Newest Post

The Legend of Shiloh Sword: Dimensi Lain

| Minggu, 07 Oktober 2012
Baca selengkapnya »
 Hai temans, kali ini aku buat sebuah cerbung seperti yang pernah aku buat yaitu "Sounds of Mountain" bisa dilihat di notes FB. Ini karya keduaku dalam bentuk cerbung. Selamat menikmati


============================Dimensi Lain======================

Mentari siang itu begitu terik. Deburan ombak yang bergulung-gulung menabrak batu karang, mengikis batuan di sana. Para kepiting yang bernaung di balik batu karang berlari-lari saat ombak datang. Mereka tak mau terbawa ombak. Sedangkan itu di pesisir pantai, langkah kaki dari sekitar 3 orang berjalan menuju batu karang.

"Hey, aku tahu tempat dimana kau bisa mendapatkan foto yang bagus."
"Benarkah? Dimana?"
"Di batu karang itu."
"Tapi apa tidak terlalu berbahaya, menurutku sangat riskan membawa kamera ini ke sana."
"Tenang. Takkan terjadi apa-apa. Lagi pula kan kau kaya, jadi klo kamera ini rusak ya kamu ganti saja."
"Hahahahahaha..."

Ya, di sana ada tiga orang. Elias, pemuda yang sangat suka fotografi, Tantiana, teman Elifas yang sangat suka dengan hasil foto Elias dan Fexar teman mereka juga. Mereka bergerak menuju batuan karang dan benar saja ketika mereka sampai di atas batu karang, Elias mendapat objek foto yang indah. Dia pun memotret view yang ada di sana. Sementara itu Fexar turun ke bawah batu karang dan dia menemukan sesuatu.

"Elias, Tantiana kemari deh cepat. Aku menemukan sesuatu nih." teriak Fexar dari bawah batu karang.
"Apa yang kau temukan? " tanya Tantiana.
"Sudah ke sini saja dulu baru nanti aku kasih tahu. Mana Elias? " bujuk Fexar.
"Tuh di sana lagi asyik motret." ucapnya sambil menunjuk Elias.
"Elias, kemarilah. Kau pasti suka." panggil Fexar.
"Tunggu sebentar ya." Elias pun berlari ke arah Fexar " Apaan sih?  Ribut amat sih."
"Elias lihat deh ini pasti kamu tertarik." ucap Fexar sambil menunjuk ke bawah batuan.

Ketika mereka berjalan ke sana, mereka mendapatkan sebuah gua yang berisi dengan kepiting dan kerang. Elias tampak takjub sebab selama ini dia tak pernah melihat binatang laut seperti kerang atau kepiting secara langsung. Dia pun langsung memotret. Dia benar-benar asyik memotret biota laut. Kemudian setelah puas. Dia melihat pulau di seberang batu karang tempat mereka berpijak. Lalu timbul ide dalam benak Elias.

"Guys, kita ke pulau itu yuk. Kayaknya menarik tuh. " ajak Elias pada kedua temannya.
"Mau ngapain ke sana? Gak ada apa-apa dan siapa-siapa juga di sana." ucap Tantiana yang gak suka terlalu cape.
"Ayolah, instingku bilang ada sesuatu yang menarik di pulau itu. Ayo kita ke sana." ajak Elias lagi.
"Baiklah kalau kau memaksa, tapi kita ke sana pake apa? Berenang? Tepar kali." ledek Fexar.
"Iya ya benar juga. Hmmm....eh itu ada perahu, ayo kita pake aja." ucap Elias.

Mereka pun segera menuju perahu kayu yang terdampar di sekitar batu karang tersebut. Tampaknya perahu itu tak berpemilik. Mereka pun segera menaikinya.

"Fexar, karena kamu badannya cukup kuat, kamu yang dayung ya. Aku yang mengendalikannya. Klo kamu Tanti, ya lakukan apa yang kau mau deh." ucap Elias seperti kapten.
"Klo gitu aku pinjem kameramu ya, aku mau foto-foto." ucap Tantiana sambil menyambar kamera Elias.

Mereka pun akhirnya melaju menuju pulau yang ditunjukkan oleh Elias. Fexar mendayung dengan sekuat tenaga, Tantiana memotret-motret raut muka Fexar sedang Elias layaknya kapten kapal dia memandang ke arah pulau yang dituju sambil mengarahkan dayungan Fexar.

