Newest Post

I'm So Special

| Jumat, 12 Juli 2013
Baca selengkapnya »
Semalam, ketika semua mahluk sedang terlelap kecuali aku, salah satu mahluk nokturnal, dikejutkan dengan sebuah pesan yang nongol di ponselku. Sebuah pesan dari seorang teman jauh yang berasal dari provinsi tetangga. Karena pesan yang aku terima itulah, aku terinspirasi untuk menulis lagi. Pesan itu menggelitik aku yang selama ini seperti orang kebingungan, dan kini aku dengan mantap berdiri mengatakan aku spesial.

Setiap manusia di bumi ini, mau seperti apapun bentuknya, mau bagaimana pun keadaannya, setiap manusia itu pasti berbeda, unik, dan spesial. Bahkan segala hal dari setiap manusia itu unik, gak pernah ada yang sama dari sejak Adam ada sampai manusia terakhir nanti. Bahkan sekalipun itu anak kembar, tetap akan berbeda. Dimulai dari sidik jari, sampai pemikirannya yang berbeda. Tuhan menciptakan setiap kita itu berbeda, makanya terkadang kita suka bergesekan dengan teman kita karena kita memang berbeda, tapi itulah yang membuat hidup menjadi lebih indah yaitu keanekaragaman. Jadi sudah sepantasnya kita masing-masing harus bangga dengan diri kita sendiri karena kita itu unik, cuman satu-satunya.

Namun anehnya walau manusia itu berbeda, tapi kita kadang suka mengeneralisasikannya misalnya kayak bikin grup yang punya hobi samalah, atau berasal dari institusi yang samalah atau karena kesukuan, ras dan agama. Dalam beberapa kasus sih itu ok, biar kalau mau ngobrol kan nyambung, masa iya tukang ojeg ngobrol masalah ojeg ke pengusaha? Gak bakal nyambung donk ya. Tapi dalam beberapa hal justru pengeneralisasi seperti ini tuh bikin ribet, jadi kalau mau masuk ke suatu komunitas harus kudu punya sesuatu yang gak dimiliki. Padahal pada dasarnya setiap manusia itu unik, spesial, punya kemampuannya masing-masing. punya keahliannya. Tak bisa dipaksakan melakukan perubahan. Memang perubahan itu jika baik tentu harus dilakukan, namun bila menentang prinsip-prinsip dasar tentunya tak perlulah berubah. 

Hari-hari ini aku suka lihat ada orang yang pengen jadi orang lain. Waduh, dalam batinku aku berkata, dasar gak tahu terima kasih. Memang susah menjadi diri sendiri daripada menjadi orang lain, karena untuk menjadi diri sendiri, pasti akan ada tukang kritik yang selalu mengkritisi kita, tapi setelah kita menjadi diri sendiri, dijamin si tukang kritik itu akan bungkam mulutnya melihat diri kita, dan bahkan malu. Jadi teman-teman semua memang benar apa kata para pendahulu, lebih sulit jadi diri sendiri daripada menjadi orang lain.

So bersyukurlah jika kamu menjadi dirimu sekarang ini, karena kamu itu spesial, bukan copy-cat. Banggalah dengan dirimu sendiri, karena yang tahu tentang dirimu hanyalah Tuhan dan kamu.

I'm So Special

Posted by : Unknown
Date :Jumat, 12 Juli 2013
With 0komentar
Tag :

Darwin "Nyaris" Benar

| Kamis, 04 Juli 2013
Baca selengkapnya »
Tulisan ini aku buat karena terinspirasi dari sebuah evolusi yaitu evolusi anjing. Penemu dari evolusi anjing ini adalah Mas Bano (bukan nama asli dong, masa iya pake nama asli). Lewat teori evolusi anjing ini, Mas Bano menjelaskan bahwa bayi anjing kampung akan mengalami evolusi. Saat masih bayi, anjing kampung akan terlihat lucu, imut-imut dan moncongnya pendek, namun ketika dewasa, moncongnya mengalami evolusi yaitu makin panjang dan tentunya tidak imut lagi. Kalau kalian bisa melihat wajahnya Mas Bano, mungkin kalian akan paham mengapa Mas Bano bisa mengungkapkan teori evolusi anjing.

