Newest Post

Kala Liburan Telah Berakhir

| Minggu, 26 Agustus 2012
Baca selengkapnya »



Aaah..sudah tanggal 26 Agustus rupanya. Bagi yang masih sekolah dan kuliah berarti ini adalah hari terakhr buat liburan karena besok, sebagian besar sudah mulai kembali disibukkan dengan kegiatan belajar dan kuliah. Bagi anak-anak yang kuliah besok adalah hari pertama kuliah dan awal yang baru untuk memulai segala sesuatunya. Kalau yang nganggur ya, jadi tambah nganggur karena teman-temannya udah mulai sibuk lagi untuk mempersiapkan besok hari.

Aku juga seperti itu, walau mungkin gak terlalu keliatan. Besok adalah hari yang baru buatku. Hari yang masih menjadi misteri bagiku. Hari yang penuh dengan tantangan. Setelah kurang lebih 3 bulan melakukan liburan panjang yang melelahkan, menyenangkan, mengesankan dan mungkin liburan yang akan sangat aku rindukan karena ada sesuatu yang sangat mengesankan di antara 3 bulan itu yang masih bisa aku ingat, tapi aku gak mau membahasnya di sini, takut terkena penyakit Galau Akut #halah!

Waktu liburan sudah hampir usai, sudah waktunya bagi yang sekolah mempersiapkan buku-buku sekolah untuk menghadapi hari esok, lalu menyetel alarm jam 5 pagi biar bangunnya gak kesiangan karena selama liburan, bangunnya jam 10 pagi. Selain itu mempersiapkan pakaian sekolah dan melakukan sistem kebut semalam kalau ada THR (Tugas Hari Raya) yang belum beres, tapi kalau yang THR-nya udah beres tinggal menyiapkan alat tulis yang ikut liburan juga. Setelah beres waktunya mengeset otak untuk kembali terjun dalam buku pelajaran yang mungkin bagi sebagian orang memuakkan, membosankan, tapi harus dilakukan juga.

Bagi yang kuliah, besok adalah hari pertama kuliah dan khusus bagiku, kuliahnya adalah kuliah siang jadi gak banyak yang terlalu berbeda. Palingan aku harus menyiapkan lembaran loose leaf yang baru dan alat tulis yang baru. Lalu aku juga mengecek pakaian apa yang akan aku pakai besok dan mengecek nomor teman-temanku apakah masih aktif semua karena biasanya kalau ganti tahun ganti nomer. Selain itu aku perlu mengecek jadwal lagi dan mungkin mengecek uang kali ya biar aku bisa mengatur keuanganku selama seminggu terakhir ini di bulan Agustus. Banyak persiapan yang harus aku siapkan besok dan ketika aku bertanya pada teman-temanku, ada yang membantu ada yang tidak, tapi tak mengapa setidaknya semua info yang aku perlukan sudah ku dapatkan.

Setiap aku memulai sesuatu yang baru aku selalu membayangkan sesuatu yang tak terduga terjadi. Seperti unsur uranium yang letupan-letupannya tak terduga dan kemudian meledak di saat yang tiba-tiba. Kuharap aku menemukan misteri-misteri yang perlu dipecahkan dengan sains, teknologi dan seni. Tak peduli orang berkata apa, tapi aku berharap aku bisa memulainya dan mengakhirinya dengan baik, bahkan lebih baik daripada aku memulainya. Aku ingin petualangan-petualangan yang menuntut imajinasiku dan mengajak tanganku menari dan kakiku melompat. Aku ingin mendobrak segala halangan, segala rintangan, segala batasan dan mengumpulkan semua, memepatkan, memadatkan dan kemudian kupecahkan menjadi menjadi bintang-bintang kecil di langit malam.

Aku ingin berpetualang sejauh yang aku bisa bahkan melebihi batas normal.

Kala Liburan Telah Berakhir

Posted by : Unknown
Date :Minggu, 26 Agustus 2012
With 0komentar

Permen Lolipop

| Sabtu, 25 Agustus 2012
Baca selengkapnya »

Hmmm....aroma gulanya yang mengundang selera, warnanya cantik, dan rasanya yang manis, membuat setiap orang ngiler ingin merasakannya. Siapa sih yang gak pernah mencicipi permen lolipop yang terbuat dari gula-gula ? Aku punya sebuah kisah unik tentang permen lolipop ini. Kisah tentang dua orang sahabat kecil waktu aku berlibur.