Ketika jarak perahu mereka sudah tak seberapa jauh lagi dengan pulau yang mau mereka tuju, tiba-tiba terjadi sesuatu yang aneh pada perahu mereka. Ombak yang mengalun lembut menggoyangkan perahu kecil mereka tiba-tiab berangsur0angsur menjadi ombak yang yang menerpa perahu kecil mereka dengan kencang. Angin yang semula lembut, menjadi kencang. Perahu mereka bergoyang-goyang dihempas ombak yang besar. Langit yang semula biru terang menjadi kelabu. Angin kencang menerbangkan daun-daun kering dan batang pohon yang sudah rapuh. Ketakutan melanda mereka.

"Wah kenapa ini? Apa yang terjadi?" Fexar pun panik karena keadaan berubah drastis.
"Aku juga tak tahu, sebaiknya kita berhenti mendayung dan buang air yang masuk ke perahu kita. Tanti, jangan terlalu pinggir kau ke tengah saja." ucap Elias dengan takut.
"Baik..baik Apa yang harus kita lakukan sekarang?" ucap Tantiana sambil ketakutan.
"Sebaiknya kita coba bertahan saja. Kita berharap saja supaya keadaan tidak semakin buruk." jelas Elias sambil mencoba menenangkan mereka walau ia sendiri cemas.

Lalu tiba-tiba sebuah batang pohon yang cukup tua terbang entah darimana menghantam perahu mereka sehingga menghancurkan perahu itu. Mereka pun hanyut dalam gelombang ombak.

"Guys raihlah kayu yang ada supaya kalian tetap terapung. Nanti aku selamatkan kalian." teriak Elias.
Kemudian Elias pun berenang ke arah Tantiana menyelamatkannya.
"Tanti, pegang pundakku biar kau tak hanyut." Tantiana hanya bisa mengangguk pelan karena takut.
Lalu Elias berenang lagi menuju Fexar.
"Kau tak apa Fexar?" tanyanya cemas.
"Saat ini baik. Ini karena kau. Aku harap takkan terjadi yang lebih buruk dari ini." sesal Fexar.
"Ya, aku menyesal. Aku tak berpikir akan seperti ini." sesal Elias sambil tertunduk.
Mereka terapung-apung di lautan.

Kemudian ternyata keadaan bertambah buruk. Tiba-tiba ada ombak besar. Ombak itu tinggi sekali dan yang aneh adalah tempat ombak itu terjadi, yaitu di daerah batu karang. Ombak itu sangat tinggi lalu menerpa ketiga orang yang terapung lemas. Lalu ketiga itu pun hanyut dan tergiring ombak. Mereka terseret arus ombak yang besar. Mereka pun pingsan karena kelelahan. Tubuh mereka hanyut dibawa ombak sampai mereka terdampar di sebuah pulau.

Pulau tempat mereka terdampat iru sungguh asing. Tak seperti yang ada. Setelah mereka terdampar cukup lama, Tantiana pun tersadar. Ketika dia memandang sekeliling, dia merasa ada sesuatu yang familiar terhadap tempat itu. Kemudian dia mencari Elias dan Fexar dan membangunkan mereka.

"Fexar, Elias. Bangun, bangun." ucap Tantiana.
Fexar dan Elias pun terbangun.
"Ada apa sih Tanti, heboh banget. Apa sih?" jawab Fexar sambil malas-malasan.
"Coba kalian lihat tempat ini. Bukankah ini tempatnya cukup familiar?" ucap Tantiana.
Elias pun lalu bangun dengan sedikit kelelahan. Ketika dia memandang ke sekelliling, dia pun terhenyak. Elias pun mencoba berpikir, mencari memori-memori yang pernah masuk dalam pikirannya. Karena terbengon memikirkannya, ia membuat Fexar penasaran.
"Hey Elias. Apa yang kau pikirkan?" tanya Fexar penasaran.
"Kau benar Tanti. Tempat ini sudah tidak asing lagi. Ini sama seperti yang ada dalam novel tulisan F. Erbet. Kau masih ingat nama tempat ini?" tanya Elias pada Tanti.
" Ini..." Tantiana menunduk dan mengelus pasir " Ini Andamita Island."......