Kali ini aku tidak akan membahas teori evolusi anjing lebih detail, biarlah penemunya yang membahasnya. Kali ini aku mau membahas teori evolusi Darwin, itu loh ilmuwan yang sempat menggemparkan dan mengguncangkan dunia ilmu pengetahuan karena dia membuat teori evolusi manusia. Teori evolusi ini diambil dari teori evolusi sebelumnya yaitu teori evolusi Mendel, seorang biarawan yang meneliti keanekaragaman dari kacang apa ya namanya, tapi Mendel menjelaskan bahwa untuk setiap spesies yang baru akan ada pencampuran gen dari orang tuanya. Bisa kita lihat kok dalam keluarga kita, misalnya golongan darah deh yang paling gampang. Misalkan keluargamu ada 4 orang yaitu ayah, ibu, kamu dan adik kamu. Kalau ayahmu golongan darahnya A murni dan ibumu golongan darahnya B murni, maka golongan darah kamu dan adikmu bisa  A murni, atau B murni atau AB, tapi kalau kedua orang tuamu bukan A murni dan B murni, maka kamu dan adikmu bisa punya golongan darah A heterogen, atau B heterogen, atau AB atau golongan darah O. Kok bisa sih? Nah coba deh nanti tanya guru Biologi kok bisa ya kayak gitu soalnya kalau dibahas di sini juga percuma, panjang banget ceritanya.

Evolusi adalah sifat-sifat yang terwariskan dari sebuah generasi dari suatu populasi ke generasi berikutnya pada populasi yang dapat menghasilkan keturunan fertil. Evolusi terjadi karena tiga hal yaitu, kombinasi gen dari kedua orangtuanya, mutasi gen maupun karena seleksi alam. Teori Evolusi dikembangkan oleh Charles Darwin dan dilanjutkan oleh Alfred Russel Wallace (kalau dulu belajar geografi tentang penyebaran biota di Indonesia pasti tahu garis Weber dan Wallace kan?). Penjelasan gampangnya tentang seleksi alam tuh gini, anggap murid SMA kelas 12 itu suatu populasi dan UN itu selektornya. Nah setiap murid yang lolos UN itu berarti spesies yang berhasil melewati seleksi alam, yang artinya dapat beradaptasi dengan perubahan lingkungan, yang gagal UN itu yang gak bisa lolos dari seleksi alam yang akhitnya kalau di alam akan mati. (Sorry nih ngebahas UN lagi, tapi ini yang paling gampang sebagai analogi).

Nah dari teori itulah kini kita bisa lihat keadaan sekitar kita dan pasti akan memiliki pemikiran yang sama denganku kalau ternyata Darwin benar selama ini dengan teorinya. Lho kok bisa? Lihat deh bangsa ini sebagai contoh kongkretnya. Budaya korupsi itu semacam antigen yang menular dengan cepat pada setiap spesies pejabat di pemerintahan. Karena udah terbiasa, maka sekarang ada istilah bukan pejabat kalau gak korup. Lihat aja KKN merajalela sekarang ini dibandingkan dulu sebelum reformasi. Memang waktu orde baru juga banyak yang korupsi tapi toh masyarakat sejahtera, aman-aman saja. Kalau sekarang udah beda, sekali korupsi, ribuan rakyat miskin jatuh bergelimpangan karena tidak lolos seleksi alam. Faktor seleksi alam di sini adalah KKN. Tapi ada juga yang gak ikut KKN malah lolos seleksi alam (maksudnya dapat bertahan hidup) selanjutnya yang menggunakan KKN sekarang malah terjerembab dalam lumpur walau gak lama (lumpur di sini maksudnya hukum). Namanya juga di sini, lumpur pun bisa diperlicin kayak air asalkan ada uang.

Kalau Darwin masih hidup sampai sekarang dan melihat negara ini, pasti dia akan bilang, tuh kan bener apa kata saya tentang teori evolusi


Jadi dapat dikatakan Teori Evolusi Darwin "nyaris" benar untuk bangsa ini. Mungkin Darwin awalnya berpikir bahwa ia ingin tahu dulunya seperti apa keadaan bumi ini karena itu bukunya judulnya "The Origin of Species". tapi Darwin gak akan nyangka kalau ilmunya bisa menjalar ke berbagai hal contohnya ya KKN di negeri ini lah. Akankah gen "KKN" akan menyebar lebih luas lagi di kemudian hari? Aku tak tahu, yang bisa jawab ya dirimu sendiri tentunya.

