang ada beberapa orang yang bisa berbahasa roh, ada baiknya saling bersekutu bersama untuk saling menguatkan.

Sebetulnya bukan karunia ini saja yang buat orang salah tanggap, ada juga karunia penyembuhan dan karunia mengadakan mujizat yang suka disalahgunakan hingga akhirnya banyak yang datang ke KKR bukan buat ketemu Tuhan tapi cuman buat memuaskan kebutuhan atas penyembuhannya. Nah itulah jebakan-jebakan yang dibuat si Iblis. Iblis tahu gak mungkin melawan Tuhan, makanya dia buat manusia seperti kita ini yang melawan Tuhan. Nah sudah jelaskan semua? Kalo masih ada pertanyaan boleh kasih komentar di bawah nanti aku jawab dengan bantuan para pastor dan pendeta.

Trims juga buat sharingnya dari Bapak Reza Rizkia tentang karunia roh. Sharing yang membangun dan menguatkan.

Bahasa Roh : Gift or Learnable

Posted by : Unknown
Date :Minggu, 20 Oktober 2013
With 0komentar

Tetap Muda

| Rabu, 16 Oktober 2013
Baca selengkapnya »
Foto umur 18 tahun
Foto umur 20 tahun

Aku bisa dibilang sebagai orang tanpa masalah karena menurut kawan-kawanku aku selalu tersenyum bahkan sekalipun aku lagi gak bersantai menurut mereka, aku tetap tersenyum kecuali kalau lagi rapat di ruang rapat yang rapat (wc) hehehehehe. Ketika aku melihat wajahku ke cermin dan melihat foto terakhirku saat di SMA, aku sadari tak banyak yang berubah. Yang berubah hanya gaya rambutku saja dan timbulnya jerawat tapi secara aura warna wajah, masih aura yang sama. Aura wajah anak 18 tahun. Aku pun baru menyadari saat ini aku sudah berada di umur 20 tahun dan aku sadari setelah melihat kedua foto di atas, memang wajahku seperti sama saja. Tak ada bedanya.

Aku sendiri sebetulnya tak mengerti mengapa bisa seperti itu tapi satu hal yang aku tahu, aku hidup tanpa beban. Lho kok bisa sih? Apa sih rahasianya supaya tetap terlihat muda? Apakah aku rajin facial, rajin nyalon atau sebagainya? Hahahaha...sebagai cowok, aku paling anti nyalon kecuali memang keadaan genting dan mendesak. Hal itu terjadi karena aku selalu tersenyum.

Hah tersenyum? Yang bener? Gak percaya? Liat aja tuh buktinya dari kedua foto itu. Bukankah nyaris tanpa beda? Memang foto yang kedua berbeda tapi energinya masih sama seperti energi foto yang pertama, dan bodohnya aku baru tahu sekarang saat melihat-lihat foto itu. Tersenyum adalah obat paling ampuh untuk tetap terlihat muda. Gak perlulah keluarin duit banyak-banyak. Cukup tersenyum dan tertawa maka wajah akan terlihat segar, memiliki energi dan tetap muda. Selain itu dampak lainnya dengan kau tersenyum, maka orang yang mendapat senyumanmu itu akan mendapat kesan pertama bahwa kau adalah orang yang asyik untuk diajak berbincang dan ramah yang artinya kau akan dapat berteman dengan berbagai jenis level manusia. Tertarik? Silahkan coba sendiri obat ampuh ini. Dengan latihan dan takaran teratur, kamu akan terlihat lebih muda dari umur. Hehehehe....silahkan dicoba.

Tetap Muda

Posted by : Unknown
Date :Rabu, 16 Oktober 2013
With 0komentar
Tag :

Semuanya Berawal Dari Sini

| Minggu, 06 Oktober 2013
Baca selengkapnya »



Diantara sekian miliar manusia dari segala penjuru bumi (itupun kalau bumi ada ujungnya), dari sekian tempat yang ada di muka bumi ini, dari sejumlah waktu yang telah berlalu di bumi ini, sadarkah kau mengapa kita bisa berjumpa dengan cara yang ajaib? Aku masih ingat saat-saat pertama kali kita bertemu. Kita bertemu di dunia maya. Saat itu kau sedang berselancar di pulau sana dan aku berada di pulau yang lain yang bertetangga dengan pulaumu. Saat itu kau sedang melancarkan 'serangan'-mu untuk menyelidiki siapa aku ini karena temanmu meminta bantuanmu untuk menyelidiki aku. Namun pada akhirnya kita malah menjadi teman akrab.


