Newest Post

Sepucuk Surat dari Pulau Harapan

| Kamis, 08 Januari 2015
Baca selengkapnya »
Sore itu ketika aku sedang menikmati secangkir teh dan sebuah cupcake di atas balkon dengan pemandangan langit sore yang indah, bel pintu rumah susunku berbunyi. Dengan sedikit enggan untuk meninggalkan kursi malasku dan pemandangan senja ketika mentari sedang turun perlahan dibalik laut, aku berjalan membuka pintu kamarku. Ketika aku membuka pintu itu, terdapat seorang kurir surat dan dia membawakanku sebuah amplop. Setelah amplop itu ditanganku, aku lalu menutup pintu itu. Aku berpikir sepertinya amplop ini berisi surat biasa atau sekadar surat kosong saja sebab tak kutemukan nama pengirimnya. Kemudian aku kembali menuju kursi malasku dan aku tinggalkan amplop itu di meja kerjaku dan kembali melanjutkan menikmati pemandangan sore itu.

Setelah mentari tenggelam dan keadaan langit mulai menggelap, aku memutuskan untuk mandi. Kemudian aku masuk ke kamar mandi. Ketika aku mau masuk ke kamar mandi, perhatianku teralihkan dengan amplop tadi sore. Sebetulnya aku penasaran isinya seperti apa dan pengirimnya dari siapa. Sejenak aku beranjak ke meja kerjaku dan kuperhatikan amplop itu. Aku coba merabanya tak ada tanda apapun, lalu aku coba menerawangnya. Ketika aku menerawang, aku menemukan ada gambar emoticon smiling face. Secara tiba-tiba pikiranku mulai bergulir ke belakang mencoba mengingat-ingat dimana aku pernah menemukan simbol seperti itu. Karena penasaran, aku kemudian mencoba membuka membuka tutup amplopnya dan kemudian aku melihat ada sebuah saputangan. Aku coba bentangkan saputangan itu dan aku melihat simbol itu. Smiling face. Tak salah lagi, itu pasti milik dia begitu pikirku.

Kemudian di dalamnya masih terdapat surat. Lalu aku mengambil surat itu dan ketika aku buka lipatan surat itu, aku melihat sebuah ilustrasi. Di ilustrasi itu terhampar lautan yang berwarna biru lalu bergradasi menjadi kuning kejinggaan akibat pantulan cahaya mentari senja yang sedang terbenam. Lautan itu luas dan terdapat ombak-ombak yang bergulung. Gulungan ombak itu menghempas batu karang yang kokoh tempat dimana kepiting dan kerang berada. Di atas batu karang itu terdapat dua buah kursi dan sebuah kanvas. Tampak di dalam kanvas itu terdapat juga lukisan tentang pemandangan pantai di sore hari. Ilustrasi itu sungguh begitu hidup bagiku karena aku begitu mengenali bentuk dan bangun dari batu karang itu. Selain itu terdapat pohon-pohon kelapa yang melambai ditiup angin dan gambarannya seperti tepat apa yang aku ingat dan aku kenang selama ini.

Lalu aku melihat di bagian bawah ilustrasi itu terdapat tulisan seperti ini.
Langit bertemu dengan lautan. Lautan menimbulkan gelombang. Gelombang menghempaskan dirinya di bibir batu karang. Batu karang membiarkan dirinya tergenang air laut. Namun kali ini langit seperti membawa sebuah pesan. Pesan itu lalu disampaikan kepada lautan. Kemudian setelah lautan tahu bahwa ini pesan penting, ia membuat gelombang yang lebih besar sehingga dapat melampaui batu karang dan menyampaikan pesan itu pada seorang pria di seberang pulau sana. 
Ingin sekali rasanya aku datang mengunjungimu dan melihatmu. Kau ingat kataku tentang langit biru dan lautan luas, sekalipun mereka terpisah jauh, namun di ujung horizon sana mereka bersatu. Mereka bertemu. Sekarang jika kau sudi, lihatlah ke ujung horizon tempat dimana lautan langit biru bertemu
Setelah aku membaca isi dari surat itu, kini aku tahu siapa yang mengirimkannya. Tanpa kupikir panjang lagi, aku lalu segera berlari menuju balkon kamarku. Ketika aku keluar dan menuju ke balkon, yang aku lihat hanyalah deburan ombak di pinggir pantai. Aku merasa kecewa sebetulnya. Ketika aku memutar punggungku dengan maksud kembali ke dalam, aku melihat sebuah siluet. Siluet itu begitu nyata di depanku. Aku merasa ini seperti mimpi. Siluet itu sedang berdiri di balkon tepat sebelah kamarku. Siluet itu seperti sedang melihat kepadaku. Lalu aku mencoba meyakinkan diriku. Aku pun melihat ke arah siluet itu. Siluet itu memang sedang benar-benar memperhatikanku. Dia menyandarkan kedua siku tangannya di pagar balkonnya dan salah satu tangannya menjadi tempat dagunya bertopang. Senyuman itu jelas sekali antara tersenyum lucu melihat raut mukaku yang kaget dan aku membuka mulutku. Sorot mata kecoklatannya jelas-jelas melihat ke arah kedua mataku juga. Rambut hitam kemerahan dan lesung pipinya kini semakin membuatku jelas.