Darwin "Nyaris" Benar

Posted by : Unknown
Date :Kamis, 04 Juli 2013
With 0komentar

Kisah Di Balik Rp 300.000,-

| Senin, 01 Juli 2013
Baca selengkapnya »
Hari ini 1 Juli 2013. Ehm, sudah sebulan nih aku liburan. Tak ada kegiatan yang menarik karena aku liburan sendiri sedangkan teman-temanku yang lain masih ada kuliah. Kegiatan sore hari yang rutin aku lakukan untuk melepas penat adalah membuat segelas susu vanila hangat ditambah roti atau cemilan kecil sambil menonton televisi. Acara televisi hari ini tidak ada yang menarik. Sinetron semuanya. Aku pindah-pindah channel tv dengan menggunakan remote dan ketika aku tekan-tekan tombol di remote, aku melihat sebuah berita tentang BLSM yaitu Bantuan Langsung Sekarat Mas, eh Bantuan Langsung Sementara Masyarakat.

Yup sebagai kompensasi dari kenaikan harga BBM yang melambung tinggi,pemerintah mau ngasih duit Rp. 300.000,- buat warga miskin. Wuih lumayan aja itu sih. Buat mahasiswa kayak aku gini, duit segede gitu tuh udah cukup buat makan sehari minimal sekali karena harga makanan di kampus biar kenyang minimal sepuluh ribu. Kayaknya sekarang pemerintah bisa tenang-tenang nih, bisa nyante lagi soalnya rakyat miskinnya udah dapet duit, udah gak demo, udah gak ada keributan bakar-bakar ban lagi. Ok sampai di situ aman, tapi apa pemerintah gak punya tv ya? Kasian banget sih nih pemerintah gak punya tv. Duit hasil korupsinya buat beli apa sih sampai-sampai beli tv aja gak bisa?

Tadi sore aku lihat pemberitaan di tv tentang penyaluran BLSM banyak yang gak tepat sasaran, misalnya ada tuh di satu daerah masa yang terima BLSM tuh pada bawa motor semua bahkan platnya aja ada yang plat khusus gitu. Udah gitu kok bisa data-data penerimanya gak valid? Masa ada anak kecil yang terima BLSM, bahkan yang udah mati malah dapet? Emangnya duitnya dipake gitu buat yang udah mati? Udah gitu ada lagi keributan di tempat pengambilan dana BLSM sampai dorong-dorongan ama TNI, terus orang-orang lanjut usia ada yang sekarat bahkan kepanasan nungguinnya. Emang sih tadi ada yang bilang seneng. Iya sih seneng, soalnya dapet duit, tapi kasian juga mereka kok mau ya dibodo-bodoin ama pemerintah? Berarti emang bener tuh BLSM tuh singkatan dari Bantuan Langsung Sekarat Man, dan emang pembodohan  publik juga.

Pemerintah sekarang emang udah kayak pemerintah boneka. OK yang duduk tuh Bapak $(0d)& tapi yang ngegerakinnya tuh orang-orang di belakang yang mau enaknya sendiri. Kasian aku lihat pemerintah sekarang tapi sekaligus marah soalnya kok ngurus rakyatnya kayak gak ada bedanya. OK alasannya banyak, tapi toh Cina aja yang banyak bisa tuh produknya ke sini. Emang susah sih klo mainnya di kandang sendiri, jadinya gak pernah maju. Aku juga heran apa pemerintah gak punya internet ya, kan kalau punya bisa belajar ama negara tetangga tuh. Ya sudahlah tinggal beberapa bulan lagi pemerintahan bakal digulirkan, aku harap para pemilih bisa bener-bener milih dengan bijak, tidak termakan rayuan gombal para kader dan duit segepok yang cuman tahan buat satu hari. Kita lihat aja nanti di pesta rakyat. Siapa yang pantas memimpin bangsa yang katanya kaya, tapi miskin ini.

