Newest Post

A Story to Tell, A Story to Learn, A Story About Love

| Minggu, 05 Februari 2012
Baca selengkapnya »
Beberapa kali aku suka sekali menulis artikel tentang CINTA ataupun KASIH, namun kali ini aku akan menceritakan diriku sendiri. Aku akan menceritakan sebuah kisah yang penuh dengan penantian hingga mendapatkan jawaban yang terbaik. Bukan jawaban manis tapi terbaik.

Waktu dulu aku pernah menulis kalau aku gak punya pacar, tapi diem-diem aku lagi menjajaki seseorang yang pastinya dia seorang gadis umurnya 18 tahun dan memang lagi single. Pertama kali bertemu, maksudnya kenalan itu bulan Juni. Ketemunya pun dengan cara yang ajaib tanpa ba-bi-bu tanpa direncanakan tapi memang orang yang jatuh cinta pastinya ngerasain gimana sih rasanya jatuh cinta pertama kali? Apakah perasaan itu diundang? Enggak kan. Perasaan itu buta. Mulai dari pertemuan itu, aku suka padanya dan menurut perasaanku juga dia terlihat senang kalau bermain denganku. Tiap bulan pastinya aku dateng ke rumahnya sekadar untuk bermain atau mengajaknya jalan-jalan.

Waktu aku bermain pertama kali dengannya aku pernah minta 3 permintaan. Aku lupa apa aja yang aku minta tapi salah satu diantaranya adalah permintaan terakhir yaitu minta tiga permintaan lagi Hehehehe...

Perasaanku pun bercampur aduk. Aku pernah berdoa ama Tuhan waktu itu seperti ini:
"Oh Tuhan terima kasih karena sudah mempertemukanku dengan dia."
Senang bukan kepalang. Hingga sampai di suatu titik, aku bilang ke dia kalau aku suka ama dia. Aku gak tanya apa dia mau jadi kekasih (red : kekasih maknanya ternyata lebih dalam dari pacar lho) tapi aku tanya apa perasaannya. Dia pun minta waktu untuk berpikir. Aku beri waktu dua bulan. Aku nyatainnya bulan November dan berarti waktunya mpe Januari. Di waktu yang dua bulan itu, aku berdoa bertanya pada Tuhan apakah dia memang orang yang nanti akan menjadi pendamping hidup untuk selamanya dan satu kali.

Well mungkin terlalu berat gitu kalo buat seumurku tapi itulah yang aku pikirkan. Aku sedang mencari pasangan hidup. Bukan pacar yang bisa diganti kalau bosen. Bukan sepatu yang udah gak muat bisa cari lagi. Tapi aku mencari pasangan hidup yang bisa saling menopang, membangun, dan menjadi penolong. Tiap malam jam 9 aku doakan bahkan pernah selama seminggu aku bangun jam 12 pagi dan mendoakannya karena aku merasa bingung dengan perasaan aku sendiri. Ya memang perasaanku saat itu terbagi dua antara IYA dan BUKAN. Makanya aku berkorban bangun jam 12 cuman buat dapet jawaban soalnya aku gak mau ke depannya salah langkah dan menyesal seumur hidup. Aku udah tahu apa rasanya menyesal oleh sebab itu aku tak mau menyesal walau ini adalah kali pertamanya aku merasa jatuh cinta, tapi aku gak mau dikuasai oleh perasaan yang bersifat sementara.

Waktu pun semakin lam mendekati batas deadline tapi aku undur lagi sampai Februari awal supaya aku benar-benar dapat jawaban pasti dan biar dia juga gak salah denger. Satu doa terakhir yang aku ucapkan waktu itu sperti ini:
"Tuhan Engkau yang tahu. Biarlah sesuai dengan kehendak-MU saja dan bukan kehendak-ku. Aku percaya rencana-Mu lebih ajaib dan besar dari yang aku lihat sekarang. "

Dan sejak saat itu aku merasa sudah tidak dikuasain perasaan aneh orang jatuh cinta lagi dan aku menjadi bersikap biasa saja layaknya kalau aku punya sahabat cewe karen pernah aku doain juga kalo misal dia memang untukku, menjadi kekasihku biarlah perasaan orang jatuh cinta dan malu-malu itu muncul padaku dan pada dirinya tapi kalau tidak dibuang saja perasaan itu.

