Newest Post

Kata-Kata Na Ba Bu

| Kamis, 10 Juli 2014
Baca selengkapnya »
Na da ba na ba bu
La ma da la ma na ba bu
As ka na ra ka an na ba bu
Ma ta ka nan ka ki na ba bu
Hi dup la ma kar na ba bu
Wa ka tu ber ja lan na ba bu
Tak ka ta ka tak ka na ba bu
Bo la la boh la lam ba na ba bu

I si ta pi na ko song lah na ba bu
Ko song la nak ta pi na i si na ba bu
Hi dup la tan pa mu ji wa kar na ba bu
Tan pa na se sal wa lau nak sa lah na ba bu
Ma ti lah ka lam ka mu na ba bu
Me nye sa lah da lam hi na na ba bu
Te ri ak lah ku at ku wat na ba bu
Te li nga na ba ter bu ka na ba bu
Tan pa ka mu nak bi sa de ngar na ba bu

Ka ta tak kak tak ka ta na ba bu
Man tra lan tra mah nan tra na ba bu
Se le sa lah su dah nah lah na ba bu
Na ba bu



=========================================
Terinspirasi dari sebuah puisi mantra yang cenderung malah tanpa makna dan dibaca tanpa arti kalau menurut yang kubaca tapi aku mencoba membuat arti dalam mantranya dan terinspirasi lagu mistis yang biasa didengarkan setiap malam jumat. Dipersembahkan bagi penikmat puisi kontemporer

Kata-Kata Na Ba Bu

Posted by : Unknown
Date :Kamis, 10 Juli 2014
With 0komentar

Kala Guru Marah

| Senin, 07 Juli 2014
Baca selengkapnya »
BERHENTI.....!!!
DIAM.....!!!
BERDIRI....!!!
JONGKOK....!!!
KELUAR....!!!
LARI....!!!

BERHENTI....!!!
LOMPAT....!!!
LAGI...!!!
LAGI...!!!
LAGI...!!!
LARI...!!!

BERBALIK...!!!
MERAYAP...!!!
JONGKOK...!!!
LOMPAT...!!!
LOMPAT...!!!
LOMPAT...!!!
LOMPAT...!!!
LOMPAT...!!!
LOMPAT...!!!
BERHENTI....!!!!!!!!!!

Masuklah ke dalam
Lalu renungkan
Apa yang telah 
Kalian lakukan
Pasti capek

Kala Guru Marah

Posted by : Unknown
Date :Senin, 07 Juli 2014
With 2komentar

Bapak Prabowo dan Bapak Jokowi

| Kamis, 03 Juli 2014
Baca selengkapnya »
==========================Intermezzo doeloe============================
Berhubung pemilihan presiden bentar lagi nih, kali ini aku menulis tentang pilpres nih. Seperti biasa aku mengambil posisiku sebagai orang yang berada di luar lingkungan politik jadi aku membawa sudut pandang yang biasa. Buat temen-teman pembaca nih, kalo boleh tolong di share ya biar yah siapa tahu nyampe gitu di tangan masing-masing capres buat membaca tulisan ini. Tolong bantu disebar ya. Grazie, terima kasih.
=======================================================================

Kepada kedua bapak inilah kami berbicara
Bukan kepada kedua gambar ini
Bukan kepada kedua patung
Tapi kepada kedua manusia inilah kami bicara
Bukan kepada orang asing sehingga kami harus bicara menggunakan bahasa mereka
Bukan kepada orang pedalaman sehingga kami sulit berkomunikasi

Kepada kedua bapak ini
Bapak Prabowo dan Bapak Jokowi
Dua orang yang sedang bertarung untuk kursi nomor 1 di republik ini
Dua orang dengan masing-masing kelebihan dan kekurangannya