Pernahkah kau berpikir mengapa kita bisa berjumpa dan bahkan menjadi dekat seperti ini? Dari setiap kemungkinan yang aku lihat, setelah aku menelusuri lagi waktu dimana kita pertama bertemu itu, rasa-rasanya ini merupakan suatu kemustahilan supaya kita bisa bertemu dan bisa dekat seperti sekarang ini. Ini semua tidak akan terjadi teman kita yang begitu baiknya pada kita sehingga kita bisa bertemu dalam suatu waktu yang tepat.

Dari semua kemungkinan yang ada, dengan perbandingan 1:2000,000,000 kita adalah yang saling bertemu tidak hanya di dunia maya namun di dunia nyata juga. Itu pun seperti suatu kemungkinan yang hampir mustahil namun dengan perhitungan mekanika kuantum hal ini pun bisa terjadi. Sama seperti Schrodinger yang berusaha mendapatkan satu elektron di sekian banyaknya elektron di awan elektron, kita yang berkumpul dalam grup manusia mencuat keluar dan bertemu satu sama lain.

Dari sekian miliaran manusia, kita adalah yang dapat bertemu, dari sekian tempat di bumi ini, kita bertemu di satu tempat, dan dari setiap waktu yang berjalan kita ada di sana bersama. Setiap kemungkinan ini hanya terjadi dalam setiap kesempatan yang ajaib. Aku berpikir, apakah memang kita dipertemukan untuk suatu tujuan tertentu atau hanya sebuah kebetulan yang beruntun dalam mekanika kuantum yang dari setiap kemungkinan, masing-masing kemungkinan memiliki peluang yang sama. Aku rasa ini ada suatu tujuan, namun aku masih meraba-raba tujuan tersebut. Namun jika tujuan itu sudah jelas, akankah kita tetap bersama? Akankah kita tetap dapat bertatap muka lagi? Akankah kita masih melakukan candaan-candaan kita dan melemparkan kata-kata yang biasa kita ucapkan? Aku rasa itu semua hanya diketahui oleh Sang Creator dan waktu.

Namun aku sangat berterimakasih sekali. Sejak pertemuan itu, aku banyak belajar beragam hal. Baik itu yang berkaitan langsung dengan diriku, oranglain atau mahluk lain. Kau mengajarkan padaku tersenyum, tertawa, dan banyak hal lainnya. Terima kasih terutama ketika kau datang dan menemuiku di sini dan juga untuk waktumu. Terima kasih

Semuanya Berawal Dari Sini

Posted by : Unknown
Date :Minggu, 06 Oktober 2013
With 0komentar

Sebatang Lilin Kecil

| Minggu, 29 September 2013
Baca selengkapnya »

Ketika sebuah ruangan yang besar dalam keadaan gelap, suasana sepi, di malam yang gelap, hujan badai, pasti suasananya akan menakutkan apalagi jika ditambah tembakan lampu 'flash' dari langit yang lebih dikenal dengan kilat dan disertai suara gemuruh guntur. Segala macam rasa takut, gemetar mengigil,  dan cemas pasti berbaur, bercampur aduk jadi satu. Namun seketika, kala melihat cahaya kecil suasana hati menjadi lebih baik. Cahaya kecil dari sebuah lilin, cahaya yang hangat, yang menerangi seisi ruangan yang awalnya gelap gulita menjadi remang-remang bercahaya. Suasana hati yang awalnya gundah gulana dan penuh dengan ketakutan menjadi sirna saat melihat cahaya teduh yang dipancarkan oleh lilin kecil tersebut. Lilin itu seperti sebuah harapan bahwa kehidupan masih ada di sana selama lilin itu menyala dan masih bisa dirasakan kehangatan cahayanya. Kilat pun seakan-akan tidak menakutkan lagi melainkan berubah seperti lampu flash yang membantu lilin kecil itu bercahaya, dan gemuruh guntur menjadi sound effect yang merdu.