========================Bersambung========================

The Legend of Shiloh Sword: Dimensi Lain

Posted by : Unknown
Date :Minggu, 07 Oktober 2012
With 0komentar

Mentari Menari di Merapi

| Sabtu, 06 Oktober 2012
Baca selengkapnya »
Di pagi yang buta
Di kaki Merapi
Keheningan buyar
Si Jago berkokok
Mentari belumlah nampak
Angin masih menusuk tulang
Seberkas ca'ya belum nampak
Si Jago bersuara terang

Kulayangkan pandanganku
Pagi masih buta
Tak ada yang kulihat selain bayangan api unggun
Kujelajahi pagi itu dengan kedua bola mataku
Semburat merah kutangkap di puncak Merapi
Merapi masih aktif
Ku letakkan tanganku di kakinya
Tubuhnya masih panas
Ia masih hidup
Darah magmanya masih mengalir di tubuhnya yang menjulang

Kutangkap semburat cahaya
Mentari merangkak di balik punggung Merapi
Ia masih malu-malu
Panggilan Si Jago terus terdengar
Si Jago menyemangati Mentari
Mentari pun perlahan menampakkan wujudnya walau malu

Berangsur-angsur suasana mulai ramai
Keluarga tupai sudah bangun dari tidurnya
Burung-burung kecil berkicau memberi musik
Embun-embun sudah membasahi rumput yang bergoyang
Suasana sudah semarak
Mentari pun mulai menari bersama Merapi
Merapi mengepulkan semburat asap
Seeperti pertunjukkan panggung
Mentari menebarkan cayanya menembus asap Merapi
Mentari makin naik ke atas Merapi
Pagi itu indah sekali
Suatu harmoni yang indah
Antara caya Mentari dan kabut Merapi

Mentari Menari di Merapi

Posted by : Unknown
Date :Sabtu, 06 Oktober 2012
With 0komentar

Suatu Hari di Bandara Husein Sastranegara...

| Minggu, 30 September 2012
Baca selengkapnya »
Akhirnya aku bisa menulis lagi. Sudah lama rasanya aku tak menulis kali ini aku menulis lagi. Kali ini aku mau cerita ketika aku ke Bandara Husein Sastranegara. Wah, ada apa ini? Apakah aku akan melakukan perjalanan jauh ke luar pulau? Oooh...bukan, berhubung dengan ulang tahun kota Bandung yang ke-202 kemarin tanggal 25 September, kali ini diadakan pertunjukan air show di Bandara Husein Sastranegara, bandara kebanggaan Bandung.

Kali ini aku tidak sendirian, aku ditemani dengan teman lamaku yaitu Nicho atau biasa kusebut Ncky. Ini dia orangnya.
Setelah bertemu di tempat biasa nongkrong, kami pun langsung menuju ke bandara. Nah karena banyak pengunjungnya, kami kebagian tempat parkir yang dekat dengan rel kereta api, yang artinya perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki untuk mencapai bandaranya. Cuaca saat itu panas tapi mendung, berawan tepatnya.

Setelah berjalan cukup lama, kami sampai dan saat itu kami melihat antrian cukup panjang. Aku pun berpikir wah kayaknya menarik nih tahun ini soalnya sekitar dua tahun lalu aku ikut menonton air show tak terlalu menarik. Setahuku, dengan menggunakan kartu ajaib (maksudku kartu mahasiswa, hehehe) aku bisa dapat potongan harga eh tapi rupanya tidak. Harganya 15 K IDR -okelahkalobegitu-. Kemudian kami masuk dan ketika kami masuk, jeng jeng jeng, yah sungguh mengecewakan. Ketika aku ke sana, hanya crowded  yang kutemukan seperti inilah contohnya






Nah yang terbesit dalam pikiranku saat itu adalah mencari sesuatu untuk dibawa pulang, yah walaupun tak ada yang menarik, tapi biarlah yang penitng jangan ampe sia-sia udah bayar tiket mahal tapi sebenarnya gak mahal sih cuman lagi pengen irit aja jadi bilang mahal hehehehe. :p
Oh iya ini nih tiketnya