Tepat kemarin. Yap kemarin tanggal 4 Feb setelah aku ikut Persekutuan Gabungan Remaja Pemuda di gereja ku aku bertemu dengannya. Jelaslah aku bertemu dengannya sebab dia aku ajak juga ke sana. Setelah sampai di rumahnya aku tanyakan tentan apa yang dia dapatkan setelah menggumulinya. Kalau liat dari sikapnya sih terjawab kalau memang bukan dia yang akan mendampingiku nanti tapi aku hanya ingin meyakinkan diirku dan jawabannya memang seperti itu. Kami yaitu dia dan aku memang tidak Tuhan izinkan untuk bersatu. Aku puas dengan jawaban itu. Aku boleh belajar banyak dari pergumulanku.

Ketika aku menggumuli apakah dia pasangan hidupku atau bukan, Tuhan menjawab bukan dan memang selain itu Tuhan bilang selesaikan dulu studiku. Selain berbicara padaku rupanya Tuhan juga berbicara pada dia supaya kami tak salah dengar dan tak salah langkah. Aku bahagia karena aku boleh mendengar suara Tuhan dalam pergumulanku itulah ceritaku yang sedikit berbumbu cinta. Ketika kita menggumulinya dengan sungguh-sungguh Tuhan pasti akan menolong kita untuk menentukan langkah berikutnya. Aku sekarang bebas dan melanjutkan hidup.
Seperti yang temanku selalu katakan

It's a gift. Itu kemurahan

A Story to Tell, A Story to Learn, A Story About Love

Posted by : Unknown
Date :Minggu, 05 Februari 2012
With 0komentar

Everybody Needs Love

| Rabu, 01 Februari 2012
Baca selengkapnya »
Everybody needs love
Begitu kata temanku di suatu pagi yang beku di hari Jumat. Sudah setahun yang lalu sebenarnya. Tapi aku masih bisa mengingatnya. Semua orang butuh kasih. Gak ada satu pun orang yang gak butuh itu, bahkan untuk orang yang tak mengenal Tuhan sekalipun perlu itu. Kasih adalah bahasa universal. Setiap belahan dunia pasti membutuhkan kasih.

Tapi kalau pake ilmu ekonomi, jumlah penawaran lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah yang diminta. Jumlah kebutuhan selalu lebih besar daripada jumlah yang tersedia. Makanya banyak yang lewat cara-cara lain yang terbilang aneh bin ajaib untuk mendapatkan kasih. Padahal hanya ada satu jalan saja supaya kebutuhan manusia terhadap kasih itu bisa dipenuhi.

Yoh 14 : 6 "... Akulah jalan dan kebenaran dan hidup..."

Ya, ada satu jalan yang pasti dan kalau lewat jalan itu pasti manusia mendapatkan kasih yang ia dambakan. Jawaban untuk semua manusia yang membutuhkan kasih yaitu KRISTUS. Semua orang yang membutuhkan kasih harus mengenal KRISTUS.

Namun bagaimana semua orang bisa mendapatkan kasih jika tidak mengenal KRISTUS ? Bagaimana cara agar mereka dapat mengenal KRISTUS? Siapakah orang yang dapat mengenalkan KRISTUS kepada orang yang belum mengenalnya? Lalu siapakah yang diutus?

Temanku pernah bercerita padaku tentang seorang jenderal yang lolos dari pertempuran di Vietnam. Dia merasa terdesak dan setiap kali bergerak dia harus berhati-hati supaya tidak ditangkap musuh. Suatu ketika dia menemui tempat persembunyian bersama prajuritnya yang tersisa di rumah temannya. Mereka bersembunyi sampai keadaan menjadi aman. Setelah keadaannya temannya bertanya pada jenderal itu
"Bagaimana rasanya berperang di Vietnam?"
Mendengar pertanyaan itu langsung jenderal itu berdiri dan menyuruh prajuritnya
"Prajurit! Tangkap orang ini. Bawa dia ke hutan dengan diikat!"
Temannya yang tidak tahu apa-apa menjadi kaget lalu mencobat mengelak namun karena sudah terkepung dia pun menyerah.