Sambil terdiam menikmati pancaran cahaya dari lilin kecil, lilin kecil itu mengajarkan suatu pelajaran berharga kepadaku. Dunia itu ibarat sebuah ruangan yang sangat besar, ruangan yang gelap, diterpa badai hujan, kilat dan gemuruh guntur. Suasana yang menakutkan, mencekam, dan dingin. Tak tentu arah dan banyaknya masalah yang terlihat. Tak dapat lagi dikenali lagi siapa kawan siapa lawan, semuanya absurd. Gelap. Lilin kecil itu ibarat suatu kebenaran dari Sang Illahi. Kebenaran absolut yang membuat semua mata melihat, semua telinga mendengar, semua lidah mengecap, semua tangan menggenggam, semua kaki melangkah. Cahaya kebenarannya membuka segala hal yang salah dan menunjukkan kebenaran sebagai suatu yang cemerlang. Walau kesalahan ditutupi dalam gelap, namun jika cahaya kebenaran sudah muncul, segala hal yang tertutup terbuka, tertelanjangi secara utuh. Cahaya walau kecil sumbernya dia dapat mengusir kegelapan yang besar.

Cahaya juga adalah harapan. Harapan adanya sesuatu yang lebih baik daripada kegelapan. Harapan bahwa tak ada yang perlu dicemaskan. Harapan yang tak pernah sirna selama keyakinan masih ada di dalam hati, penyerahan hidup pada apa yang diharapkan. Berharaplah pada Sang Khalik, karena Dia tahu apa yang dibutuhkan oleh manusia karena Dia yang menciptakan manusia. Lilin kecil adalah cahaya kebenaran dan cahaya harapan. Jagalah cahaya itu, janganlah ia sampai padam, karena jika ia padam maka semuanya akan kembali sirna.

Sebatang Lilin Kecil

Posted by : Unknown
Date :Minggu, 29 September 2013
With 0komentar
Tag :

Goodbye Past! Hello There Tommorrow! Thanks God for Your Presents!

| Sabtu, 28 September 2013
Baca selengkapnya »

Mungkin dari sekian banyak tulisan yang aku buat, mungkin baru kali ini aku menulis judul dengan 10 kata. Judul yang panjang juga ya, padahal ini bukanlah karya ilmiah. Hehehehe...jadi inget waktu dulu SMA bikin karya ilmiah judulnya minimal harus 8 kata hehehe...

Bicara soal waktu, gak ada habis-habisnya deh ngejelasin dengan panjang dan lebarnya padahal waktu itu terbatas tapi penjelasannya bisa tak terbatas walau intinya tuh cuman satu kalimat doang : "Jangan sia-siakan waktu". Ya, intinya cuman satu kalimat yang terdiri dari 4 kata sederhana, namun penjabarannya bisa sangat panjang bahkan sampai bisa dibikin buku segala deh yang sampe ratusan lembar padahal inti dari buku itu hanyalah 4 kata saja. Mungkin judulnya keren-keren misalnya Time Management, Useful Time, Time is Running atau dalam bahasa Indonesia, Tuan Kesempatan, Cara Tepat Mengelola Waktu dan sebagainya, tapi intinya hanya 4 kata saja. Jangan sia-siakan waktu atau yang mirip dengan itu "manfaatkan waktu sebaik-baiknya".

Tenang sobat-sobat, kali ini aku gak bakal jejelin kalian dengan pandangan-pandanganku tentang waktu walau aku punya pandangan sendiri, tapi tiap orang punya pemahamannya tersendiri tentang satu mahluk itu. Tak berwujud, tak bersuara, tak berbentuk, tak bernyawa, namun punya kekuatan yang hebat yaitu dapat membatasi kita yang berwujud, bersuara, berbentuk dan bernyawa padahal dia sendiri tak ada namun dapat membatasi yang ada. Waktu dapat kita ukur, tapi tiap ukuran kita akan berbeda, karena waktu itu sendiri tak ada. Yang ada hanyalah detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, dan tahun.