Bapak Prabowo dan Bapak Jokowi
Di sini kami sudah melihat semuanya
Sebetulnya kami sudah bosan dengan berita-berita miring yang bermunculan di televisi
Kami juga bosan mendengar pesan-pesan kampanye yang kami pikir hanya sebatas angin lalu

Sekarang di sini kami mau bicara
Inilah kami, orang yang mendukungmu dan juga tidak mendukungmu
Kami punya satu permintaan untukmu, wahai bapak-bapak yang terhormat
Kelak jika salah satu dari bapak-bapak ini terpilih menjadi pemimpin negeri ini
Kami minta dengan sangat
Jangan lupakan kami sama sekali
Kami yang mendukungmu dan tidak mendukungmu
Karena kami ini sesungguhnya memiliki satu kesamaan
Yaitu

B A N G S A  I N D O N E S I A

Kami mohon jangan lupakan kami
Layanilah bangsa bapak ini dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya
Supaya kami jangan turun ke jalan dan menggulingkan bapak dari kursi istana tersebut

Salam perdamaian

Atas nama Bangsa Indonesia

========================================================================
Share please

Bapak Prabowo dan Bapak Jokowi

Posted by : Unknown
Date :Kamis, 03 Juli 2014
With 0komentar

First Note on July

| Selasa, 01 Juli 2014
Baca selengkapnya »
Sudah kurang lebih satu bulan aku tidak kembali menulis. Kebanyakan karena aku terlalu sibuk sama kerjaan kantor. Bahkan sampai-sampai ada kerjaan yang harus aku bawa pulang atau aku bawa pergi meskipun aku sedang bersenang-senang bersama teman-temanku. Sebetulnya memang tugasnya gak terlalu berat yaitu hanya menulis tepatnya membuat riset, tapi aku memang tidak ahli kalau disuruh membuat riset seperti itu. Kalau disuruh untuk menulis tulisan baik itu berupa cerpen, puisi atau karangan pendek mungkin aku masih bisa karena itu kebiasaanku tapi saat ini disuruh membuat semacam makalah, riset dan trial error. Aku sedikit kewalahan

Kali ini aku hanya bisa menuliskan apa yang kurasakan yaitu aku lelah dengan kesibukkanku yang akibatnya membuat otakku lelah juga. Sudah lama aku ingin menulis lagi tapi keadaan memaksaku. Yah semoga nanti aku memiliki waktu untuk menulis dan bukan hanya menulis tapi waktu yang terbaik untuk sesorang yang aku harap dia masih di sini karena aku masih mengharapkannya. Seseorang yang terkadang aku ingin dia memberiku juga perhatian dan tak hanya ingin dimengerti tapi aku harap mau mengerti keadaanku ini.

Untuk teman-temanku pembaca setia, tunggu ya di weekend. Aku telah menggodok satu cerita dan aku harap bisa melahirkannya dengan sempurna. Tunggu OK?

First Note on July

Posted by : Unknown
Date :Selasa, 01 Juli 2014
With 0komentar
Tag :

Hujan di Terminal

| Kamis, 05 Juni 2014
Baca selengkapnya »
Dingin
Hujan
Datang
Hingga
Basah
Semuanya
Beku
Tubuh
Ini
Tak
Bergerak
Deras
Turun
Hujan
Sore
Ini
Semua
Orang
Merapat
Mencoba
Berteduh
Belakang
Tembok
Yang
Terdapat
Kanopi
Penuh
Padat
Berjejal
Setumpuk
Manusia
Saling
Mendorong
Tak
Ingin
Kena
Hujan
Hingga
Akhirnya
Terjadi


Dorong-dorongan
Berebut tempat berlindung
Semakin lama
Semakin sesak
Semakin pengap
Dipenuhi puluhan manusia
Maka yang terakhir datang
Mencoba merapat ke tembok
Yang sudah merapat terdorong keluar
Hingga

B e r a n t  a ka  n
seMU  a     be  rE  But       tem   pAt
Tak  p e d u li  Tu  A      ma u    pun     mUda
hing    ga       be      ran     Ta    kaN     se   Mu  A