Nah apa aja sih yang aku lakukan selama di pameran itu? Yang pertama adalah aku ama Niko muter-muterin stand. Ga tahu kemana tapi pengen cari yang gratisan kayak food tester gtu deh, tapi yang gratisan cuman keripik doank. Aku kira ada makanan kayak dulu aku pernah ikutan juga. Trus masih jalan di stand, ada stand Paskhas. Disitu segala macam senjata dan perlengkapan perang ada tapi sayangnya gak boleh dicoba-coba untuk berfoto seperti dua tahun lalu aku berfoto menggunakan masker dan helm. Bahkan senjata aja sampai dirantai. Tepat disebrangnya ada tumpukan buku. Niko pun langsung nyebur ke situ dan menemukan sebuah buku yaitu Tak Tik Blog. Menarik juga buku ini pikitku maka kami membelinya. Itu yang pertama

Yang kedua adalah ngantri beli sosis dari Rumah Sosis Mobile to Go. Antrian na uju bileh, puanjang tapi gak sepanjang orang ngantri sembako. Jelaslah wong mbayar. Coba gratis pasti panjang wkwkwkw (pencari gratisan, motto : Pasti ada gratisan)

Cukup kesal juga dengan antrian yang panjang dan lama apalagi ditambah dengan insiden genset yang nyala mati tapi akhirnya aku dapat juga. Aku beli yang blackpapper. Ini fotonya

Itu adalah hal kedua yang dibeli. Nah ini aja nih yang dibeli dimulai dari urutan membelinya yang ketiga adalah kopi, tapi hanya Nicho yang beli, aku bukan penikmat kopi, aku lebih suka teh. Lalu
setelah kopi, kami pun segera keluar karena sudah bosan dan makanan yang terakhir adalah bacil. Setahuku bacil itu baso kecil tapi rupanya sudah ganti nama jadi baso cilok. Oh ya ini dia foto-fot lainnya.



Ya begitulah yang aku lakukan di Bandara Husein Sastranegara. Ohya ini sebagai penutup di ceritaku, aku juga foto-foto secara asal beberapa spot yang mungkin akan menarik pemikiran kalian. Ini foto aku ambil dengan asal tapi rupanya memiliki makna setelah diteliti
OK sekian ya.






Suatu Hari di Bandara Husein Sastranegara...

Posted by : Unknown
Date :Minggu, 30 September 2012
With 0komentar
Tag :

I Love You

| Sabtu, 22 September 2012
Baca selengkapnya »
Sebuah surat kecil datang ke rumahku sore ini. Entah surat dari siapa dan untuk siapa. Tak ada sedikit pun tulisan di amplopnya kecuali sebuah tulisan kecil di muka amplopnya yang bertuliskan "I LOVE YOU" Tercetak tebal dan benar-benar tak kata-kata lain selain "I LOVE YOU". Aku penasaran dari siapa surat ini. Aku pun buka secara perlahan amplop surat itu lalu aku dapatkan dua lembar kertas. Begini isi dari surat itu.

Seorang pria ganteng yang mengatakan I love You pada seorang wanita cantik akan dianggap hal yang biasa dan sewajarnya malah. Seorang pria tua yang mengatakan I love You pada seorang wanita tua mungkin masih dianggap biasa saja, namun pernahkah kau mendengar I Love You yang berbeda?

Selama hidupku ini, aku suka berpetualang. Aku pergi dari Gunung Kilimanjaro lalu naik ke Gunung Himalaya. Kemudian aku turun ke India, daerah Calcuta lalu berlayar ke Srilangka. Dari Srilangka aku lanjutkan pelayaranku ke Benua Australia, benua yang melompat. Lalu aku ke Indonesia, negri seribu pulau, kemudian aku kembali berlayar di sepanjang pantai timur Asia, ke Thailand, Korea, dan Jepang. Perjalananku pun berakhir di Pulau Hawai. Selama perjalananku yang panjang itu, aku menemukan banyak hal yang selama ini tidak aku temui di bangku kuliah.

Sebetulnya aku hanya menemukan satu yaitu cinta namun cinta itu berubah-ubah dalam bentuk yang bermacam-macam. Hukum Fisika tak berlaku di sini. Hukum Kirchoff, Hukum Gauss, Teorema-teorema yang selama ini aku dapatkan tak yang berlaku.