Kemudian orang itu dibawa ke tengah hutan, lalu dia ditempatkan di sana.
"Prajurit! Siapkan senjata kalian. Kita akan membunuh orang ini dalam hitungan 10, 9, 8,.."
Orang itu pun langsung bergetar badannya penuh dengan ketakutan
"...7,6,5,..."
Makin bergetar badannya dan giginya bergemeletuk,
"..4,3,..."
Hampir mati orang itu menunggu ajalnya dan dia pun terkencing-kencing
"...2, "
"" tahan tembakan kalian!"
Seketika itu jatuh lemaslah dia dan dia merasa lega. Kemudian orang itu bertanya pada jenderal itu
"Mengapa kau melakukan ini jenderal?"
"Karena aku tak bisa menjelaskannya dengan kata-kata. Kau harus merasakan sendiri apa yang aku rasakan." jelas jenderal itu.

Begitulah kita, sebagai yang telah mengenal KRISTUS, kita harus mengalami kasih itu sendiri secara pribadi lewat diri KRISTUS supaya kita bisa menyebarkan kasih pada semua orang yang membutuhkan kasih.

KASIH itu PERSONAL
Harus bisa dialami oleh diri sendiri
KASIH itu UNIVERSAL
Semua orang bisa mendapatkannya
KASIH itu KRISTUS
Dialah sumber KASIH


Selamat menyebarkan kasih
---♥♥♥---------------♥♥♥----

Everybody Needs Love

Posted by : Unknown
Date :Rabu, 01 Februari 2012
With 0komentar

Keajaiban Hari Selasa

| Selasa, 24 Januari 2012
Baca selengkapnya »

Tuesday, January 24, 2012

                Hari ini tepatnya tadi pagi aku bisa melihat pemandangan yang begitu indah di sela kesibukkanku yang dimulai pagi hari. Tadi pagi aku lihat lembayung mentari yang menggaungkan sinar kebesarannya di ufuk timur. Cahayanya kuning keemasan dan ayam-ayam jantan berkokok seakan-akan sedang menyambut mentari. Awan-awan pagi hari yang menyembul ke angkasa menemani sang mentari untuk bertugas memberi kehangatan pada pagi itu. Burung-burung gereja beterbangan, burung-burung gelatik mulai bekerja sambil menemani dan bercerita pada mentari.
                Di sore hari ketika aku mau pulang dari kuliah jam 4 sore aku di jalan raya, aku melihat lagi sang mentari. Sang mentari seperti tersenyum kepadaku. Sinar kuning kejinggaan membalutku dengan hangat menemani perjalanan pulangku. Aku pun berbincang padanya tentang kejadian-kejadian di kampus. Setelah sampai rumah, aku merasa ada yang aneh dengan hari ini. Jam menunjukkan jam 5 sore tapi suasananya seperti baru jam 4 sore dan tadi jam 6 sore seperti jam 5 sore. Aku pun berpikir apa yang sedang Tuhan lakukan hari ini? Tapi kejadian tadi sore menunjukkan padaku bahwa Tuhan berkuasa untuk mengatur seluruh alam semesta. Terima kasih Tuhan pelajaran-Mu yang Engkau sampaikan lewat keindahan alam dan  keajaiban sore hari ini.

Keajaiban Hari Selasa

Posted by : Unknown
Date :Selasa, 24 Januari 2012
With 0komentar
Tag :

♥♥♥Love Motivation♥♥♥

| Sabtu, 21 Januari 2012
Baca selengkapnya »
Cinta bisa bikin orang jadi melakukan hal gila, bahkan bisa membuat orang sakit jadi sehat
//Yonathan

Percaya gak ama kata-kata itu? Kalian gak percaya ya? Tapi buktinya ada loh. Ceritnya begini.

Suatu kali seorang profesor ingin membuktikan bahwa dorongan cinta adalah dorongan terkuat untuk seseorang melakukan sesuatu yang mungkin dia sendiri belum pernah dia coba. Dia kemudian mengajak seorang atlet untuk melakukan percobaan ini. Si atlet diminta untuk melakukan lompat jarak jauh. Pertama 3 meter, kedua 4 meter, dan ketiga 5 meter. Semuanya dapat dilakukan oleh sang atlet dengan sempurna.

Kemudian hari setelah sebulan melakukan test drive melompat jauh, sang profesor meminta atlet itu melakukan hal yang sama yaitu lompat sejauh 3 meter tapi bukan di atas tanah seperti biasanya melainkan melompati dua gedung yang jaraknya 3 meter dengan ketinggian setara dengan gedung 50 lantai. Awalnya atlet itu ragu tapi dia mau saja melakukannya. Kemudian dia di bawa oleh profesor ke gedung kembar yang setinggi 50 lantai. Atlet dan profesor itu naik ke salah satu gedung itu dan sampai di loteng gedung itu. Sang atlet pun di suruh oleh profesor itu untuk melompat ke gedung sebelah yang jaraknya 3 meter. Walau sudah berlatih di tanah, namun atlet itu ragu untuk melakukannya. Bukan masalah hadiah yang akan dia terima tapi nyawanya. Itulah yang dia pikirkan.