Kisah Di Balik Rp 300.000,-

Posted by : Unknown
Date :Senin, 01 Juli 2013
With 1 komentar:

Bangsaku yang (Amat) Lucu

| Selasa, 18 Juni 2013
Baca selengkapnya »
Ketika aku memencet tongkat ajaib -sebut saja namanya remote- dan mengarahkannya ke sebuah kotak ajaib yang dapat menampilkan gambar dan mengeluarkan suara -sebut saja namanya televisi- muncullah berita-berita di stasiun teve swasta tentang demo yang menentang kenaikkan bbm, bukan Blackberry Messenger, tapi bahan bakar minyak. Ya, akhir-akhir ini bangsaku -sebut saja Indonesia- sedang bergejolak karena bbm harganya naik, terutama yang subsidi. Harga premium yang awalnya Rp 4500,- akan menjadi Rp 6500,- dan itu sebetulnya memberatkan kaum manusia marginal apalagi mahasiswa marginal seperti aku, tapi beruntung aku dapat bantuan langsung tarik abang kalau lagi butuh duit. Hehehehe (atm maksudnya)

Bicara soal bbm harganya naik, ini adalah salah satu musim menarik yang ada di Indonesia selain musim hujan, musim kemarau, musim liburan dan musim lebaran. Kenapa? Soalnya musim naik bbm akan menghasilkan satu musim lagi yaitu musim demo. Hehehehe...Sebenarnya aku juga heran kok bisa ya kalau harga bbm naik, mahasiswa juga ikut naik, maksudnya naik ke jalan buat demo bahkan sekarang ada partai segala ama pejabat-pejabat yang ikut naik ke jalan untuk berdemo. Emang edan ya musim naik bbm ini, bisa bikin musim demo juga di saat yang bersamaan. Aku sebetulnya secara pribadi setuju dengan naiknya harga bbm ini, namun aku kurang setuju dengan solusi yang dikasih ama pemerintah terutama Pak SBY, yaitu ngasih BLSM, atau bantuan langsung sementara masyarakat. Soalnya menurutku itu sama aja kayak bikin masyarakat Indonesia jadi pengemis, bahkan kalau salah digunain bukannya bantuin, malah BLSM bisa jadi Bantuan Langsung Supaya Mati. Masalahnya BLT aja kayak gak ada efeknya gitu, apalagi BLSM. Coba apa efek dari BLT itu? Gak pernah aku lihat tuh di stasiun teve yang ngebahas dampak dari BLT, malah banyaknya kayak kericuhan dan ada juga yang sampai sekarat gara-gara mau ngambil BLT doang.

Ya mungkin aku bukan orang pandai, bukan pejabat, bukan cendekiawan, bukan juga negarawan. Aku hanya seorang mahasiswa yang menyaru menjadi pengamat kehidupan, terutama kehidupan masyarakat yang ada di sekitar aku ini. Cobalah kalau ada yang baca ini dan punya kenalan pejabat kah, atau kenalan di partai politik, atau yang di birokrat, solusi BLSM seharusnya tak terjadi. Adalah lebih baik kalau begini, ada dua alternatif. Pertama BBM harganya bertahap naiknya selama beberapa periode, supaya gak kaget masyarkatnya, naiknya Rp. 500,- tiap beberapa periode. Aku rasa itu bisalah dilakukan, biar ada penyesuaian. Atau alternatif kedua, harganya tetap Rp 6500,- tapi jangan kasih BLSM, kenapa gak kasih semacam seminar dan sosialisasi dan pendiklatan gratis buat ukm atau usaha-usaha kecil atau orang-orang yang nganggur jadi bisa ngurangin pengangguran, terus rakyat sejahtera karena usaha mereka sendiri dan mereka bisa menikmatinya, dan punya mental pengusaha, bukan pengemis. Bukankah lebih baik dari pada membentuk mental pengemis. Seperti kata iklan di teve. APA KATA DUNIA kalo Indonesia jadi negera pengemis?

Bangsaku yang (Amat) Lucu

Posted by : Unknown
Date :Selasa, 18 Juni 2013
With 0komentar

Kamulah Diriku

| Sabtu, 15 Juni 2013
Baca selengkapnya »
Ketika mentari datang
Kaulah cahaya mentari pertama yang menyapaku
Kala fajar menjelang
Kaulah sinar rembulan terakhir yang menemaniku
Ketika burung-burung menyanyikan lagu
Kudengar suaramu yang merdu
Ketika angin mengembus
Kurasakan belaian lembut darimu