Cinta, berubah ke dalam bentuk, dari bentuk dan keluar dari bentuk. Tak peduli siapapun dirimu, seorang laki-laki atau perempuan, seorang saleh atau murtad, seorang presiden atau terorist, seorang pembunuh atau dokter, seorang perempuan baik-baik atau pelacur, seorang kawan atau lawan, seorang terpenjara atau bebas, orang baik atau jahat atau tak peduli siapapun dirimu, ada satu hal yang bisa membuatmu. Bukan uang atau harta, bukan tahta atau kuasa, tapi cinta. Setiap orang bahkan setiap insan yang hidup kemarin, kini ataupun nanti semuanya, butuh cinta.

Karena itu, sudahkah kau bilang I Love You pada seseorang hari ini? Puaskanlah orang lain dengan tiga kata ajaib ini.

I  L O V E  Y O U


Entah mengapa, tapi tiba-tiba aku terinspirasi dengan selembar surat nyasar yang aku temukan di depan rumahku. Kemudian aku segera ke tempat foto kopi, aku kopi sejumlah beberapa lembar kertas dan aku masukkan masing-masing ke satu amplop dan setiap amplop aku tuliskan tulisan yang sama, "I Love You"

Pesan yang ditulis oleh penulis surat itu adalah seberapa pedulikah kita dengan lingkungan sekitar kita? Hidup memang keras dan cepat,tapi janganlah sampai kita melupakan orang-orang yang selama ini berada di sekitar kita, entah keluargamu, saudaramu, temanmu bahkan sahabatmu. Jadilah orang yang lebih peduli lagi dengan mengatakan "I LOVE YOU"

:) 

I Love You

Posted by : Unknown
Date :Sabtu, 22 September 2012
With 0komentar

Mensyukuri Hal yang (hampir) Mustahil Disyukuri

| Kamis, 13 September 2012
Baca selengkapnya »


Minggu ini adalah minggu yang berat bagiku. Ya mungkin bagiku kali ini berat, tapi aku sendiri heran dengan diriku sendiri. Walau aku berpikir ini berat tapi aku bisa melakukannya dengan baik dan tepat waktu. Tugas-tugas yang menumpuk di penghujung weekdays, lalu belum lagi dengan kuis-kuisan yang ada di kuliah yang besok aku akan aku hadapi, tapi itu semua bisa aku lalui satu persatu.

Sejak hari Senin hingga hari ini aku begadang terus. ya mungkin menurutmu belum begadang karena aku akan tidur ketika hampir jam 12, tapi bagiku itu sudah kukatakan begadang. Capek dan lelah setiap hari menemani hari-hariku sehingga waktu untuk menyapa teman-temanku yang berada di tempat yang jauh sedikit berkurang, tapi aku tetap akan menjalin hubungan yang ada supaya tetap berjalan dengan baik.

Walau aku selalu merasa kelelahan, aku tetap melakukan kebiasaan baikku, yaitu doa pagi plus doa malam. Selain itu aku juga mau bikin kebiasaan baru yaitu selalu berhenti sejenak di depan gereja yang aku lewati sekadar untuk menyebut nama Tuhan, karena aku tahu suatu saat aku akan benar-benar dibikin sibuk

Namun atas semua itu aku benar-benar bersyukur. Aku baru sekarang merasakan betapa susahnya hidup ini, maksudku untuk kuliah. banyak teman-teman yang aku kenal mau kuliah di tempat aku kuliah sekarang tapi gagal, sedangkan aku yang gak tahu apa-apa bisa. Trus aku naik ke tingkat 2, masih dapat beasiswa juga. Kemarin aku cek rekening BNIku karena ada pemberitahuan lewat sms katanya ada uang masuk dan benar saja ada uang beasiswa masuk ke rekening aku. Apalagi kalau bukan karena faktor keberuntungan. Aku sangat bersyukur pada Tuhan.

Ada banyak hal dalam hidup ini yang bisa aku syukuri tapi aku tak mau membeberkan semua di sini karena akan sangatlah banyak dan tak akan cukup waktu dan tempat untuk menulisnya karena aku juga sebenarnya telah lelah, tapi perhatikan tulisanku ini

Orang yang tidak pernah bersyukur, tidak akan pernah mendapat apapun dari Tuhan. Orang yang selalu bersyukur, akan menganggap segala yang dari Tuhan itu baik, walau yang terlihat mata itu sepertinya buruk, tapi sesungguhnya itu baik adanya.