Aku menemukan sebuah gambar yang membuatku berpikir. Sebagai penikmat fotografi tentu aku merenungkannya. Mungkin pemahaman kita berbeda tapi pesannya sangat kuat bagiku jadi daripada aku yang banyak bicara, biarlah si 'gambar' ini yang bicara lebih banyak untuk kalian. Thanks sebelumnya buat temenku, sorry gambarnya main diambil aja tanpa izin hehehee....Ini dia untuk sobat-sobatku


FEE-NAY

Goodbye Past! Hello There Tommorrow! Thanks God for Your Presents!

Posted by : Unknown
Date :Sabtu, 28 September 2013
With 0komentar

Perpisahan

| Minggu, 08 September 2013
Baca selengkapnya »

Waktu seperti berjalan dengan cepat
Meninggalkan aku seorang diri
Hanya terduduk dan terdiam
Tanpa bisa berbuat apa-apa
Yang dapat kulakukan hanya memandang
Memandang kibasan saputangan putih
Dengan corak merah yang membentuk tenunan batik

Kapal itu membawa pergi setengah jiwaku
Selain itu, setengah semangatku
Setengah ragaku
Setengah darahku
Kapal itu membelakangiku
Ketika pintunya tertutup
Aku tak bisa menatapnya kembali
Hanya saputangannya saja yang dapat kulihat

Lautan tak lagi bergelora
Ombaknya seakan membimbing kapal tersebut meninggalkan dermaga
Tak ada lagi burung-burung camar yang terbang
Semuanya terdiam di batu karang
Awan-awan berkumpul
Mentari terhisap ke dalam lautan
Aku masih memandang itu semua
Semuanya berubah kala dia pergi
Aku masih terduduk di dermaga

Saat aku masih di sana
Dan pandanganku masih ke sana
Tiba-tiba kakiku menyentuh sebuah botol
Aku lihat dan memang ada botol kaca
Di dalamnya ada sebuah pesan
Ku angkat lalu ku keluarkan pesan itu
Kalaku baca pesan itu, pesan itu mengubah wajahku
Demikianlah pesan itu

" Perpisahan selalu ada di saat kita berjumpa
Namun bukan berarti perpisahan adalah pemisah kita
Justru perpisahan adalah untuk menyatukan kita
Menyatukan dengan lebih banyak insan
Perpipsahan bukanlah akhir
Dia adalah awal
Awal untuk mengalami perjumpaan yang lainnya
Karena itu
Semoga kita bisa mengalami perjumpaan yang lebih baik lagi
Perjumpaan yang berbeda "

Seketika wajahku tersenyum
Aku pun berdiri dan berteriak ke arah samudera
"Dimana pun kau berada
Dimana pun kau hidup
Kita pasti akan kembali berjumpa"


Perpisahan

Posted by : Unknown
Date :Minggu, 08 September 2013
With 1 komentar:

Kita Pasti Kembali Bertemu

| Sabtu, 24 Agustus 2013
Baca selengkapnya »
Hari sudah pagi. Cahaya di ufuk timur telah mengusir kegelapan yang dibawa oleh rembulan. Kini saatnya mentari yang beraktifitas. Burung-burung gereja yang awalnya terlelap mengantuk di dini hari, mulai mengepak-ngepakkan sayapnya. Burung-burung merpati beterbangan sibuk kesana kemari. Tanpa kutahu, ketika aku sedang menikmati sunrise terakhirku di pantai itu, ada seekor burung merpati yang singgah ke pundakku. Ku ambil dia dan kulihat di kaki kanannya ada selembar kertas. Kulihat kertas itu, ada gambar lucu dan aku pun mengenali gambar itu. Itu adalah pesan dari Gadis.Ya, tidak salah lagi. Gadis, perempuan yang selalu menemaniku selama ini saat aku berada di pulau ini. Tak ada pesan lain lagi selain gambar unik tadi. Satu hal yang aku tahu, aku harus menemuinya. Tempatnya sudah kupastikan, di batu karang lagi.