Sebutlah kedua sahabat kecilku itu adalah Toni dan Dika. Mereka anak kelas 4 SD. Mereka punya kegemaran yang sama yaitu makan permen apalagi dengan lolipop, mereka sangat menyukainya bahkan tak jarang karena mereka pecinta lolipop, mereka harus datang ke dokter gigi dua kali dalam 6 bulan, karena mereka sangat suka menguyah permen lolipop.

Suatu kali ketika aku datang ke taman, aku lihat Toni sedang duduk sendirian di ayunan. Aku mendekatinya dan bertanya.
"Hai Toni, dimana Dika?"
"Oh, dia lagi pergi beli permen kok mas." jawabnya

Tak berapa lama datanglah Dika sambil membawa dua batang lolipop.
"Hai Mas!" sapanya
"Hai!" balasku

Aku melihat ada yang aneh dengan kedua batang lolipop itu. Yang satu lolipopnya besar, yang satu lebih kecil. Ketika Dika memberikan lolipop kecil itu buat Toni, langsung berubahlah wajah Toni menjadi cemberut.
"Dika, kok yang kecil sih? Aku maunya yang gede." gerutu Toni.
"Enak aja. Kan aku yang udah capek jalan jadi aku dapet yang gede. Kalo kamu kan gak ngapa-ngapain jadi yang kecil aja." elak Dika.
"Tapi kan aku tadi ngasih uangnya sama gedenya dengan uang kamu. Kok curang banget sih. Siniin permen kamu."

Tak berapa lama pun suasana menjadi panas dan hampir saja mereka berkelahi. Untungnya aku ada di sana sehingga dapat melerai mereka. Kemudian aku bertanya pada mereka.
"Coba ceritakan kejadiannya"
Lalu Dika pun menjawab
"Jadi begini, aku pengen beli permen lolipop, aku punya uang 3000, trus Toni juga mau jadi dia nitipin uangnya ke aku. Uang dia 2500. Nah aku sukanya lolipop yang gede, kalau Toni yang kecil. Nah yang gede kebetulan harganya 2000 sedangkan yang kecil 500...."
"Tuh..berarti ada sisanya kan. Mana sisanya. Sini jangan kamu ambil uangnya." Toni menyela dan hampir saja dia melayangkan tinjunya pada Dika.

Dika pun melanjutkan.
"Tunggu Toni, jadi aku beli satu yang gede yang buat aku, nah ini di keresek ini, aku beli lagi " Dika pun menunjukkan isi keresek tersebut yang dipegang olehnya sedari tadi kepadaku dan juga Toni.
"Lho, ini punya siapa Dika?" tanyaku penasaran.
"Ini punya Toni mas. Dia kan suka yang kecil-kecil." jawabnya polos

Toni yang melihat permen lolipop kecil yang banyak itu untuk dirinya, tersenyum pada Dika.
"Makasih ya Dika. Kamu baik deh. Maafin aku ya."
Dika pun mengangguk senang dan kemudian kedua sahabat kecilku itu pun pergi berlari sambil menghisap permen lolipop mereka.

Itulah kisah di balik permen lolipop. Seorang anak kecil yang polos, menunjukkan kebaikan hatinya dengan polos bahkan memberi lebih. Terkadang aku suka berpikir, kok bisa ya mereka melakukannya disaat orang yang lebih dewasa dari mereka ketika melakukan sebuah kebaikan malah menggunakan perhitungan yang detail. Aku sungguh senang masih bisa melihat sebuah kebaikan hati yang sesungguhnya yaitu tak memperhitungkan kebaikan yang dia lakukan walau hanya permen lolipop, tapi maknanya lebih dalam, dari permen lolipop yaitu ketulusan.

Permen Lolipop

Posted by : Unknown
Date :Sabtu, 25 Agustus 2012
With 0komentar
Tag :

Semalam di Taman Getsemani

|
Baca selengkapnya »
Lemparkanlah
Buang saja
Pecahkan
Tinggalkan saja
Tendang keluar
Hancurkan
Ludahi
Bakar
Patahkan
Tikam

Kengerian begitu menyelimutinya
Cahaya matahari tak lagi Dia lihat
Bayang-bayang maut menghantuinya
Keterpisahannya dari Sang Khalik begitu membuatNya takut
Bukan
Bukan paku yang menusuk tanganNya yang membuat Ia takut
Bukan tombak yang menikam lambungNya yang membuat Ia gemetar
Bukan
Tapi keterpisahanNya dari Sang Khalik yang membuat Ia takut
Ditinggalkan seorang diri mengangkat semua beban yang membuat Ia lemah