" Tidakkah ini begitu indah kawan? Melihat seorang yang sudah lama kau ingin lihat. " ucap Gadis
" Se...sejak kapan kamu berada di sana? " tanyaku
" Sejak dua hari yang lalu. Tidak terkejutkah kamu? " ucap Gadis lagi sembari tersenyum simpul

Entah aku sendiri tak mengerti apa yang terjadi tapi kejadian ini begitu menyenangkan bagiku karena aku bisa bertemu lagi dengannya.

" Kawan, lihatlah bintang-bintang di langit sana. Mereka mengajak kita untuk berjalan. Maukah kau keluar bersantai sekarang? "

Aku hanya mengangguk dan kemudian sambil merapikan bajuku dan rambutku aku menunggu dia keluar dari kamarnya dan saatnya bagi kami untuk menikmati malam di pinggir pantai sambil melepas rindu.
 

Sepucuk Surat dari Pulau Harapan

Posted by : Unknown
Date :Kamis, 08 Januari 2015
With 0komentar

Yusuf dan Maria

| Selasa, 30 Desember 2014
Baca selengkapnya »
Halo teman-teman semua! Berhubung hari ini masih berhubungan dengan masa Natal, aku akan melakukan apa yang pernah aku janjikan ditulisanku sebelumnya yaitu aku akan menuliskan makna Natal yang aku peroleh selama aku mengikuti ibadah dan perayaan Natal di beberapa tempat. Kalau kalian lihat gambar di samping, kalian pasti setidaknya teringat dengan cerita Natal waktu kalian kecil. Kalian pasti mengenali kedua tokoh di gambar tersebut. Siapa lagi kalau bukan Yusuf dan Maria, keturunan dari Daud. Kedua tokoh ini memberiku makna yang baru tentang Natal tahun ini. Kalian mau tahu makna Natal seperti apa yang aku peroleh untuk Tahun ini? Nah sebelum aku menjelaskan, sebaiknya siapkan mata dan hati kalian ya dan siapkan juga cemilan kalau misalnya kalian laper. Hehehehe....

Sebenarnya kisah antara Yusuf dan Maria dituliskan oleh dua orang yang benar-benar berbeda. Kisah Yusuf ditulis oleh Matius, sedangkan kisah Maria ditulis oleh Lukas. Kok bisa sih? Nah ini yang membuatku heran dan bertanya-tanya. Kenapa gak ditulis oleh satu penulis aja dan kenapa tulisan tentang mereka hanya di dua kitab saja ya? Bagi yang udah bolak-balik baca Bible mungkin ada yang bertanya-tanya juga atau mungkin belum menyadari hal ini. Satu hal yang aku pahami mengapa kedua tokoh kunci ini ditulis pada kitab yang terpisah kemungkinan adalah untuk menunjukkan dengan jelas siapa diri mereka masing-masing sebelum dipergunakan sebagai alat untuk kemuliaan Tuhan.

Berdasarkan silsilah, Yusuf berasal dari keturunan Salomo, anak Daud. Sedangkan Maria berasal dari keturunan Natan, anak Daud. Berdasarkan nubuatan para nabi, dari taruk Isai (Daud) akan datang seorang juruselamat dan jika dirunut maka Yesus merupakan keturunan dari Daud. Pada kitab yang ditulis Matius diceritakan bahwa Yusuf adalah tunangan dari Maria dan dia seorang yang tulus hati. Ketika itu, dia mengetahui kalau tunangannya, yaitu Maria, hamil. Nah coba bayangkan jika kalian ya para cowo, udah tunangan ama seorang cewe, terus terima kabar kalau pasangan kalian hamil di luar nikah. Padahal kalian sendiri aja belum pernah lakuin itu. Nah dalam kondisi ini, Yusuf bermaksud menceraikannya. Kalau dalam tradisi Yahudi, jika ada seorang perempuan yang hamil ketika masih sebagai tunangan, laki-laki itu dapat membawa bakal istrinya ke imam-imam lalu bakal istrinya kasih dihukum cambuk. Tapi karena Yusuf seorang yang tulus hati, dia mau diam-diam aja cerainya biar gak dihukum Marianya. Nah dari cerita ini kita bisa lihat bahwa Yusuf memiliki kasih yang besar pada tunangannya yaitu tidak ingin menyakiti tunangannya.