Ketika aku menghirup udara
Kau ikut masuk ke tubuhku lewat lubang hidungku
Ketika aku menghembuskannya
Kau tak ikut keluar bersama udara yang kuembus
Kala aku berendam di danau
Kurasakan kau memeluk tubuhku
Kala aku berselimut
Kurasakan kau yang menyelimuti tubuhku

Ketika aku membuka tanganku lebar-lebar
Kurasakan tanganmu menggenggam kedua tanganku
Ketika aku menutup kedua tanganku
Kurasakan tubuhmu ada dalam pelukanku

Hidup matiku selalu disertai olehmu
Kau hidup saat aku hidup
Namun kau tak mati saat aku nyaris mati
Malah karenamulah aku kembali hidup

Pelukan dari kedua tanganmu
Ciuman dari bibir merahmu
Dekapan dari tubuhmu
Bisikan mesra dari mulutmu
Itulah yang mengisi jiwa dan tubuhku
Tanganmu selalu merangkulku dengan hangat dan nyaman

Tak perlulah bunga-bunga indah
Kau jauh lebih indah dari bunga-bunga itu
Tak perlulah intan dan permata
Kau jauh lebih berharga dari barang fana itu

Dalam pelukanmu aku merasa nyaman
Tak sedetik pun aku lewatkan dengan percuma
Kamulah yang mengisi diriku
Kamulah darahku
Kamulah nafasku
Kamulah diriku

Kamulah Diriku

Posted by : Unknown
Date :Sabtu, 15 Juni 2013
With 0komentar

Filosofi Kesendirian

| Minggu, 09 Juni 2013
Baca selengkapnya »
Kesendirian, kesepian, dan kesunyian rasanya menjadi temanku sehari-hari. Belakangan ini aku memang merindukan ketiga temanku itu. Kerjaan yang penuh menumpuk baru selesai, semua telepon yang berdering tak ada habisnya bahkan nyaris 24 jam, dan tuntutan-tuntutan lainnya membuatku ingin menghilang dalam sekejap waktu  dari duniaku saat ini. Aku ingin seperti di film-film terjebak dalam suatu dunia paralel secara tiba-tiba atau masuk dalam suatu lorong waktu yang membawaku ke suatu tempat entah apa namanya atau mungkin imajinasi yang sederhana aja deh, pergi ke suatu tempat dimana kebisingan kota, polusi suara, polusi cahaya tidak ada, tak ada mobil yang bersemerawutan bahkan suaru sepeda motor pun jarang, dimana setiap rumah punya halaman yang luas, pepohonan, dan kalaupun ada suara, itu adalah suara bel sepeda ontel yang mengajakku bersepeda di pagi hari, menikmati alam dan menghargainya, menikmati alam dalam kesendirian, menuangkannya dalam lukisan dan ketika malam menyapa aku dapat bertemu dengan bintang-bintang dan rembulan dan kehangatan dari minuman hangat bahkan sampai larut. Hmmm....rasanya nyaman, sejuk dan indah suasana itu ketika aku membayangkannya, namun masih adakah tempat seperti itu? Aku rasa itu hanyalah mimpi belaka.

Dalam beberapa hal aku menyukai kesendirian, kesepian dan kesunyian terutama saat menjelang tidur. Aku termasuk orang yang 3S (Sunyi, Sepi, Senyap) saat menuju alam tidur. Selain itu ketiga temanku, K-Family (jadi inget sebuah novel) yaitu, kesendirian, kesepian dan kesunyian, aku perlukan dalam berpikir dan merenung. Memang tidak baik jika sendirian terus, tapi tidak baik juga dalam keriuhan juga. Aku baru bisa menemukan ide-ide cemerlang, solusi jika aku dalam kondisi itu.

Seorang penulis pernah berkata padaku bahwa menjadi natural dalam menulis adalah syarat utama menjadi penulis. Maksudnya jadilah apa adanya dalam hidup. Percuma berusaha menjadi orang lain karena toh yang terkenal orang lain, bukan diri sendiri. Dalam kesendirian itu aku suka merenungkan apakah aku sudah mendapatkan diriku yang sesungguhnya karena sebenarnya sampai hari ini aku masih galau tentang diriku. Namun galau di sini bukan karena masalah cinta, aku galau karena belum menemukan diriku. Masih banyak yang belum aku mengerti dalam dunia ini. Kalau kata temanku, kita dalam masa labil menuju kedewasaan. Aku masih belum menemukan jati diriku sesungguhnya. Aku teringat sebuah film yaitu Kungfu Panda 2. Film itu mengangkat tema tentang kedamaian hati. Saat itu Po ragu tentang dirinya, dan dia mencari tahu tentang dirinya sampai dia sampai di desa yang dulunya merupakan tempat dia lahir dan dia menemukan siapa dirinya. Satu hal yang aku suka dari film itu adalah pesannya berkata bahwa 'tak peduli siapa dirimu dahulu, yang penting adalah siapa dirimu hari ini'. Masa lalu ada bukan untuk menghambat masa depan, namun sebagai anak tangga tambahan menuju masa depan. Masa lalu ada untuk dilupakan, dan masa depan ada untuk dijangkau.