Kengerian itu begitu menakutkan
Dipisahkan dari Sang Khalik
Yang selama ini selalu bersama-sama
Namun kelak Ia akan terpisah
Seorang diri
Yang selama ini menjadi teman diskusi
Menjadi musuh yang menyerang diriNya
Ketakutan itu begitu menyelimutinya
Padahal kejadiannya belumlah terjadi
Namun Ia telah melihat semua itu akan terjadi

Tertinggal
Sendirian
Dikucilkan
Diludahi
Dikhianati
Dicambuk
Dicemooh

Semua itu akan Ia hadapi
Padahal semua itu belum terjadi
Namun ketakutannya begitu dahsyat
Terbayang sudah apa yang akan Dia alami
PeluhNya mengucur deras
Karena Dia sangat takut

Bukan
Bukan cambuk yang membuat Ia takut
Bukan paku yang membuat Ia gentar
Bukan salib yang membuat Ia gemetar
Bukan

Terpisah dari Sang Khalik
Menjadi seorang diri dalam menanggung beban
Ditinggalkan Sang Khalik
Ia sangat takut

PeluhNya mengucur
Peluh hilang
DarahNya mengucur
WajahNya yang terang
Menjadi pucat
Ia ketakutan
Ia berdoa lebih sungguh-sungguh
Badannya gemetar hebat
Ia gentar menghadapinya

Seorang malaikat pun datang
Malaikat itu memancarkan cahayanya
Malaikat itu memberikan kekuatan padaNya
Supaya Ia kuat untuk menghadapi hari yang akan Ia hadapi
Pulihlah kekuatanNya
Ia telah mendapat kekuatan baru
Ia siap untuk menyelesaikan tugasNya
Yaitu
Menyelamatkan orang yang percaya kepadaNya

Semalam di Taman Getsemani

Posted by : Unknown
Date :
With 0komentar

Cerita Anak SMA

| Kamis, 23 Agustus 2012
Baca selengkapnya »
Bicara tentang masa SMA, masa SMA memang begitu indah dan tiada duanya, apalagi bicara soal cerita cinta anak SMA. Ngomong-ngomong soal SMA, ada banyak cerita di masa SMA yang sampai sekarang masih bisa aku ingat. Ada banyak hal terutama puisi-puisi saat SMA yang aku buat waktu SMA, waktu aku ngalamin cinta monyet. Setlah aku lihat-lihat dan pikir-pikir lagi aku jadi ketawa sendiri. Ini dia beberapa

Coba Rasakan

Ketika matahari bersinar terang,
Coba rasakan hangatnya.
Ketika bulan purnama,
Coba rasakan kesejukkannya.
Ketika hujan mulai turun,
Coba rasakan dinginnya.
Ketika pelangi membusur di awan,
Coba rasakan keceriannya.
Ketika kamu terjatuh,
Coba rasakan sakitnya.
Ketika kamu duduk di pohon rindang,
Coba rasakan teduhnya.
Ketika seseorang sedang bahagia,
Coba rasakan kebahagiaannya


Namun yang menjadi pertanyaanku,
Apakah bila seseorang mengagumimu,
Dapatkah kau merasakannya?
Bila seseorang memujamu,
Dapatkah kau merasakannya?
Bila seseorang sedang mengasihimu,
Dapatkah kau menikmatinya?
Dan….

Apakah jika aku orang yang mengasihimu,
Dapatkah kau menerimanya?
Dapatkah kau merasakannya?
Dapatkah kau melihatnya?

Aku tak minta kau melihatku,
Tapi,
Aku minta kau melihat cintaku.
Cinta suci yang belum kotor.
Cinta yang jernih.

Ia bagaikan mata air.
Turun dari hulu sungai,
Pergi menuju hilir,
Mati di lautan,
Dan,
Ia pergi ke awan
Supaya ia dapat dirasakan oleh setiap orang.