Di cerita selanjutnya setelah Yusuf tahu kalau Maria mengandung dari Roh Kudus, dia lalu menikah dengannya agar Maria tidak dianggap cemar dan dia menahan diri untuk tidak melakukan hubungan pasangan suami istri sampai bayi Yesus itu lahir.

Nah kalau bicara tentang Maria, dikatakan bahwa Maria adalah seorang gadis, statusnya masih nona dan bertunangan dengan Yusuf. Ketika diberitahukan bahwa dia akan hamil, dia awalnya takut dan bingung serta tidak percaya sebab dia belum bersuami dan selain itu mengingat adat orang Yahudi pada masa itu jika ada perempuan yang hamil di luar nikah pasti akan dihukum. Tapi setelah mendengar penjelasan dari Malaikat Gabriel, ia percaya dan menyatakan kalau dia siap. Siap menjadi pelayan Tuhan dan siap menerima setiap akibat buruk yang akan terjadi.

Nah dari kedua tokoh tersebut ada tiga hal yang bisa ditarik tentang makna Natal. Yaitu kasih, pengorbanan, dan pengendalian diri. Tentang kasih, bisa dilihat bahwa Yusuf begitu mengasihi Maria sehingga dia ketika tahu kalau Maria hamil, dia berniat menceraikan Maria diam-diam supaya tidak dihukumnya Maria itu, tapi setelah mendapat penjelasan dari malaikat, dia lalu segera menikah dengan Maria agar tidak dianggap berzina dan anak yang dikandungnya tidak dianggap cemar. Tentang pengorbanan, bisa dilihat Maria telah berkorban untuk menjalankan misi penyelamatan itu. Dia tahu dan telah menimbang apa yang akan terjadi pada dirinya ketika dia menerima tugas itu dari malaikat. Dia tidak mementingkan dirinya sendiri, sehingga dia bisa berkenan kepada Tuhan. Tentang pengendalian diri, Yusuf dapat menahan dirinya untuk tidak melakukan hubungan badan dengan Maria sekalipun Maria sudah menjadi istrinya yang sah. Dia menahan diri dan ikut membantu dalam mengemban misi penyelamatan dari Tuhan.

Itulah tiga makna Natal yang mungkin, gak banyak orang yang tahu tapi tertulis dengan jelas kalau itulah sebetulnya makna Natal yang tertulis. Yap sampai disini dulu ya tulisanku. Selamat Natal semua

Yusuf dan Maria

Posted by : Unknown
Date :Selasa, 30 Desember 2014
With 0komentar

Selamat Hari Natal

| Jumat, 26 Desember 2014
Baca selengkapnya »
Hohohohohoho........
Hohohohohoho........
Hohohohohoho.......
Ohook...ohook...ohook......
(batuk maksudnya)

Wah gak kerasa ya teman-teman, sekarang sudah hari Natal. Ya, hari ini, hari Kamis tepat tanggal 25 Desember 2014 adalah hari Natal. Wuih....semua pasti senang terutama anak-anak kecil. Mereka pasti menunggu hadiah deh di hari Natal. Wah jadi inget dulu waktu kecil (emang sekarang gak kecil?) suka banget setiap datang Natal, suka minta ini itu ke mama papa aku. Sungguh kenangan yang indah.

Ngomong soal kenangan yang indah, dan berhubung sekarang lagi momen Natal, kali ini gak bakal bahas abis seputar Natal, tapi pada tulisan aku kali ini aku cuman mau mengucapkan selamat hari Natal untuk teman-temanku semua. Untuk setiap teman-temanku yang pernah ya setidaknya 'mampir' dalam kehidupan aku yang panjang ini. Siapa aja sih? Mungkinkah kalian salah satu di antaranya?

Yang pertama, aku mau ucapin selamat hari Natal untuk orang yang kini ada di hatiku dan itu artinya sudah dua kali merayakan Natal bersamaku. Siapa lagi kalau bukan kekasih hatiku, Lusiana Lumban Tobing. Seorang wanita yang kini mengisi hari-hariku dan selalu aku jadikan semangat buatku dalam mengerjakan tugas akhirku alias TA. Bantu doanya ya my dear.