Kemudian profesor itu menelepon seseorang dan tak berapa lama datang seseorang di gedung sebelah dan berkata kepada atlet itu jika dia mau melompat, dia akan mendapat hadiah sebesar tiga ratus juta dollar. Kemudian orang itu menunjukkan uangnya di situ. Sang atlet tertarik, namun setelah dia dekat pinggir gedung, dia mengurungkan niatnya karena takut mati sehingga orang di seberang gedung pun pergi dengan uangnya.

Berikutnya profesor itu menelepon dan tak lama muncul helikopter. Helikopter itu kemudian menurunkan seekor buaya muara. Atlet itu pun takut, tapi dia masih tak mau melompat menyebrang. Lalu dia melawan buaya itu karena dia pernah tahu teknik menaklukkan dan sekali lagi atlet itu tetap tak bergerak melompat dari gedung itu.

Kemudian profesor itu kembali menelepon dan di seberang gedung itu muncul kekasih dari atlet itu. Kekasihnya itu meminta atlet itu melompat, namun atlet itu masih tak mau karena masih memikirkan nyawanya. Tiba-tiba dari helikopter itu diturunkan seekor harimau di gedung seberang tempat kekasihnya berdiri. Kekasihnya sangat ketakutan dan dalam bahaya. Melihat kekasihnya dalam ancaman, tanpa pikir panjang lagi, atlet itu pun ambil ancan-ancang untuk melompat menyebrang ke gedung sebelah dan dia pun berhasil melakukannya dan menyelamatkan kekasihnya.

Sang profesor pun tersenyum puas dengan hasil penelitiannya.
===========================================================

Nah apa yang teman-teman pelajari? Ternyata cinta memiliki kekuatan yang sangat besar seperti yang ada dalam kisah itu. Terkadang hidup kita tuh seperti itu. Ketika kita merasa di zona nyaman, kadang kita enggan untuk 'melompat' lebih jauh walaupun kita sudah tahu tekniknya. Ketika ada bahaya pun kadang, kita masih berusaha untuk menahannya supaya kita tetap di zona nyaman kita. Tapi ketika sudah bicara tentang cinta, kita pasti akan bergerak dan 'melompat' untuk menggampai cinta itu. Seperti atlet itu yang melompati gedung itu karena melihat kekasihnya yang terancam, terkadang bahkan seringkali kita melakukan hal yang hampir sama. Itulah love motivation. Dorongan Cinta. Ketika cinta sudah bicara, tak ada yang dapat menghentikannya.

♥♥♥Love Motivation♥♥♥

Posted by : Unknown
Date :Sabtu, 21 Januari 2012
With 0komentar

LOVE (KASIH)

| Kamis, 05 Januari 2012
Baca selengkapnya »
Kamis, 5 Januari, 2012
08.30 pm

I Korintus 13:13
"Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar diantaranya ialah kasih."

---------------------------------------------------------INTERMEZZO----------------------------------------------------------------------
Telingaku suka geli tergelitik sendiri. Bukan karena ada yang ngegelitikin telinga aku pake ilalang atau tissue, tapi karena sebuah pertanyaan iseng dari teman-temanku. "Eh, Joe, siapa tuh cewe lu?". Pertanyaan itu kadang suka menggelitik kadang juga suka membuat hidungku jadi mengembang jadi lebih besar dari biasanya. Ya sepanjang hidupku, aku belum pernah pacaran sama sekali. Kalian boleh anggap aku aneh atau pun gila. Tapi ini jalan yang aku pilih. Namun walau begitu aku senang. Yang lucunya aku sendiri kadang gak ngerti kenapa tapi selalu ada minimal satu orang yang curhat lagi broken heart ama pasangannya dan kebanyakkan adalah cewe. Anehnya juga aku bisa memberi bimbingan buat mereka dan aku boleh lihat kehidupan mereka menjadi lebih baik setelah bertemu dan berbincang denganku.