Jadi,
Coba kau rasakan nikmatnya cintaku,
Bukan nikmatnya diriku.
Tapi,
Rasakanlah cintaku.
Coba rasakan itu.
Puisi yang di atas adalah puisi waktu aku lagi kasmaran dengan salah satu cewe di kelasku. Ada lagi puisi yang lainnya dan mungkin aneh juga bagiku, kok bisa ya.
 Hidup Belum Berakhir
Aku tidak mengerti akan ini
Aku tidak mengerti akan itu
Semuanya seperti misteri
Ia takkan mudah kupecahkan

Aku telah mencoba
Aku sudah memprediksi
Aku sudah mengatur

TAPI SEMUA GAGAL

Semua ini percuma
Aku bingung
Aku merasa
AKU INGIN MATI SEKARANG

Di kala aku gundah
Seorang sahabat mengulurkan tangannya
Dia bilang
Ayo kawan
Hidupmu belum berakhir
Permainanmu belum usai

Aku pun terhenyak
Aku sadar
Aku telah salah jalan

Hidup itu layaknya arcade game
Ketika kau gagal, itu belum berakhir
Kau bisa mengulangnya

The game isn't over yet
You can restart again

Kalau puisi yang satu ini aku bikin waktu teman dekatku tinggal kelas dengan  maksud menghibur temanku karena ada dua orang sahabatku yang tinggal kelas dan salah satu diantaranya memang yang paling deket. Aku bayangkan kelas terasa sepi karena dia yang suka ngebanyol di kelas 1.

Lain lagi dengan puisi yang ini. Bacalah baik-baik

Baca dengan pelan-pe l a n....
Sengat matahari mulai muncul
Di pagi ini aku merasa kedinginan
Padahal matahari sudah menembus jendela
Aku merasa hari ini adalah hari bencana yang lain
Jantungku berdetak lebih cepat dari genderang
Darahku terpompa begitu kuat
Seperti ingin keluar dari pembuluhnya

Suasana hati ini tidaklah tenang
Aku semakin ketakutan
Aku coba ke atas gunung
Mengatasi ketakutanku
Tiba-tiba gempa
Di menit awal biasa saja
Namun, semakin ku daki
Semakin hebat
Batu besar segera menimpaku
Gunung ini tidak bersahabat denganku
Ia ingin aku mati

Namun aku tak berhenti
Setelah beberapa saat, langit mendung
Turunlah hujan deras
Di sertai petir menggelegar
Membuat batu-batu berguling ke arahku
Jalanpun semakin licin
Tapi aku tidak mau berhenti

Setelah setengah jalan
Dan disertai badai
Keadaan mulai membaik
Ku tengok ke seberang
Pemandangan terbentang indah
Aku beristirahat
Tiba-tiba suasana mendingin
Hujan es turun
Aku coba berlindung
Aku daki lagi sambil berjalan zig-zag
Semakin ke atas
SEmakin sulit.

Ketika aku sampai puncak
Aku merasakan sebuah kemenangan
Aku melihat kawah
Aku langsung menceburkan diriku
Ternyata itu semua




Hanya mimpi....
Aku tak ingat kenapa aku membuat puisi ini, tapi yang jelas dengan membuat puisi ini aku jadi dikenal sebagai pujangga oleh teman-teman sekelasku. Dan akibat julukan itulah kini aku hidup. Setelah itu inilah salah satu yang kubuat.

 Aku Ingin Pergi
Curilah diriku
Cungkil bola mataku
Sayat daun telingaku
Bius sarafku
Keluarkan isi otakku
Rampas diriku
Mutilasi tubuhku
Tidurkan aku di rebusan minyak goreng
Rampas akalku
Cabut nyawaku
BUNUH AKU !
AKU INGIN MATI!!!!!!!!!!!!!!!!!!


Aku bosan di sini
Aku resah di sini
Aku benci melihatnya
Kemiskinan, kecurangan
Kekejian, kedurjanaan
Kebodohan, Kesombongan
Ratap tangis, Kekejaman
Aku sudah muak
BUNUH AKU ...!!!!!!!


Ingin suatu kali aku terbang
Aku terbang tinggalkan semuanya
Pergi ke suatu tempat
Di mana hanya ada
Kebahagiaan, tawa
Sukacita, kekeluargaan
Kerjasama, kemanusiaan
Aku ingin ke sana
Aku ingin kedamaian
Aku ingin keadilan
Aku ingin ke sana
Hidup tenang
Inilah puisi yang paling benar-benar menggambarkan jiwaku karena waktu SMA dulu aku dijadikan seksi super sibuk. Ada acara kedinasan, aku diutus, ada acara ini, aku ambil bagian pokoknya hampir setiap acara aku ikut serta dijadikan seksi super sibuk, padahal aku bukan siapa-siapa, maksudku di OSIS pun aku hanya ketua bidang, tapi aku diperlakukan layaknya ketua umum saja. Hahahaha...lucu sekali hidupku waktu itu.
 Good Morning Monsieur
Saat itu…
Angin dingin menyergapku
Angin utara tidak bersahabat denganku
Tak banyak orang berlalu lalang
Dinginnya membuat membeku
Tak ada binatang malam yang keluar
Suasana di sana dingin
Sedingin suhunya

Aku terjebak
Aku tak dapat bergerak
Badanku yang gemetar
Berebuh menjadi beku
Gigiku yang bergetar
Berubah bergemelutuk
Saat kulihat termometer
MINUS 19 DERAJAT CELCIUS!