Selanjutnya untuk Nicholatama Putra, eh bentar ada yang kelupaan, yaitu Yohanes Nicholatama Putra. Temen dari zaman aku gak bisa ngomong papa-mama sampai ke zaman aku ngomong virtual reality, Odin, Osiris, Rock'a flame, C#, dan bahasa-bahasa lainnya. Dari yang awalnya nangis-nangis minta kado, sampai ke nangis-nangis liat kenyataan pahit. Selamat hari Natal brother! Fotonya ini ajalah ya.



Terus selanjutnya ini nih teman yang kini sedang berjuang di 'negeri antah-berantah' (halah) yaitu Reza. Um Reza Rizkia. Temen zaman dulu juga, dan kini lagi menempuh pendidikan di Semarang sana. Kalau pengen tahu siapa Reza ini, aku pernah bikin cerita tentang dia. Ohya sekadar FYI aja, dia orang yang pertama kali aku bikin ceritanya dan dimuat di majalah. Hahhahay. Ini linknya cerita tentang Reza. Merry Christmas Reza!


Kemudian ucapan salam yang hangat untuk teman-teman gerejaku. Aku sebutin aja ya satu persatu, dimulai dari yang paling senior nih ya, Mas Agie, lalu Cici Tia, Cici Susi, Ko Rizky, Mas Ronal, Ko Afan, Ka Hendra, Ci Kezia, Ci Diana, Mas Andre. Selanjutnya buat yang rada senior nih ada Bayu, Deni, Lely, Melda. Terus yang rata-rata umurnya ada Petra, Lena, Bagas, Chandra, Kris, Kevin, Septi, Sisil, Bentry, Ivana, Lili, Cia dan David. Terus yang lebih mudanya lagi seperti Yohanes, Dian, Mia, Lista, Riri, Novi, Kristiandi, Mila, Chikita dan lain-lainnya deh ya. Bisa habis nih spacenya cuman buat nyebutin nama orang doang. Selamat Natal ya semuanya. Maaf fotonya gak mewakili semuanya. Hehehe....


Selanjutnya untuk sobatku yang sudah lama gak ada kabarnya lagi. Bagiamana kabarmu Frans? Sudah lama ya gak ada kabarnya. Terus halo Fero gimana kabarnya? Lalu ini lagi Yogi. Apa kabar Yogi? Terus ada lagi Putri, Farida, Juwita dan Natanael yang aku gak tahu lagi kabarnya. Terus yang lain lagi. Halo Ferdian! Kayaknya banyak juga ya. Ohya Ka Echa juga yang dulu pernah ikutan ke Taman Bunga. Buat semuanya deh aku mau ngasih salam hangat dari aku dan selamat hari Natal ya buat kalian semua teman-teman yang jauh di sana.



Terus selanjutnya ucapan selamat hari Natal juga buat teman-teman dulu persekutuan di Cimahi nih. Ada Kak May, Kak Novi, Winda, terus Yaner, Brian, Gerry, Pirhot, dan aku yakin masih banyak lagi. Dulu sih sempat rame-ramean, diajak pelayanan juga buat ke anak-anak jalanan. Ohya di sini aku ketemu Mutiara lagi. Halo juga Muti. Nah aku mau ucapin selamat hati Natal ya temen-temen Generation on The Move. Move on, move on, move on. Move on, move on, move on. Yiiiiiiii..............haaaaaaaaaaa........ Begitu ya yel-yelnya ya atau beda? Ohya Ka pesan aku, kapan aku di ajak lagi buat persekutuan bareng lagi. Kangen nih persekutuannya dan juga teman-temannya.

Selain itu aku juga mau menyapa teman-teman terbaikku di SMA, siapa lagi kalau bukan Ivan temen deketku. Selama tiga tahun lho bareng mulu. Terus Aldo yang gendut yang sekarang kuliahnya lagi di institut yang sama juga. Terus hai Karinska, cewek yang pernah aku taksir selama kelas 2 IPA. Gimana gak naksir coba soalnya ketemu terus. Terus hai Kristy, my partner in crime. Terus Anthony Bobby yang banyak ngebanyol dan juga pernah bikin master piece juga. Terus yang lainnya ada Isabela yang juga satu institut, terus Itienez, Arvi Uud, Esther S, yang juga satu kampus nih. Terus buat temanku yang lain yaitu Hana, Tephi, si kembar Ferry, Gerry, Glen, Evans, Shianne, Yoseph, Teddy G, Teddy S, Ryan, Willy, Grace, Ester, Winda, Zefanya, Agatha, Arnold, Alex, dan ini dia Triple Andri, Andri, Andri N, dan Andry S. Banyaknya ya. Ya pokoknya Selamat Hari Natal teman-teman perjuangan SMA

Ya mungkin gak semuanya kesebut kali ya satu persatu, tapi aku tidak lupa kok dalam doa. Aku doakan kalian semua kiranya jika yang jauh kita bisa bertemu dan kembali bisa berkomunikasi. Yang saat ini sedang berjuang bersama, ayo kita berjuang bersama. Jangan melewatkan hari ini dengan segera.