Kalau dalam bahasanya temanku itu merupakan sebuah kemurahan. It's a gift.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Trims yang udah baca intermezzonya sejenak sekarang kita balik lagi ke ayat kita malam ini.
Kasih atau kata lainnya cinta. Ada dua perbedaan antara kedua kata itu tapi aku lagi gak mau ngbahas itu. Bisa tanya ke guru B. Indonesia atau ke guru Sastra Indonesia biar lebih jelas. Sebelumnya ngacung dulu deh yang merasa belum mengasihi atau dikasihi orang lain. Pastinya ga ada lah ya. Minimal dalam sekali kita hidup, kita dapat kasih dari kedua ortu, keluarga dan juga teman-teman kita. Yah aku akui walau rasanya berbeda ketika kita mengasihi kekasih kita atau dikasihi oleh kekasih kita tapi minimal kita udah pernah mengecap kasih.

Konteks ayat kita malam ini adalah bahwa kasih itu adalah sesuatu yang paling penting di dunia ini. Bisa kita lihat di INJIL bahwa hukum terutama dan utama adalah kasih, dan Paulus dalam surat pertamanya pada orang-orang di Korintus berkata bahwa kasih itu sesuatu yang fundamental. Mengapa dibilang fundalmental? Kita lihat Yohanes 3 : 16

"Karena begitu besar kasih ALLAH akan dunia ini, sehingga IA rela mengaruniakan ANAKNYA yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-NYA tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal."

Itu artinya kasih memang sesuatu yang fundamental bahkan saking fundamentalnya Tuhan mau menyelamatkan umat-Nya yang berdoa supaya terjalin persekutuan yang utuh antara Tuhan dan umat-Nya.

Orang lain mungkin bisa memberi kepada kita kasih itu, tapi pada umumnya kasih yang KARENA, kasih dengan suatu alasan, namun Tuhan tidaklah seperti itu. Dia memberi kasih yang WALAUPUN, kasih yang tak memandang siapapun dia, kasih AGAPE.

Dia begitu mengasihi kita, bahkan saat kita masih berdosa. Tuhan mau menyelamatkan kita. Sekarang yang perlu kita lakukan adalah sudahkah kita menerima kasih-Nya yang besar itu? Kalau mau menerima kasih-Nya, sudahkah kita membiarkan Tuhan membersihkan kita dari segala dosa kita?

Tuhan, aku mau menerima kasih-Mu itu. Aku juga mau Engkau mengubah hidupku menjadi yang baru. Biarlah Tuhan aku terus bersama Engkau. Amin

LOVE (KASIH)

Posted by : Unknown
Date :Kamis, 05 Januari 2012
With 0komentar

Christmas Story #6 (It's a Gift)

| Selasa, 20 Desember 2011
Baca selengkapnya »
Hari ini aku bermaksud melepaskan penatku dengan berjalan kaki. Aku melangkahkan kakiku ke mana saja ia suka. Mereka membawaku ke rumah teman lamaku. Dia masih di sini. Aku pun mengetuk pintu rumahnya. Rupa dia tak banyak berubah hanya saja dulu waktu kecil dia kulitnya putih, sekarang kemerah-merahan karena diterpa sinar mentari. Tingginya sekarang setinggi aku tapi tetap ada jarak beberapa senti denganku. Kelihatannya dia baru beres melakukan sesuatu. Dia sekarang telah menjadi seorang guru SD. Sebenarnya dia seangkatan denganku namun dia melewatkan kesempatan untuk kuliah hingga akhirnya dia mendapatkan panggilan untuk bekerja menjadi seorang guru. Dulu setelah lulus, dia kerja di Tanggerang, sebulan kemudian dia kembali lagi ke Bandung karena sudah tidak tahan. Sekarang dia menjadi seorang guru SD Makedonia.


Setelah itu seperti biasa kami pun bermain. Kali ini bermain PS 3. Biasanya bermain PS 2 atau PS 1, namun karena sudah bukan zamannya kami bermain PS 3. Sudah lama kami tak bermain dan itu terlihat dari permainan kami terlihat sangat kaku dan lama sekali dalam mulai bermain. Selebihnya kami bermain seperti dulu waktu masih kecil namun kali ini berbeda karena masing-masing dari kami telah menempuh jalan yang benar-benar berbeda. Dulu aku dan dia selalu berjalan beriringan. Laksana bulan dan bumi, laksana sepasang sepatu, laksana  tubuh dan jiwanya. Bahkan pernah ada yang mengira kalau kami adalah saudara kembar karena kami dulu sangat kompak bahkan biang keladi dari semua masalah juga. Hmm, masa lalu yang indah.