Ya dalam kesendirian ini aku mendapatkan pelajaran bahkan aku lebih banyak belajar ketika aku duduk tenang sambil tidak melakukan apapun. Kedamaian hati itulah yang pertama diperlukan agar dapat menyelesaikan masalah. Tapi betul juga apa kata temanku, janganlah sampai terjebak dalam kesendirian. Kesendirian mirip pedang bermata dua, di satu sisi menguntungkan, di sisi lain merugikan. Pergunakanlah dengan bijaksana.

Filosofi Kesendirian

Posted by : Unknown
Date :Minggu, 09 Juni 2013
With 0komentar
Tag :

I Love What I Do

| Sabtu, 08 Juni 2013
Baca selengkapnya »
Seorang petenis, ketika disuruh untuk menyelam untuk pertama kalinya, mungkin dia bisa, namun dipastikan dia akan cepat kelelahan karena itu bukan bidangnya. Seorang penulis pasti dapat mendeskripsikan sebuah gambar dengan detail dan jelas, namun dia tak dapat membuat gambar yang dia lihat.

Setiap orang punya keahliannya masing-masing. Berhubung dengan tema tulisanku kali ini, tema kali ini benar-benar apa yang terjadi pada diriku. Liburan semester mungkin baru berjalan sekitar dua minggu, tapi aku sudah merasa bosan, padahal baru juga beberapa waktu kemarin aku melakukan traveling ke Karimun Jawa bersama dengan teman-teman sekampus. Tapi satu hal yang bagus adalah aku bersyukur liburan ini gak ada sangkut pautnya dengan kampus lagi, aku memang ingin menghindar dari dunia perkuliahan untuk sementara waktu dan menekuni apa yang telah tertinggal lama, yaitu menulis.

Dalam mengisi liburanku ini, beberapa waktu yang lalu aku mencoba membuat sketsa manga dalam bentuk chibi dan superdeform. Kelihatannya mudah dan memang saat aku mempelajarinya aku bisa lebih cepat mempelajarinya dibandingkan dengan aku membuat gambar adult body. Beberapa hasil karyaku memang cukup memuaskan bagi diriku sendiri. Ini beberapa hasil sketsa gambarku

Ya ini adalah beberapa gambar sketsaku yang aku buat selama liburan ini. Sebenarnya ada banyak sih, tapi aku sengaja menampilkan dua aja sebagai contoh. Kalo diperhatikan hasil sketsaku kalo kata beberapa orang tuh bagus dan lucu, tapi setelah aku perhatikan baik-baik sebenarnya ku merasa kayak bukan diriku lho. Lho maksudnya apa nih?

Begini maksudnya, aku kan seorang penulis, tentunya aku terbiasa menulis. Sebenarnya dari kecil juga aku suka membuat gambar namun hasil gambarku ya hanya sebagai pemenuh hasrat aja. Gak bisa dibilang bagus, maupun jelek. Namun aku merasa seperti kaku saat menggambar. Aku tak bisa melakukannya dengan bebas, sebebas aku menulis dan bercerita. Ya mungkin memang bukan bakatku juga kali ya.

Temanku pernah berkata, suatu hal yang membuatmu merasa terkekang sebaiknya dilepaskan saja jika tidak memberi kesenangan pada jiwamu. Maksudnya apa lagi nih? Begini, setiap orang punya passion tersendiri saat melakukan sesuatu sendiri atau bahasa mudahnya hasrat. Pada beberapa hal orang akan merasa senang dan mencintai hal yang dia lakukan, tapi pada hal yang lain ia akan merasa seperti terkekang. Ini mirip dengan hobi. Apakah hobimu itu adalah hobi yang menyiksamu? Justru enggak kan. Malah hobimu itu adalah membuatmu merasa tenang, nyaman dan menyenangkanmu.