Akhir kata. Merry Christmas !


Selamat Hari Natal

Posted by : Unknown
Date :Jumat, 26 Desember 2014
With 0komentar

Christmas is Coming (again?)

| Selasa, 23 Desember 2014
Baca selengkapnya »
Weleh-weleh.....ckckckckck..................ya ampun...........................astagaaaaaaaa........................

Sudah berapa hari ini gak main ke mall lagi? Udah dua abad ya (halah)? Tak terasa sudah mau Natalan lagi ya rupanya. Dan aku baru sadar ketika seminggu yang lalu rencana ke mall mau beli buku eh ada pernak-pernik Natal. Rupanya sudah masuk bulan Desember toh. Apa ada yang masih gak nyadar kayak aku kalau sekarang ini udah bulan Desember dan sudah mendekati perayaan Natal? Kayaknya cuman aku doang deh ya yang paling aneh.

Ya siapapun akan merasa senang ketika memasuki bulan Desember. Ya iyalah gimana gak senang? Buat yang pelajar atau mahasiswa ya dapat libur walau terkadang cuman sebentar tapi cukuplah untuk hibernasi (baca: tidur sepuasnya atau main sepuasnya). Demikian juga buat orang-orang yang bekerja sebagai karyawan. Selain itu bagi yang udah kerja bisa dapat uang tunjangan hari raya yang nilainya cukup besar jadi bisa buat belanja deh. Terus buat yang kerja di mall, bisa dapat penghasilan tambahan lantaran banyak yang berkunjung ke mall dan bisa dapat uang lebih banyak dan terkadang dari service tambahan, bisa nambah-nambah juga. Pokoknya semua orang senang deh karena di bulan Desember bertaburan uang seperti badai salju di negara-negara yang memang sedang memasuki musim salju. Tapi terkadang aku suka berpikir. Mungkin aku bisa bilang ini 'iseng' tapi kok ya ke-'iseng'-an terulang terus-menerus ya? Malah seperti habbit tersendiri bagiku setiap kali Natal, atau bulan Desember telah mendekat atau kalau sekarang sih sebutannya udah dateng.

Aku suka bertanya-tanya dalam hatiku (cieee yang punya hati) apakah ini maksud dari kata-kata 'sukacita Natal' tersebut? Soalnya setiap kali Natal, ketika aku berjalan atau berkendara di jalan raya, yang mengemis masih saja mengemis, yang mengamen masih saja mengamen, yang hidup menggelandang, masih saja seperti itu bahkan yang hidupnya tinggal di kolong jembatan, dikejar-kejar tantib ya sama aja. Gak ada bedanya dengan bulan-bulan lainnya. Bahkan aku suka melihat di tahun-tahun sebelumnya ya mereka sama aja. Masih mengemis, masih mengamen, menggelandang, masih hidup di tem.pat yang menurutku kurang layak, masih dikejar-kejar tantib dan kisah-kisah lain yang seharusnya ketika Natal tiba, mereka juga bisa merasakan 'sukacita Natal' itu.

Belakangan ini muncul lagi semacam, ya kalau orang sebelah bilang itu fatwa atau apalah, whatever. Mereka sibuk ngurusin apakah halal atau haram ketika orang lain mengucapkan 'selamat Natal', atau 'merry Christmas' atau ucapan-ucapan yang berbau Natal dari yang tidak merayakan kepada yang merayakan. Kalau aku bilang ini tuh masalah jadul banget. Outschool man! Kok sempet-sempetnya sih ya mikirin hal yang sebetulnya itu remeh banget bahkan gak sepenting seperti masalah yang aku lihat di atas sebelumnya. Kerjaan kok mikirin halal-haram aja sih? It's OK kalau kita ini sebagai bangsa Indonesia itu berbeda. Gak ada yang sama. Aku pernah muterin lagunya Project Pop judulnya "Beda Sama Kamu" (bisa diklik nih linknya ya). Ya memang kita berbeda trus so what gitu lho kalo beda? Toh kita minum air yang sama, makanan yang sama, merasakan udara yang sama, tinggal di negara yang sama. Terus kenapa? Kenapa kita malah mencari perbedaan? Kenapa gak mencari kesamaan gitu lho?