Hujan di Terminal

Posted by : Unknown
Date :Kamis, 05 Juni 2014
With 2komentar

Alam Pun Bersedih

| Sabtu, 26 April 2014
Baca selengkapnya »

Kudengar suara guruh
Menggelegar dan memekakan telinga
Kulihat cahaya kilat
Membuat langit malam menjadi terang dalam sekejap
Kulihat ke langit
Tetes-tetes air mulai turun
Di tengah kegelapan malam
Ketika aku menyendiri

Malam itu aku seperti seorang diri
Berdiri mematung
Dibasahi titik-titik air
Yang lama-lama
Menjadi hujan deras

Kubiarkan diriku dibahasi oleh hujan
Kubiarkan bajuku basah kuyup
Kubiarkan tubuhku mengigil karena angin
Kubiarkan air menerobos masuk lubang-lubang bajuku

Aku hanya bisa mematung
Berdiri dan tak berdaya
Hujan ini seperti berbicara padaku
Hujan yang besar ini tampak seperti ingin menemaniku
Menemaniku dalam kesendirian

Ya
Kini hatiku sunyi
Kini hatiku sepi
Kini terdapat lubang besar di hatiku
Terdapat ruang hampa di sana

Kau pergi tinggalkan diriku
Benar-benar pergi
Tak kurang dari 24 jam
Kini kau pergi
Tak kumengerti mengapa
Kau pergi begitu saja
Tanpa sepatah katapun
Kau pergi
Membiarkan aku seorang diri
Membiarkan aku menjadi patung di sini

Alam sepertinya tahu kepedihanku
Aku ingin menangis sejadi-jadinya
Aku ingin melemparkan batu-batu
Kubiarkan tubuhku dihujani

Aku masih menunggumu
Aku masih di sini
Aku masih membukanya
Aku mau kau kembali secepatnya
Aku masih mau duduk bersamamu
Aku masih mau mendengar suaramu

Kembalilah
Wahai kekasihku
Aku takkan berpaling kemana pun
Kembalilah


Lusiana...

Alam Pun Bersedih

Posted by : Unknown
Date :Sabtu, 26 April 2014
With 0komentar

Rembulan, Aku Rindu Dia

| Selasa, 22 April 2014
Baca selengkapnya »

Rembulan,
Malam ini begitu sunyi
Lebih sunyi dari biasanya
Suara itu tak terdengar lagi di malam hari
Suara yang sangat kurindukan

Rembulan,
Tak kutahu mengapa diriku
Aku tiba-tiba merasa kesepian
Melihat layar ponsel yang tiada berdering

Rembulan,
Kau tahu wanita itu?
Wanita yang membuatku mabuk kepayang
Wanita yang selalu membuatku jatuh cinta
Wanita yang selalu memberiku alasan tuk tersenyum
Wanita yang selalu memberiku semangat menjalani hari

Rembulan,
Aku ingin memahami wanita itu lebih lagi
Aku belum mengenalnya lebih dalam
Aku belum tahu segalanya
Aku ingin mengerti tentang dia lebih banyak lagi

Walau aku juga punya keinginan
Aku juga ingin dia mengerti aku juga
Aku juga ingin dia memahamiku juga
Aku juga ingin dia memaklumiku juga
tapi
Biarlah dia yang menjadi utama bagiku
Baik dalam doa-doaku
Baik dalam pikiranku
Baik dalam bangun maupun tidurku

Rembulan,
Ketika nanti kamu melihat wanita itu
Katakanlah kepadanya
Aku mencintainya
Tapi belum tahu bagaimana cara menunjukkan padanya
Aku mencintainya
Tapi belum tahu seperti apa yang dia mau