Aku pikir aku mati
Aku sudah tak merasakan apa-apa
Tiba-tiba kurasakan
Angin dingin menjadi sepoi-sepoi
Langit kemerah-merahan
Degup jantung kembali berdetak
Langit berangsur menguning
Suasana menjadi hangat
Lalu binatang kecil muncul
Seakan berkata padaku
Good morning monsieur!
Welcome to Europe Polar Prince!
Kalau puisi yang ini aku terinspirasi dari novel ketiganya Andrea Hirata, Edensor. Ada salah satu cerita yang membuatku terbayang-bayang terus sehingga aku membuat puisinya. Seakan- akan aku berada di sana.

Seperti itulah kira-kira cerita-cerita yang lewat puisi yang aku buat. Sebenarnya masih banyak lagi tapi agak terlalu banyak kalau ku ceritakan. Jadi cukup sekian dulu.

Cerita Anak SMA

Posted by : Unknown
Date :Kamis, 23 Agustus 2012
With 0komentar

Sebuah Siluet

| Rabu, 22 Agustus 2012
Baca selengkapnya »
Di ufuk timur, mentari menyapaku tadi pagi
Di senja ini
Mentari melambaikan tangannya padaku
Sekarang giliran sang poernama
Poernama datang bersama bintang gemintang
Malam itu aku sedang merasa bahagia
Ingin sekali aku mengungkapkan rasa bahagia itu

Seseorang telah mengusikku pagi ini
Dia mengusikku dengan senyumannya yang indah
Ketika kulihat wajahnya
Terpancar cahaya di wajahnya
Cahaya penuh semangat
Yang mengajakku untuk berlomba lari dengannya
Di dalam kedua bola matanya
Kulihat sosok anak kecil
Anak kecil yang ceria

Dia genggam tanganku
Lalu mengajakku berjalan pagi
Jalanan saat itu sepi
Dia mengajakku berlari-lari kecil di sepanjang jalan
Kami pun berlari-lari kecil
Tak berapa lama ia memandangku
Tatapan matanya berkata padaku :
Seberapa cepat kau berlari?
Kami pun berlomba lari
Peluh membasahi wajah dan leherku
Namun aku terus berlari
Senyumannya membuatku mendapat tenaga baru

Kemudian dia mengajakku melompat
Tatapan matanya mengatakan :
Seberapa tinggi kau melompat?
Dia tertawa terkekeh-kekeh
Kami saling melompat ke atas pohon
Kuraih cabang pohon
Lalu aku naik dan duduk
Dia pun duduk di sebelahku
Kami saling berpandangan
Namun tak ada satu katapun keluar dari mulut kami
Hanya senyuman yang terlihat diantara kami
Senyumnya sesegar embun pagi

Sambil duduk, kami saling merangkul bahu
Kami terhanyut dalam suasana sore yang sendu
Kami pun berpelukkan
Tak terasa airmatanya menetes di pundakku
Air mataku pun ikut meleleh
Sesaat kemudian dia menyibakkan airmatanya
Kemudian dia kembali tersenyum padaku
Dia pun mengajakku turun
Dia menggenggam tanganku dengan erat
Senyumannya tak berubah
Kini kutahu
Dia ada bersamaku
Sebagai siluetku

Sebuah Siluet

Posted by : Unknown
Date :Rabu, 22 Agustus 2012
With 0komentar

Takdir dan Nasib

| Selasa, 21 Agustus 2012
Baca selengkapnya »
Seorang teman pernah berkata bahwa hidup ini hanya kita sendiri yang mengatur. Mau menjadi apa kita di masa depan, mau seperti apa kita, kitalah yang menentukan kehidupan kita sendiri. Pernyataan itu benar, tapi tidak sepenuhnya benar. Memang benar, kehidupan kita ditentukan oleh kita sendiri, mau jadi apa kita, mau seperti apa kita, kitalah yang menentukan, tapi tetap semuanya itu hanya sebatas rencana saja. Tuhanlah sebenarnya yang tahu siapa kita sesungguhnya jadi sebenarnya keputusan mutlak ada di tangan Tuhan.