Sebetulnya selama beberapa hari ini aku udah ikut beberapa kegiatan perayaan dan ibadah Natal. Memang belum semua sih tapi nanti kalau udah semua aku bakal cerita deh. Karena sampai sekarang juga aku belum menemukan makna Natal untuk tahun ini. Aku selalu penasaran setiap kali Natal tiba, kira-kira apa ya yang bakal Tuhan kasih tahu ke aku untuk Natal tahun ini? Ya mungkin setelah melewati semuanya aku bakal tahu dan nanti aku share juga ke teman-teman setia pembaca blogku biar gak dikira sombong gitu lho.

Selamat hari Natal, sobat setia. Semoga kalian menemukan makna yang baru dalam Natal kali ini ya.

Christmas is Coming (again?)

Posted by : Unknown
Date :Selasa, 23 Desember 2014
With 0komentar

Hujan di Bulan November

| Rabu, 12 November 2014
Baca selengkapnya »
Saat ini tanggal 12. Ya, 12 November 2014. Itu artinya sudah dua belas kali hujan terjadi di bulan November. Hujannya selalu antara jam 12 siang sampai jam 8 bahkan 9 malam. Namun hujan kali ini begitu berbeda. Kali ini hujannya seperti hanya hujan air saja. Tak ada sedikit pun semangat yang turun, maupun sukacita dan kegembiraan serta keceriaan. Hujan kali ini membuatku menjadi kurang bersemangat.

Memang ada berbagai ucapan atau istilahnya quotes tentang hujan seperti misalnya
Jangan menunggu hujan berhenti! Hujan bukan untuk ditunggu tapi dinikmati
atau tulisan yang ini
 Life is not about waiting for the storm to pass. It's about learning to dance in the rain 
 atau mungkin ada yang lainnya tapi aku lagi gak mau cari-cari quotes macam itu.

Kali ini hujannya memang tampak tidak menyenangkan bagiku. Padahal dulu aku adalah penggemar hujan. Hujan-hujanan, banjir, basah, pilek, batuk dan sampai akhirnya terbaring di tempat tidur pun aku nikmati semuanya, namun kali ini aku sedang istilahnya sedang tidak berselera dengan hidangan tersebut kalau misalnya musim hujan ini diibaratkan sebuah makanan.

Aku memang menari, tapi menari tanpa musik. Dentuman gendang atau pun suara ritmis pun tak kudengar kali ini. Yang ada hanyalah chaos seperti kata duo homo Dimas dan Rueben di novel Supernova  Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh, karangan Dee, penulis favoritku dan beberapa tulisanku terinspirasi akan tulisan karangan Dee tersebut. Kalau aku menari dengan keadaan seperti itu yang ada hanyalah kelelahan saja. Tak ada kesenangan, tak ada sukacita. Hanya menghabiskan tenaga saja dan waktu.

Tapi walau bagaimanapun, hidup harus terus berjalan. Sudah tiba saatnya masuk musim penghujan dan dilain waktu musim kemarau. Begitu seterusnya sampai akhir waktu. Selama masih hidup, atau istilah kerennya selama kesempatan untuk menari masih diberikan, menarilah meski tanpa musik sekalipun. Sebab musik tersebut dapat diimajinasikan di dalam hati dan pikiranmu sehingga dapat menari indah seakan-akan ada musik. Jika terjadi hujan, menarilah bersama hujan. Jika yang terjadi musim kemarau, menarilah bersama panasnya mentari. Nikmatilah setiap waktunya karena waktu itu sangat berharga.

======================================================================
Terinspirasi dari tarian pemanggil hujan dan tarian penahan hujan dimana para penari menari hanya dengan tepukan tangan saja meski ujung-ujungnya mereka capek dan tidak mencapai hasilnya, namun mereka tetap bersyukur.

Hujan di Bulan November

Posted by : Unknown
Date :Rabu, 12 November 2014
With 0komentar
Tag :

Catatan di Awal Oktober

| Rabu, 01 Oktober 2014
Baca selengkapnya »
Halo teman-teman semua yang suka berkunjung ke blog aku. Pasti pada nungguin deh ah (pede abiss). Ini adalah hari pertama di bulan Oktober. Namun sebelum beranjak terlalu jauh di bulan Oktober, ada baiknya aku menulis beberapa hal yang masih hangat dari bulan September yang katanya bulan penuh keceriaan.