Aku bergegas menemuinya sambil memasukkan merpati itu dalam sangkar kosong, lalu aku bersepeda menuju batu karang itu. Setelah sampai di sana, dapat kulihat jelas sesosok perempuan berambut pendek, sedang duduk-duduk di atas batu karang. Aku dapat memastikan kalau dia Gadis. Aku pun naik ke sana sambil membawa merpati itu. Aku sedikit kesusahan membawanya, namun akhirnya sampai juga. Ketika aku sampai di atas, Gadis memalingkan wajahnya padaku dan dia tersenyum.

" Bukankah sebaiknya kau terbangkan saja merpati itu daripada kau membawanya dengan susah payah ke atas sini. Merpati adalah hewan yang dapat kembali kepada asalnya walau ia berada di tempat yang jauh dari asalnya. " ucap Gadis.
" Aku hanya ingin memastikan dia kembali ke tangan yang melemparkannya. " ucapku polos. " Hmm...waktuku kini telah tiba. " sambungku. Sedih.
" Mengapa dengan nada bicaramu? Kau tampak tak rela melepaskannya. "
" Karena aku harus kembali lagi pada kehidupanku yang lalu. Aku tak mau kembali ke hal yang dulu. Aku ingin seperti ini, menikmati terus taman bunga persahabatan indah ini, menikmati pantai, ombak, ayunan daun kelapa, menikmati setiap sajak-sajakmu yang agung, menikmati keindahan ini. Aku tak rela. "
" Hmm...kawan, lihatlah merpati ini. Apakah kau akan yakin dia bisa terbang dan kembali ke sarangnya tanpa tersesat?"
" Pasti. Aku bisa jamin itu. Tapi apa hubungannya dengan aku? "
" Lihatlah kawan, sama seperti merpati ini, dia meninggalkan sarangnya, tempat perteduhannya untuk melanjutkan kembali hidupnya. Jika dia tidak terbang meninggalkan sarangnya, tentunya dia akan mati di tempat yang dia anggap surga kecilnya itu. Namun dia tidak akan lupa akan sarang itu. Dia dapat kembali ketika dia perlu untuk kembali dan tentunya di waktu yang tepat walau sudah pergi jauh. "
" Jadi maksudmu...aku pasti bisa? "
" Ya, waktumu untuk kembali bergulat di dunia sana telah kembali dimulai dan waktuku pun telah dimulai, namun pasti ada waktunya kita bisa kembali lagi menikmati surga kecil kita, menikmati ombak, menikmati ayunan kelapa...."
"...menikmati sajak-sajak indahmu..."sambungku dengan suara pelan
"...menikmati senyumanmu..." lanjut Gadis
"...menikmati keindahanmu..."
"...dan..." kami mengucapkan sambil bertatap mata
"...menikmati surga kecil kita. "

" Gadis! "
" Yap "
" Apakah kita akan bertemu? "
" Seperti mentari yang kembali ke tempat yang sama, dan seperti merpati yang akan kembali lagi. " jawabnya.
" Pasti? "
" Ya, pasti kita bertemu kembali. " senyumnya dengan riang, dan senyuman itu akan selalu kuingat dalam mataku untuk kembali memberi semangatku.

Waktuku kini tiba. Kini aku kembali ke tempatku untuk mengadu nasibku. Aku pun berlayar, dan dari kejauhan, kulihat Gadis. Dia mengibaskan kain putihnya. Aku bisa melihat itu dan juga kulihat ada gambar uniknya di sana. Aku akan mengingat itu, sebagai kenangan dan pemberi semangat bagiku untuk melawan dunia di luar sana yang berat. Dalam hati aku berdoa, semoga aku mendapat kesempatan yang baik lagi untuk bertemu dan mendapat kekuatan yang besar. Tuhan, tolonglah

Kita Pasti Kembali Bertemu

Posted by : Unknown
Date :Sabtu, 24 Agustus 2013
With 0komentar
Next Prev
▲Top▲