Dulu taman persahabatan kami begitu indah dan terawat. Setelah lulus SD, kami berpisah. Aku pergi ke pusat kota untuk belajar dan dia tetap di sana karena keuangannya tak mencukupi namun kami masih tetap beriringan dalam melangkahi hidup dan hari-hari sampai kami SMA, semuanya berubah. Taman persahabatan kami yang dulu selalu ramai walau tak sesering waktu SD kini terlihat sepi, tak terawat dan bahkan seperti ditinggalkan. Baru kali ini aku berjumpa lagi dengannya dan kini kami sepakat untuk tetap melanjutkan persahabatan yang pernah kami pupuk sejak kecil.

Sore itu selepas bermain, kami pun mulai memperbincangkan banyak hal. Banyak yang kami bicarakan, namun ada satu kisah tentang dirinya yang membuatku berpikir. Dia lulus SMA dan tentunya belum mendapatkan gelar apapun, namun dia boleh bekerja di sana bahkan hari ini dia mendapat THR padahal gelar belum ada, kerja juga baru beberapa bulan. Tapi satu kalimat yang dia katakan, bahwa itu semua adalah kemurahan. That's a gift from God. Dia juga bilang untuk melakukan pay it forward. Meneruskan kebaikan Tuhan pada yang lainnya yang membutuhkan.

Generosity. Itu juga makna Natal yang aku pelajari hari ini. Tuhan itu memberikan kemurahan pada umat manusia, human kind. A gift. The gift is safety. Keselamatan. Lihatlah pada teman lamaku ini. Tuhan begitu peduli pada kita. Tidak hanya pada hal remeh seperti uang, tapi dia dengan rela memberi kita keselamatan supaya kita bisa hidup bersama Tuhan sampai kekekalan.

Makna Natal hari ini Kemurahan

Christmas Story #6 (It's a Gift)

Posted by : Unknown
Date :Selasa, 20 Desember 2011
With 0komentar

Mempertanyakan Masa Depan

| Sabtu, 17 Desember 2011
Baca selengkapnya »

Intermezzo, trims ya buat teman-teman yang kemarin malam aku sms tentang masa depan. Aku bisa belajar banyak dari kalian dan kini aku mengerti tentang masa depan. terima kasih ya. Sori agak aneh pertanyaannya