Bulan September kemarin penuh dengan catatan dalam hidupku ini. Yang paling aku ingat adalah kematian. Ya, betul kematian atau dalam bahasa yang lebih halus, meninggal dunia. Jadi di bulan September kemarin, apalagi di minggu terakhir di bulan September, penuh dengan duka cita. Salah satunya kemarin seorang bapak, seorang ayah, seorang kakek yang cukup aku kenali dengan baik, lebih dulu meninggalkan dunia ini dan menghadap Sang Ilahi. Hal itu terjadi di Sabtu siang tanggal 27 September 2014. Beliau banyak mengajarkan kepadaku artinya sebuah ketegasan, karakter, dan wibawa karena memang beliau adalah purnawirawan ABRI dan terakhir aku lihat beliau masih sehat-sehat aja minggu lalu. Aku tak tahu kalau di dalam tubuhnya ternyata sudah ada komplikasi penyakit. Ketika hari Minggunya pada sore hari, diadakan kebaktian penghiburan, cukup banyak yang hadir dan aku melihat ada temanku yang sebetulnya bukan anak biologis beliau tapi sejak kecil selalu di asuh oleh beliau. Dia juga menangis. Tentulah dia menangis karena beliau dan istrinya yang sudah lebih dulu mendahuluinya sudah dianggap seperti ayah dan ibu kandungnya sendiri. Setiap kali aku ke rumah duka, aku selalu berpikir, kapan aku akan mencapai garis akhir tersebut dan seperti apa aku dikenal oleh orang lain dan siapa saja yang akan menangis ketika aku sudah mencapai garis akhir tersebut? Selain itu aku juga merenungkan, apa saja yang sudah aku lakukan hingga hari ini dan sudah tepatkah yang aku lakukan karena kematian bisa saja menjemput kapan saja tanpa kenal waktu. Kematian tidak bersahabat dengan waktu, ia punya waktu tersendiri.

Selain cerita tentang meninggalnya manusia, di akhir September juga ada cerita tentang 'meninggal'-nya sebuah bangsa? Apa maksudnya? Terjadi genosida? Mungkin aku bisa bilang iya terjadi genosida karena yang di'bunuh' adalah Demokrasi. Dimana itu terjadi? Itu terjadi di Indonesia. Akhir September lalu, demokrasi Indonesia sudah mati dan kembali lagi ke zaman Orde Baru. Aku juga berduka cita dan aku tak tahu harus berbuat apa karena aku tidak punya kekuatan politik. Aku bukan politikus sekalipun aku juga membenci politikus bangsa ini. Aku sebetulnya cinta bangsa ini tapi aku juga benci tingkah laku bangsa ini. Bangsa ini seperti jalan dua langkah, mundur lima langkah. Setiap orang hebat yang bisa memimpin terlihat, tiba-tiba ada reaksi besar yang menentang mereka sehingga mereka kesulitan dalam melaksanakan tugasnya.

Ya begitulah catatan untuk akhir bulan September. Sekarang ini aku sedang melihat media sosial dan sedang asyiknya orang-orang membuat quotes tentang #OctoberWish. Berikut ini contohnya tanpa perlu aku tampilkan siapa yang bilang.



(........) Semoga keluarga ini selalu bahagia :) Baekki sayang kalian semua
semoga dapet kado istimewa
selalu sama mama tercinta mwah * (....)
Welcome October, semoga sehat selalu semuanya
happiness

dan masih banyak lagi. Ya itu masih beberapa aja tapi apa yang kamu harapkan di bulan Oktober ini? Kalau aku berharap supaya aku bisa tetap sehat sampai akhir Oktober untuk mengerjakan tugas-tugasku yang mulai bejibun dan tetap taat dan percaya akan Dia, Sang Ilahi. Semangat di bulan Oktober!!

Catatan di Awal Oktober

Posted by : Unknown
Date :Rabu, 01 Oktober 2014
With 0komentar
Tag :

Rindu

| Sabtu, 20 September 2014
Baca selengkapnya »
Jalanan masih riuh sore itu
Kepulan asap knalpot membumbung tinggi
Menyesakkan nafas
Ditemani dinginnya air hujan
Suara klakson yang tidak bersahabat
Memberi isyarat sudah waktunya makan
Siulan para pengatur lalu lintas riuh rendah
Namun hal itu tidak mengganggu hatiku

Tatapan kosong
Seperti tanpa nyawa
S e n d i r i a n
S  e  p  i
H  a  m  p  a

Hati ini kosong
Hati ini hampa
Keriuhan di luar sana
Tak dapat mengisinya
Suara berisik
Tak dapat memenuhinya

Hari ini kosong
Hari ini hampa
Hari ini hening
Tak ada suara
Suara yang kuharapkan
Tak ada kata-kata
Kata-kata menyapa