Buat yang baca tengah malam, met tengah malam ya. Aku mau tidur.

Bye

Mensyukuri Hal yang (hampir) Mustahil Disyukuri

Posted by : Unknown
Date :Kamis, 13 September 2012
With 0komentar
Tag :

Galau Akut

| Minggu, 09 September 2012
Baca selengkapnya »

Aku suka sekali dengan fotografi, maksudnya suka liat-liat foto-foto yang bagus. Tapi kalau untuk menjadi fotografer, kayaknya aku gak bisa soalnya aku gak punya kamera. Camera pocket saja tak punya apalagi DSLR. Wuih...harganya gila bo. Itu sama aja kayak bayar biaya kuliah aku 1 semester lebih lho. Tapi aku cukup menikmati objek-objek foto, terkadang juga aku jadi fotografer dadakan.

Saat aku sedang mumet karena tugas yang berat, aku coba lihat-lihat foto. Dimana? Di weblah pastinya karena aku gak ada waktu untuk keluar rumah. Aku buka search engine dan kuketikkan sembarang kata. Yang muncul adalah gambar di atas. Entah kenapa aku ambil gambar itu dan aku seakan-akan terinspirasi dengan gambar yang aku ambil ini. Kalau aku perhatikan, digambar ini ada seorang bocah yang kira-kira umurnya 14 tahun sedang terduduk sendirian, kepalanya menunduk. Sepertinya dia menangis. Kalau aku perhatikan, dia seperti dalam suasana kesendirian dan habis menerima sesuatu yang berat untuk umur seusianya. Dia sendirian dan tak ada yang memperhatikannya. Ia seperti kelihatan telah kehilangan sesuatu yang mungkin menurutku adalah sesuatu yang sangat berharga baginya. Kalau bahasa anak sekarang sih lagi kena galau stadium 4. Widdiiihh...kayak penyakit aja ya. Tapi emang, kesedihan yang mendalam akan membuat kita sakit.

Aku lupa kapan terakhir kali aku menangis, benar-benar menangis yang sangat mendalam. Mungkin karena kejadiannya hanya sekali kali ya jadi aku lupa, tapi aku suka mendapat cerita dari teman-temanku yang saat itu sedang bersedih. Cerita yang paling aku ingat adalah cerita temanku, Reza waktu Ibu Subagyo berpulang sekitar sebulan yang lalu. Dia sangat sedih bahkan walaupun Ibu bukanlah orangtua kandungnya, tapi Reza benar-benar merasa kehilangan. Aku juga ikut merasakannya. Sewaktu beberapa hari aku ke rumah Pak Bagyo, aku merasa suasana rumah itu begitu sepi. Biasanya ketika aku ke rumah Pak Bagyo, pasti ada Ibu yang menyambut aku, trus nawarin masakannya ke aku untuk makan di sana bareng ama Reza. Selain itu beliau suka cerita-cerita gitu tentang Reza. Aku sih senang-senang aja wong namanya juga orang yang sudah tua, pasti suka cerita, jadi ya aku nikmati saja. Tapi hari itu suasana begitu kosong. Tak ada yang secara spesial menyambutku, menawarkan makanan untukku, atau membagi cerita-cerita kepadaku. Ya, mungkin inilah arti dari kehilangan, kesedihan yang dirasakan oleh Reza.

Ketika kita kehilangan sesuatu, maksudku orang yang paling kita kasihi, kita pasti akan sangat sedih. Namun janganlah kesedihan itu membuat kita kena penyakit galau akut #halah#. Justru sebaliknya, seharusnya ketika kita ditinggal pergi (dalam hal ini mati), kita mesti yakin, bahwa keadaannya justru lebih baik dibandingkan ketika ia hidup. Yakinlah ada pengharapan setelah kematian. Ada jaminan setelah kematian bahwa kita akan bertemu kembali dengan dia yang telah dahulu pergi. Apa jaminannya? Yesuslah jaminannya. Dia menjamin kehidupan kekal itu. Lantas janganlah galau lagi, apalagi kalau sampai galau akut, itu hanya menyusahkan diri sendiri. Istilah sarkasnya yang mati aja gak repot gitu. Hehehehe....