Berbicara tentang sebuah keputusan, ada yang disebut takdir dan nasib. Takdir adalah anugerah Tuhan yang tak bisa ditolak oleh siapapun dan apapun yang sudah Tuhan lakukan takkan bisa dihalangi siapapun. Menurut pemandanganku ada tiga hal di dunia ini yang merupakan takdir:

1. Orangtua
Tak ada seorang pun yang pernah meminta untuk lahir di sebuah keluarga, bahkan terpikirkan untuk lahir di keluarga itu pun tidak pernah. Kita tidak bisa menolaknya, kita harus menerima keadaan keluarga kita, baik orangtua, saudara, maupun keluarga lainnya. Mungkin ada istilah mantan suami atau mantan istri, tapi tak pernah ada istilah mantan anak-ayah atau mantan anak-ibu, karena sudah sedarah sedaging. jadi cintailah mereka dengan sepenuh hati.

2. Jenis Kelamin
Mungkin sekarang ada namanya operasi kelamin, tetapi sesungguhnya itu keliru. Setiap orang itu spesial dan baik menjadi pria atau pun wanita itu adalah anugerah yang indah. Setiap wanita dan pria memiliki kesusahan dan kemudahannya sendiri. Maka bersyukurlah karena apa adanya kita.

3. Kematian
Semua orang pasti mati. Mau kaya, mau miskin. Mau penjahat, atau orang baik. Mau orang pintar atau orang bodoh. Mau orang waras atau orang gila. Mau perempuan atau laki-laki. Semua pasti mati. Gak akan ada yang bisa hidup abadi karena dunia ini adalah fana.

Itulah tiga hal menurutku yang merupakan takdir yang takkan pernah bisa diubah oleh siapapun dan kapanpun. Sisanya merupakan nasib karena kita bisa mengubahnya seperti pasangan kita, pekerjaan kita, rumah kita, dan pilihan kita. Tapi berhati-hatilah dalam menentukan nasib kita, kita harus tetap bertanya pada Tuhan karena hanya Tuhan yang tahu siapa kita dan yang terbaik bagi kita.

Nasib bisa diubah, takdir tetaplah seperti itu.

Takdir dan Nasib

Posted by : Unknown
Date :Selasa, 21 Agustus 2012
With 0komentar

Jangan Menyimpan Sampah!

| Minggu, 19 Agustus 2012
Baca selengkapnya »

 Tak ada Allah seperti Engkau, ya TUHAN, yang mengampuni dosa umat pilihan-Mu yang tersisa. Tidak untuk selamanya Engkau marah; sebaliknya, Engkau senang menunjukkan cinta-Mu yang tak terbatas itu. Engkau akan berbelaskasihan lagi kepada kami dan mengampuni kami. Dosa-dosa kami akan Kaupijak-pijak dan Kaulemparkan ke dasar laut! (Mikha 7:18-19 [BIS])



Suatu kali pernah karena saya ini seorang petualang, ketika saya pulang dari kuliah, saya coba menelusuri jalanan lain. Biasanya saya melewati jalan Taman Sari lalu belok ke jembatan pasupati, tapi kali itu saya teruskan lurus lewat jalan Bandung Selatan. Kebetulan jalur di daerah Bandung Selatan itu kebanyakan satu arah sehingga setelah melewati Station Bandung, belok kiri langsung di arahkan ke Pasar Baru. Kemudian saya coba beberapa gang yang kebetulan banyak orang yang melaluinya. Ketika masuk ke gang tersebut, samar-samar hidungku mengendus bau-bauan yang tak sedap. Ketika motor makin mendekat, rupanya ada truck sampah di ujung gang dan kebetulan sampah di dalam bak truknya mengunung bahkan hampir tumpah. Karena tak kuat, saya pun mempercepat motor saya sampai di jalan Jendral Sudirman.