Namun dalam beberapa hal kita tidak bisa mendapatkan apa yang kita sukai. Misalnya saja dalam pelajaran, mungkin bukan mungkin lagi ya, pasti ada mata pelajaran yang kita gak suka, tapi mau gimana lagi, wong kita mesti hadapi ya sudah hadapi, janganlah dibenci. Gak suka boleh, tapi dibenci jangan. Coba saja pelajari.

Nah bicara soal passion tadi sudah dibahas bahwa seseorang dikatakan memiliki passion jika ketika ia melakukan sesuatu dia akan melakukannya dengan sangat baik. Bukan hanya hobi saja lho, bahkan pekerjaan juga. Bagaimana cara menemukan passion ? Paling mudah adalah dari apa yang kalian sukai. Nah ini juga akan berhubungan dengan pekerjaanmu suatu hari nanti. Bukan masalah gaji yang diterima berapa, tapi yang penting ada passion gak di sana? Mau gaji gede juga tapi kalo gak ada passion itu sih sama aja kayak naro air di ember bocor. Gak bakal nyaman.

Sekarang ini akku telah menemukan passion-ku untuk menulis walau aku akui masih banyak kelemahan, tapi dengan banyak berlatih aku yakin aku bisa mewujudkan mimpiku di masa kecil yaitu menjadi penulis handal. So semangat terus.

I Love What I Do

Posted by : Unknown
Date :Sabtu, 08 Juni 2013
With 0komentar
Tag :

Kala Mentari Melambaikan Tangannya

| Jumat, 24 Mei 2013
Baca selengkapnya »

Aku masih terduduk diam di atas pasir putih. Ku nikmati gulungan ombak yang pecah di bibir pantai, merayap sampai ke betisku. Aku kemudian merebahkan diriku dengan terlentang. Ku buka kedua kakiku, ku lebarkan kedua tanganku sejauh tangan bisa menggapainya. Ku tatap langit kejinggaan. Aku tahu saat ini mentari akan pergi ke belahan dunia lain. Aku masih menikmati setiap sisa senja yang diberikan alam kepadaku.

Perlahan namun pasti, aku merasakan getaran yang cukup lembut. Dari getaran di pasir pantainya aku menebak akan ada seseorang yang berjalan ke arahku. Aku pun bangun dan kembali terduduk. Tepat saat aku bangun, aku bertemu lagi dengan sahabat lamaku. Dia si gadis yang kutemui di batu karang beberapa waktu yang lalu. Dia berjalan perlahan sambil membawa beberapa ekor ikan. Ikannya cukup besar. Dia berjalan ke arahku. Tanpa kusuruh, dia pun duduk tepat di sampingku. Senyumnya itu, takkan pernah kulupakan. Sorotan cahaya dari matanya masih bersinar sama seperti aku pertama kali bertemu. Pipi lesung satunya, bibir yang kemerahan tipis. Senyum itu masih teranyam manis di wajahnya yang kecoklatan. Rambutnya kini hanya sebahu. Aku lihat, dia ingin bersajak kembali.

"Lautan sobat, dia adalah suatu misteri bagiku. Kala ku memancing, aku tak tahu apa yang terjadi kemudian. Apakah umpanku langsung disambarnya atau tidak, apakah dia akan tenang selamanya atau tidak, aku tak tahu. Sama seperti hati manusia. Tak bisa ditebak. Apakah dia sedang bahagia atau tidak, apakah sedang bersedih atau tidak. Tapi kalau kau berada di lautan dan memancing, kau bisa mengintip ke dasar laut, karena lautan seperti kaca, dapat kau lihat walau tak sempurna gambar di bawah sana. Sama seperti hati, kau bisa mengintipnya dari wajah orang itu walau kau tak tahu pasti isi hati orang itu."

"Mengapa kau bisa yakin wajah bisa menggambarkan isi hati?" tanyaku dengan bodohnya. Dia pun tersenyum lagi dan berbisik padaku " Karena matamu adalah jendela hatimu. "

Kala Mentari Melambaikan Tangannya

Posted by : Unknown
Date :Jumat, 24 Mei 2013
With 0komentar
Next Prev
▲Top▲