Jumat, 16 Desember 2011. Sambil berlindung di bawah selimut yang hangat karena udara dingin di malam hari, aku menerawang ke langit-langit tentang masa depan. Ya, masa depanku sendiri. Dulu waktu aku masih SMP, aku pernah bercita-cita masuk PTN impian dan aku sebutin juga mau masuk fakultas mana dan pada hari ini semua cita-cita sudah terbukti semua lengkap dengan apa yang pernah aku mimpikan waktu aku masih SMP. Namun setelah semuanya itu apa? Sambil terus bertanya-tanya tentang masa depan, aku mencoba menanyakannya pada teman-temanku, yang pertama “Pernah gak memikirikan masa depan?” dan kedua “Apa yang kau pikirkan di masa depan?”
            Aku bikin sms dan langsung mengirim ke teman-temanku, baik yang agamanya Kristen maupun Islam. Aku sengaja mengirim ke semuanya kecuali pada temen-temenku yang rohaninya lebih dari aku dan aku sengaja tak mengirimnya ke pembimbing rohani maupun mentorku (kalo mentorku ato pembimbingku baca ini, maaf ya) karena aku ingin melihat dari kacamata lain tentang masa depan. Kebetulan lagi dapat sms gratisan jadi ya sudah aku kirim ke semua toh gratis ini. Sesaat setelah ku send all dan sambil terus memikirkan masa depan yang masih misteri, satu persatu terdapat sms balasanmasuk.
            Berikut adalah balasan dari sebagian besar teman-teman yang aku kirimi sms. Ada yang hanya menjawab pernah memikirkannya tapi tak mau berbagi apa yang dia pikirkan. Ada juga yang membalas kalau di masa depan dia ingin mendapatkan properti yang menunjang dia untuk berkarya, ada juga yang ingin menikah dengan orang yang diharapkan, punya kerjaan, punya anak dan anaknya sukses, bisa sukses, liburan ke luar negeri, memiliki kehidupan yang lebih baik, jadi orang yang berhasil sesuai cita-cita, menjadi seorang yang expert dalam bidang yang dia tekuni, punya usaha yang dia bentuk sendiri, punya yayasan yang berjuang di pendidikan dan kesehatan di pelosok-pelosok, membahagiakan kedua orang tua, terus ada juga yang jawabannya masuk surga trus yang lebih ngaco adalah jadi gede ( apa maksudnya ).
            Mendapat jawaban-jawaban itu, seperti tidak membuka pertanyaan yang aku sampaikan. Entahlah, aku sedang berada kebingungan tingkat 7. Benar-benar dibuat bingung dengan pertanyaan yang kubuat sendiri. Sambil mengerutkan dahi, muncul sms lainnya. Jawabannya ini sungguh menarik bagiku yaitu ada dua menjadi apa yang Tuhan mau dan tidak pernah mempertanyakan masa depan. Aku bingung dengan jawaban temanku yang kedua ini. Aku pun mengirim sms lagi ke temanku ini.
“Berarti apapun yang terjadi kau anggap itu adalah yang terbaik dari Tuhan?” beberapa saat kemudian muncul balasannya
“Joe, dulu aku pernah mempertanyakannya pada Tuhan,namun sejak Tuhan tempatin aku di Kriminologi aku tidak mempertanyakannya lagi karena aku tahu semua yang Tuhan berikan itu pasti terbaik dan aku percaya pada-Nya“
Sampai di situ aku mengerti tapi masih ada yang satu hal yang mengganjal di benakku. Lalu aku mencoba menanyakannya lagi pada temanku yang satu lagi. Kemudian terjadilah diskusi.
“ Tapi aku masih bingung soal masa depan
“ Kita jalani saja seadanya bersama dengan JC”
“ Tapi kalau biasa saja, aku merasa tidak hidup. Aku gak mau hidup apa adanya.Aku pengin kehidupan yang penuh dengan tantangan sehingga aku dapat menikmatinya.”
“ Ya gimana Tuhan yang atur, jangan terlalu mengharapkan mendapatkan tantangan karena nanti kamu repot sendiri “
“ Tapi hidup tanpa tantangan kan artinya tidak hidup?”
“ Iya aku tahu tapi janganlah terlalu mengharapkan tantangankarena dari waktu ke waktu tantangan akan semakin sulit dan kamu akhirnya tak dapat menikmatinya. Jadi biarkan tantangan itu yang datang sendiri. Kau mengertikan maksudhku.”
“ Iya aku mengerti makasih ya.”
“ Iya sama-sama. Tantangan itu semakin lama semakin berat dan ujian yang kita hadapi mungkin akan membuat kita down dan tak sanggup lagi menyelesaikannya.”
“ Oleh karena itu kita perlu selalu beserta dengan Tuhan kan biar kita bisa menumbangkan ‘ Goliat-Goliat’ dalam kehidupan kita. Betul?”
“ Ya betul, hanya Tuhanlah kekuatan kita.”
Aku pun tersenyum setelah berdiskusi. Entah mengapa tiba-tiba aku ingat satu ayat dari Amsal 23 :18 “Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang. ‘ Ayat itu dulu memberikanku kekuatan untuk terus berharap pada Tuhan ketika mau masuk PTN impian. Aku telah belajar percaya, dan aku mau percaya lebih lagi pada Tuhan. Aku mau serahkan hidupku untuk Dia karena Dia telah tahu akan jadi apa aku di depan.
            Sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Mariah Carrey dan Whitney Houstonsebagai soundtrack film Prince of Egypt, berputar kembali di telingaku dan aku dulu hafal lirik dan lekukannya. Inilah liriknya


Many nights we've prayed
With no proof anyone could hear
In our hearts a hopeful song
We barely understood
Now we are not afraid
Although we know there's much to fear
We were moving mountains long
Before we knew we could

There can be miracles, when you believe
Though hope is frail, it's hard to kill
Who knows what miracles you can achieve
When you believe, somehow you will
You will when you believe

In this time of fear
When prayers so often prove(s) in vain
Hope seems like the summer birds
Too swiftly flown away
Yet now I'm standing here
My heart's so full I can't explain
Seeking faith and speaking words
I never thought I'd say

There can be miracles, when you believe
Though hope is frail, it's hard to kill
Who knows what miracles you can achieve
When you believe, somehow you will
You will when you believe