Entah mengapa ini karenamu
Aku merasa seperti ini
Memang aku disibukkan dengan kesibukkanku
Tapi kamu membuatku seperti ini

Hening
Kosong
Hampa

Aku tak tahu mengapa bisa begini
Tapi satu hal yang aku yakin


Aku

Rindu

Kamu

===========================================================================

Hai, sudah lama aku tak ketemu dengan kalian para pembaca setia (emang punya? Hahahahaha..miris kali). Maaf ya baru kali ini aku kembali menulis karena seperti biasa aku terkadang kalau mau menulis "menggodog" dulu di otak trus eh...klupaan deh di"tuang" di "piring" blogku jadinya "gosong" dan "nguap" deh. Tapi kali ini untung sempet di-"tuang". Sebelumnya tulisan ini secara spesial dipersembahkan untuk wanita spesial yang membuatku tetap bertahan dalam setiap harinya, wanita yang memberiku senyuman spesialnya dan wanita yang kini menjadi kekasihku. Aku mau bilang terima kasih karena kamu membuatku kembali produktif untuk menulis lagi dan inilah isi hatiku untukmu.


Rindu

Posted by : Unknown
Date :Sabtu, 20 September 2014
With 0komentar

Cuap-Cuap di Malam Hari

| Sabtu, 30 Agustus 2014
Baca selengkapnya »
Malam ini begitu sepi bagiku. Rembulan hanya menampakkan sedikit wajahnya. Memang tak berawan malam ini, tapi rembulan masih belum siap. Bintang-gemintang hanya beberapa saja di atas langit gelap sana. Ditambah lagi dengan sepinya malam ini tanpa sedikit pun suara dari si 'elgi' (elgi = nama ponselku). Hanya suara musik saja yang menemaniku.

Sebetulnya hari ini bisa dibilang bagus untukku karena aku bisa ikut berenang dengan teman-temanku. Sekedar info, aku gak bisa berenang dan karena dapat tiket gratis di tempat renang yang cukup ok, aku mau aja dan sekalian aku belajar berenang dengan belajar gaya katak. Sedikit demi sedikit bisalah melakukannya tapi masih belum mahir. Emang harus rutin belajar ya.

Yang menarik adalah sebetulnya adalah ketika pulang, kami cari makan dulu buat mengisi perut kosong nah di saat itulah kami mulai ngobrol sesuatu yang penting, sambil aku berusaha menghubungi sang pujaan hati sambil mendengar obrolan atau 'rapat' kalau bahasa kerennya. Sebetulnya memang ada rapat yang benerannya tapi di saat inilah kami berdiskusi untuk masalah 'rapat' ini.

Jadi sebetulnya aku saat ini melayani di tempat aku dulu bertumbuh dan aku diberi kepercayaan untuk ikut bagian dalam panitia persiapan Natal. Nah sebetulnya posisiku cukup strategis namun karena aku ini, istilahnya sih bisa dibilang seorang greenhorn, aku jadi kekurangan ruang gerak, apalagi selama kurang lebih sebulan ini aku sudah memetakan orang-orang di tempat aku pelayanan kalau dihitung yang memang mau bekerja sedikit sekali. Tapi toh, dengan sedikit orang pun Tuhan pasti bisa memakainya dengan sepenuhnya. Nah inilah yang menjadi bahan obrolan tadi sore selain rapat yang aku ikuti sambil makan juga.

Memang sebetulnya salah juga kalau menyalahkan orang lain, tapi gak bisa dibiarkan juga sih. Memang harus memberitahu pada waktu yang tepat. Obrolan itu pun membuatku menjadi pusing karena tim dimana aku bekerja ini, memang orang-orang yang diobrolin itu. Aku hanya bisa berdoa semoga bisa bekerja sama apalagi konsep acara masih belum matang. Aku harap Tuhan bisa memberikan yang terbaik.

Terkesan gajolnya cuap-cuap kali ini? Memang, karena aku juga sedang galau karena doi juga. Malam ini semua perasaanku menjadi satu. Aku bingung oleh sebab itu tulisanku jadi seperti ini. Tapi ya sudahlah, aku gak mau hari ini mempengaruhiku besok. Aku mau menutup hari ini dan membuka lembaran baru. Biarlah Tuhan yang melakukan sisa dari kehidupanku ini.


===============================================================================

Catatan sebelum mulai terlelap untuk tidur

Cuap-Cuap di Malam Hari

Posted by : Unknown
Date :Sabtu, 30 Agustus 2014
With 0komentar
Tag :
Next Prev
▲Top▲