Selama masih ada langit biru, mentari kuning, awan putih, bintang gemerlap, pohon hijau, yakinlah bahwa Tuhan selalu bersama kita dan Dia mengerti kita.

Seperti yang temanku selalu katakan padaku.
GALAU = GOD ALWAYS LISTENING, ALWAYS UNDERSTANDING

:D :D :D

Galau Akut

Posted by : Unknown
Date :Minggu, 09 September 2012
With 2komentar

Makna Dari Bersyukur

| Jumat, 07 September 2012
Baca selengkapnya »
"Bersyukur selalu. Bahkan saat kau tak punya alasan untuk bersyuur, bersyukurlah karena kamu menemukannya."

Bicara soal bersyukur,siapa sih yang gak seneng kalo dapat sesuatu yang diharapkan? Semua pasti merasa senang apalagi dapet hal yang tak terduga sebelumnya. Wuih kayak ketimpa duren deh. btw aku agak aneh ama orang yang gak suka duren padahal nikmat dan muantappss...... OK balik lagi. Kita bisa bersyukur karena kita mendapat sesuatu yang baik. Tapi apakah pernah kita bersyukur karena hal yang tidak baik? Rasanya hampir tidak pernah ya. Tapi sesungguhnya kita harus bersyukur lho atas segala hal seperti yang firman Tuhan katakan. Aku mau share sedikit pengalaman aku nih.

Tingkat 2 di perkuliahanku kali ini mungkin yang terberat bagiku untuk saat ini. Apalagi kemarin, aku benar-benar dibuat lelah sampai-sampai tanganku cape hanya untuk membuat tugasyang kurang gila tuh banyaknya. Setiap pagi sebelum aku keluar kamar, aku selalu menyempatkan diriku untuk membaca sebuah renungan. Yah hanya baca saja, tanpa membuka Alkitab karena menurutku ayat yang di artikel itu sudah cukup buatku. Setelah membaca, aku pun berdoa. Aku selalu berdoa untuk meminta kekuatan untuk menjalain kuliah pagi itu karena aku tahu kuliahku berat, aku jadi bilang ke Tuhan semoga dapet kekuatan untuk satu hari penuh. Keluar kamar sambil tersenyum dan melakukan sedikit aktifitas sebelum pergi kuliah. Malamnya setelah mengerjakan tugas dan sedikit berchating ria, aku baca Alkitab dan buku refleksi dan tentu ku tutup hari itu dengan doa mengucap syukur untuk hari itu.

Nah karena kebiasaan itu, setiap aku bangun pagi setelah berdoa, aku bisa melakukan kuliah lebih dari biasanya. Aku bisa bertahan untuk tidak makan seharian tapi tetap minum, namun aku tetap kuat walau sedikit ngantuk, namun karena aku selalu bersyukur di pagi hari, rasa kantuk pun hanya sementara. Selain itu karena kebiasaanku itu, aku bisa tidur larut dan bangun pagi buta. Padahal aku gak bisa tidur bentar, tapi aku bisa melakukannya dan hebatnya aku tetap sehat dan gak terlalu stress juga.

Rasa syukur itu sebenarnya sangat diperlukan supaya kita bisa lebih siap menghadapi hari. Bersyukurlah selalu. Memang ada banyak alasan yang membuat kita enggan bersyukur kayak aku, kuliah siang, trus tugas padat,trus pulang malam, trus praktikum ada dua kali dalam seminggu, tapi karna bisa menikmati dan mensyukurinya  jadi berbeda. Kita harus menikmati segala hal yang kita punya. Hanya punya uang 10 ribu di dompet? Berstukurlah karena banyak jaman sekarang ini pengemis. Hanya punya telor dan nasi untuk makan? Bersyukurlah karena banyak yang makan makanan porsi 'kucing' (jadi inget waktu pertama kali ke Jogja makan nasi kucing.....:)). Belum punya pacar? Bersyukurlah karena kita punya banyak waktu luang. Diputusin pacar? Bersyukulah karena artinya kita bisa dapetin yang lebih baik.