They don't (always happen) when you ask
(Oh)
And it's easy to give in to your fears
(Oh...Ohhhh)
But when you're blinded by your pain
Can't see your way straight throught the rain
(A small but )still resilient voice
Says (hope is very near)
(Ohhh)

There can be miracles
(Miracles)
When you believe
(Lord, when you believe)
Though hope is frail
(Though hope is frail)
It's hard to kill
(Hard to kill, Ohhh)
Who knows what miracles,you can achieve
When you believe, somehow you will(somehow,somehow, somehow)
somehow you will
You will when you believe

You will when you
You will when you believe
Just believe...in your heart
Just believe
You will when you believe~


            Aku percaya bahwa Tuhan takkan mengecewakan orang yang percaya pada-Nya dan aku yakin ketika aku percaya, maka apa yang aku percayai itu yang aku imani akan terjadi.

Mempertanyakan Masa Depan

Posted by : Unknown
Date :Sabtu, 17 Desember 2011
With 0komentar
Tag :

Christmas Story #5 (Christmas is Coming!)

| Sabtu, 10 Desember 2011
Baca selengkapnya »
Wah tidak terasa sudah bulan Desember lagi ya. Serasa baru kemarin merayakan tahun baru, trus baru lulus SMA trus baru diterima di universitas harapan eh sekarang sudah masuk ke bulan Desember lagi, Natalan lagi. Rumah sudah dicat lagi warna putih, pohon natal dikeluarin lagi dari gudang dan dipasang lagi ditengah ruangan. Pernak-pernik Natal kembali dipakai kaya topi dwarf, tongkat manisan, dan lampu kelap-kelip. Seluruh pusat belanja dari yang mini mart sampe supermarket menaburkan hiasan-hiasan Natal, bahkan Santa Claus pun muncul. Seakan-seakan di bulan Desember ini semua orang mengganti agamanya menjadi Kristen. Lucu ya? Yang ngerayaain siapa yang repot siapa? Tapi itulah keunikan Natal yang aku dapat.

Hmm, bicara tentang Natal apa yang ada dipikiran kalian kalo ditanya apa sih Natal itu? Mungkin kita punya beberapa jawaban seperti ini:
1. Kelahiran Tuhan Yesus
2. Kedamaian yang turun atas bumi
3. Saatnya untuk berbagi kasih
4. Satu hari untuk bahagia
dan lainnya

Sebenarnya itu semua tidak salah, namun esensi Natal itu sendiri apa ya? Sambil menulis blog ini aku buka-buka kembali memori dalam ingatanku tentang Natal yang sudah aku lalui. Dulu waktu aku masih kecil pasti setiap Natal selalu dapat hadiah. Entah dari orang tuaku atau dari gereja dimana dulu aku bernaung. Hadiah yang kudapat pasti sesuai dengan keinginanku. Aku selalu didongengkan tentang orangtua baik hati yang selalu memberi hadiah di malam natal, tapi aku tidak percaya karena di cerita itu orang tua itu yang disebut Santa Claus hanya masuk ke cerobong asap.. Kemudian beranjak besar, aku sudah tidak terlalu sering dapat kado, kecuali kalau ada tukeran kado. Sampai aku tahu sebenarnya ada satu kado yang sangat khusus buatku yang sebenarnya sudah lama diberikan padaku namun aku baru menyadarinya dua tahun lalu.

SAFETY IS GIFT
Keselamtan itu Hadiah

Yoh 3 : 16 - Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.

Ya keselamatan itulah hadiah terbesar bagiku. Tuhan Yesus telah membawaku keluar dari kegelapan. untuk menyelamatkanku dari kebinasaan. Ia memberikan hadiah itu tanpa memintaku tukeran kado seperti yang aku lakukan bersama teman-temanku. Yang Ia minta hanya bagikan keselamtan itu pada teman-temanku supaya teman-temaku boleh merasakan dan menjadi bagian terbesar dalam hidup mereka bahwa Yesuslah Juru selamat.

OK teman-teman sebelum aku mengucapkan buat semuanya, Selamat Hari Merdeka!! Eh.... maksudnya Selamat Hari Natal
Feliz Navidad
Shallom Allaeheim!

Christmas Story #5 (Christmas is Coming!)

Posted by : Unknown
Date :Sabtu, 10 Desember 2011
With 0komentar
Next → ← Prev
▲Top▲