Ada satu pelajaran sebenarnya yang baru saya pikirkan sampai sekarang, terkadang sebagai manusia, manusia itu lebih suka menyimpan sampah ketimbang membuangnya. Tak percaya? Saya bikin survey kecil-kecilan tentang apa kesalahan yang masih diingat dan dilakukan ini beberapa daftar dimulai dari yang terbanyak. Respondennya 100 orang
1. Bohong
2. Berpikiran mesum
3. Nyontek
4. Melawan ortu
5. Mengumpat

Kebanyakan orang, termasuk saya sendiri, masih melakukan hal itu dan bahkan menyimpannya bukan mengakuinya. Sebenarnya seluruh dosa kita sudah diampuni oleh Tuhan, tapi terkadang kita lebih suka menyimpan, menyembunyikan dosa yang kita lakukan dengan pikiran "Toh Tuhan juga tahu, kenapa mesti dikasih tahu?" Memang Tuhan tahu, tapi Tuhan juga menunggu. Dia ingin kita menjadi anak-anak yang jujur, baik dengan diri sendiri, oranglain bahkan pada Tuhan. Saat kita sadar kita melakukan suatu dosa, kita sebaiknya cepat-cepat meminta pengampunan pada-Nya, tapi lantas bukan artinya kita bisa berbuat dosa terus. Tidak. Kita sudah dibaharui.

Dosa itu sampah dan yang namanya sampah, harus dibuang, bukan disimpan atau bahkan dipakai lagi. Tuhan sendiri sudah membuang semua dosa kita di ujung bumi kalau memang ada ujungnya dan memasukkannya ke tubir laut, bahkan di laut itu pun Tuhan kasih tanda "Jangan Memancing" artinya kita tak perlu mengingat lagi kesalahan yang sudah kita akui dihadapan Tuhan supaya hati dan pikiran kita bisa berfokus pada Tuhan.

Sekarang, apakah kita mau melakukan 'cuci gudang' untuk membuang semua sampah dosa kita dan tidak mengingatnya lagi? Sertakan Tuhan dalam bersih-bersih hatimu ya. Selamat bersih-bersih

:)
:D

Jangan Menyimpan Sampah!

Posted by : Unknown
Date :Minggu, 19 Agustus 2012
With 0komentar

Tuhan itu Baik

|
Baca selengkapnya »
Tuhan itu BAIK.
Titik.
Gak pake koma, atau titik koma, titik dua, tanda tanya.
Gak peduli orang mau bilang apa tentang Tuhan, tapi aku tetap pada pendirianku kalau Tuhan itu baik.

Sudah kurang lebih dua bulan kalau kuhitung.Ya dua bulan aku berada di rumah seharian tanpa melakukan perjalanan ekstrem seperti yang biasa aku lakukan. Tepatnya tanggal 11 Juli 2012 aku di rumah terus. Ada memangnya? Karena aku menjalankan operasi katarak pada kedua mataku. Sebelumnya aku sudah pernah ceritakan, mungkin bukan di blog ini tapi begini saja, kedua mataku ini memiliki katarak yang membuat penglihatanku terganggu dan tanggal 11 Juli itu, aku dioperasi mata kanannya untuk diangkat kataraknya karena kalau tidak diangkat akan sangat mengganggu penglihatanku.

Sebenarnya yang paling menarik untuk diceritakan adalah saat operasinya. Pagi itu, aku dibawa ke klinik mata untuk mendapat surat rujukan karena sebelumnya aku sudah periksa mata dan direkomendasikan untuk operasi saja. Setelah mendapat surat rujukan, ayahku minta tolong pada seorang 'calo' untuk mendaftarkanku di sebuah rumah sakit yang aku lupa namanya tapi bukan di RS Cicendo. Operasinya akan dilangsungkan jam 2 siang. Singkat cerita, aku sudah sampai di rumah sakit yang dimaksud dan langsung ambil antrian. Ketika aku masuk ke dalam ruang tunggu aku lihat ada dua orang laki-laki, kalo dari umurnya yang satu bapak-bapak, yang satu lagi kakek-kakek dan ada juga seorang ibu-ibu. Aku duduk sebelah ibu-ibu karena kebetulan korsi di sebelahnya kosong.

Ibu itu ramah padaku, dia menawari aku sebuah permen, namun aku ingat pesan kakek untuk tidak menerima barang apapun dari orang yang belum dikenal. Lantas setelah itu kami terlibat dalam perbincangan. Ibu itu bilang kalau neneknya pernah operasi di tempat ini dan dalam seminggu, neneknya sudah pulih penglihatannya walau masih ada merah-merah di matanya. Sebenarnya aku sedikit takut untuk dioperasi matanya, tapi mau apalagi toh ini satu-satunya cara. Karena takut aku pun bersenandung dalam hati mendengungkan lagu Ini Gayaku biar hatiku tenang sambil terus berdoa dalam hati biar operasinya berjalan dengan baik dan cepat