Pokoknya bersyukur deh ama apa yang kita punya kayak lagunya Dmasiv.
Syukuri apa yang ada....hidup adalah anugrah....
Tetap jalani hidup ini.....melakukan yang terbaik.....



Makna Dari Bersyukur

Posted by : Unknown
Date :Jumat, 07 September 2012
With 0komentar

Thankyou My Lord

| Senin, 03 September 2012
Baca selengkapnya »
Badan pegal-pegal, punggungku yang tegak setegak batu karang, membungkuk sementara waktu.Jari-jari tanganku kram seperti singa mencekram mangsanya #halah#. Di awal bulan September ini, aku dibebankan tugas kuliah, yang sebetulnya tidak besar, tapi berat buatku apalagi matakuliahnya yang gak terlalu aku sukai yaitu programming, kecuali kalau pakai bahasa yang sudah aku kenal seperti Basic dan Java. Dan karena emang dasarnya aku gak terlalu suka, jadi aku sedikit kesulitan dengan tugas mata kuliah ini. Tugasnya sebenarnya hanya dua tapi yang satu harus dikirim online dan yang satu dipertemuan berikutnya. Untungnya waktunya bedanya, tapi untuk tugas yang dikirim lewat internet cukup membuatku menjadi seorang kuli.

Selama kurang lebih tiga hari tiga malam //jadi inget iklan// mencari pertolongan sambil sekalian diskusi. Aku coba sms semua teman yang kemungkinan bisa aku ganggu dan akhirnya ketemu juga ada Wisnu dan Ananda dari IF yang bisa membantu aku. Tadi sore setelah kuliah aku ke labtek if tempat biasa anak-anak if ngumpul dan aku ketemu dengan Ananda. Aku pun mengeluarkan laptop.

Ohya bicara soal laptop, itu adalah laptop baruku. Akhirnya punya laptop juga di semester 3 jadi bisa membantu aku untuk menyelesaikan tugas-tugasku. Aku belinya hari Sabtu kemarin tanggal 1 September #Sombong ceritanya, hehehe# Puji Tuhan juga aku punya laptop. OK balik lagi.

Kemudian kami mulai diskusi dan aku minta templatenya. Kemudian Wisnu datang juga. Aku pun mensharekan apa yang sudah aku kerjakan. Setelah beberapa lama, aku pun pulang dengan membawa ide-ide yang aku dapat. Aku tak mengerjakannya di kampus. Entahlah, merasa kurang nyaman saja. Jadi aku bawa pulang.

Setelah sampai rumah, aku lihat jam menunjukan jam setengah 5. Tak ada orang di rumahku. Untung ada kunci cadangan yang aku bawa. Kemudian aku masuk kamar dan sedikit berleha melepas penat. Kemudian mandi untuk mengurangi emosi dan makan mie baso karena lagi males masak. Setelah selesai aku mulai mengerjakan tugas. Tak lama mamaku datang dan pergi lagi lalu bapakku datang dan pergi juga sambil ditemani Yemi, adikku, aku tetap melanjutkan tugas yang menumpuk karena tugas ini harus dikirim paling lambat jam 12 tengah malam.

Akhirnya setelah mata melotot depan laptop dan otak bekerja keras, beres juga tugasnya. Kemudian tugas itu aku upload dan aku beres juga. Aku pun meregangkan badanku. Ketika aku meregangkan badanku, semua sendiku bunyi. Kayaknya karena kelamaan juga.

Ada satu hal yang menarik selama aku mengerjakan tugas ini. Waktu seperti berpihak padaku. Biasanya waktu berjalan cepat, tapi kali ini waktu berjalan lambat sehingga aku bisa mengerjakan tugasku dengan baik. Entah apa yang Tuhan lakukan bagiku, tapi itu sungguh sangat membantuku. Seperti yang dulu temanku katakan, "It's a gift" Itu adalah anugrah dari Tuhan buatku supaya aku bisa mengerjakan tugas dengan baik. Aku bersyukur bisa menyelesaikan tepat waktu. Soal hasil tak lagi jadi masalah buatku, yang penting on time.

Thankyou My Lord........

Thankyou My Lord

Posted by : Unknown
Date :Senin, 03 September 2012
With 0komentar
Tag :
Next Prev
▲Top▲