Setelah menunggu sekitar dua jam, artinya sekarang sudah jam 4 sore, aku pun masuk ke ruangan operasi. Sebelumnya aku mengenakan pakaian operasi dan pembungkus rambut. Aku pun masuk ke ruangan di dalamnya ada dua orang dokter yang akan menjalankan operasi. Aku pun disuruh tidur di tempat tidur pasien. Setelah itu mata kananku dibius. Kalo aku cium sih ada alkohol 70%, tapi itu kan penciumanku sendiri. Dibiusnya dengan cara mata kananku ditutup dengan sehelai kain yang sudah ada cairan anestesinya. Setelah itu seluruh wajahku ditutup dengan kain operasi kecuali mata kananku. Kemudian kedua dokter itu pun mulai melakukan aksinya untuk mengangkat katarak dari mata kanan. Hampir 30 menit operasi itu berlangsung dan selama itu juga sebenarnya jantungku berdegup kencang apalagi saat aku dengar desahan salah satu dokter yang berkata 'aaah..' aku takutnya dia malah melakukan kesalahan, tapi puji Tuhan semuanya berjalan dengan baik dan beres. Selama operasi itu, aku tak merasakan apa-apa. Hanya silau karena ditembaki cahaya dari lampu halogen, selain itu tak ada yang lain kecuali cairan seperti obat yang mengalir di pipi kananku. Itu saja yang aku alami.

Setelah dioperasi, mata kananku diperban dan itu membuat aku melihat dengan cara yang aneh seperti bajak laut. Kalau saat itu ada festival, pasti aku ikutan dengan mengenakan kostum bajak laut. Pantangan selama dua bulan yang gak boleh dilakukan, dan dimakan olehku adalah, tidak boleh jungkir balik, tidak boleh menundukkan kepala, tidak boleh makan ikan asin, tidak boleh makan seafood, tidak boleh kena air mata kanannya dan tidak boleh melakukan kegiatan yang abnormal. Aku merasa seperti terpenjara saja karena gak boleh melakukan hal-hal diluar batas kenormalan padahal aku hidup dari situ. Jadi selama dua bulan kebelakang aku tidak banyak melakukan apa-apa kecuali duduk, makan, tidur dan membaca apa yang mata kiriku bisa baca dengan baik. Setiap hari dalam jangka waktu dua jam, limakali sehari mata kananku harus ditetes dengan 3 jenis obat tetes yang berbeda.

Seminggu kemudian, aku kontrol lagi ke dokter mata yung diklinik, perbanku lalu dilepas tapi tetap pantangannya masih sama seperti yang seminggu lalu. dan obatnya pun diganti jadinya 4 kali sehari. Mata kananku sudah membaik. Ketika perbannya baru pertama kali dibuka, aku merasa aneh melihat dengan menggunakan kedua mataku. Agak pusing karena terbiasa menggunakan mata kiri melihatnya, setelah beberapa lama mata kanan melihat dunia luar, aku baru bisa menjelaskan kalau penglihatanku kini lebih baik. Aku bisa melihat lebih jelas ketimbang sebelum dioperasi dan memang sih ada merah-merahnya gitu tapi aku sudah bisa melihat dengan baik.

Ada banyak hal yang tidak aku ketahui sebenarnya ketika aku operasi. Aku tak tahu darimana ayahku mendapat uang untuk operasi mataku karena kan uang ayahku masih di luar semua karena banyak yang ngutang tapi puji Tuhan, Tuhan memberi uang yang cukup dan aku bisa operasi di tempat yang tepat. Sebetulnya operasinya di Cicendo, tapi aku mau cari tempat yang murah namun puji Tuhan, Tuhan tahu apa yang aku butuhkan dan Dia telah memberi begitu banyak pertolongan, bahkan sampai aku bisa bayar semesteran dengan uang yang cukup dan aku juga gak tahu dari mana uangnya tapi aku bersyukur aku boleh merasakan kasih setia Tuhan dalam waktu dua bulan kebelakang ini. Saat ini mataku sudah lebih baik, tapi masih dalam pengobatan namun aku sudah bisa melakukan banyak hal. Saat aku masih lemah habis operasi, aku berdoa supaya mataku bisa cepat sembuh dan sekarang sudah sembuh dan aku ingin melakukan banyak hal untuk Tuhan karena Tuhan sudah melakukan lebih banyak hal padaku.
TUHAN itu BAIK.

Tuhan itu Baik

Posted by : Unknown
Date :
With 1 komentar:
Tag :
Next Prev
▲Top▲