Rembulan,
Ketika kamu nanti melihat wanita itu
Katakan aku mau menemaninya
Mungkin bukan seperti Tuan Waktu
Yang selalu ada di tiap detiknya
Mungkin bukan seperti Sang Angin
Yang selalu melewati lubang hidungnya
Mungkin bukan seperti Air
Yang selalu masuk ke tubuhnya
Tapi katakanlah
Aku selalu ada ketika ia butuh
Aku selalu mudah dihubungi
Aku tidak menutup jalannya kepadaku

Rembulan,
Jagalah wanita itu
Jangan biarkan ada yang menyakitinya lagi
Aku tak rela dia disakiti
Karena ketika ia disakiti,
Aku seperti merasakan sakitnya

Rembulan,
Inilah wanita itu


Rembulan, Aku Rindu Dia

Posted by : Unknown
Date :Selasa, 22 April 2014
With 0komentar

Nasib Burung Garudaku 5 Tahun Ke Depan

| Selasa, 08 April 2014
Baca selengkapnya »
Besok, ya tepatnya besok pagi tanggal 9 April 2014 merupakan salah satu hari terpenting dalam hidupku karena yang pertama besok libur. (Yeaaahhhh! Semangat liburan...! :red) Sebetulnya yang terpenting adalah besok adalah hari pemilihan umum secara nasional untuk memilih para wakil rakyat baik itu dari DPR, DPRD, dan DPD. Selama lebih dari dua minggu yang lalu, segala bentuk partai politik telah melakukan 'agresi' kepada masyarakat umum supaya mereka mendapatkan 'suara' rakyat di pemilu nanti sehingga mereka menang pemilu. Segala macam 'agresi' telah dilakukan mulai dari pawai terbuka, konvoi, blusukan ke masyarakat sekitar dan itu membuatku iri karena gak ada yang blusukan ke rumahku. Hehehehe...

Yap tinggal besok waktunya buat yang sudah punya hak suara untuk memberikan 'suara'nya pada orang-orang yang dipercayanya. Nasib bangsa ini setelah kurang lebih 5 tahun oleh wakil rakyat yang lalu bisalah kita lihat sendiri di koran-koran, televisi dan media informasi lainnya. Di sini aku gak bakal bahas satu-satu dan gak bakal bahas partai politik satu-satu karena pertama kebanyakan kalau ditulis di sini karena aku punya daftar panjang track of record masing-masing partai politik dan lagipula aku kan sebagai insan pers juga nih di kampus gak boleh berpihak pada siapapun, harus indepen, jadi aku bakal bahas secara keseluruhan, secara umum tanpa menyebutkan nama.

Mengingat perjalanan bangsa ini selama 5 tahun belakang, sebagai mahasiswa di sini ya aku beruntung ya, bisa menikmati uang negara yang aku peroleh dari beasiswa pemerintah, terus aku menikmati juga jalanan terutama jembatan Pasupati, angkutan ya salah satunya bus, terus jalan tol. Aku cuman cukup menikmatinya saja. Nah masa menjabat mereka tak terasa sudah habis di tahun 2014 dan tentunya masa jabatan yang baru yaitu 2014/2019 akan segera bergulir. Selain itu kini generasi anak-anak tahun 1993 sampai 1995 sudah memiliki kesempatan untuk memberikan suaranya pada pemilu nanti. Aku lihat di televisi, di poster-poster yang ditempel  seenaknya ada wajah baru yaitu anak-anak muda juga yang ikut berpartisipasi dalam menjadi calon legislatif. Hmmm....walau begitu banyak juga pemain lama yang kata salah satu media informasi kinerjanya gak keliatan selama 5 tahun menjabat. Aku gak mau berkomentar sih bukan bidangku. Mungkin kalau udah jadi bidangku, aku bakal komentar banyak karena aku ini pengamat. Hehehehehe....

Nah melihat keadaannya sekarang bagaimana dengan kamu, wahai yang pemuda-pemudi yang sudah memiliki hak suara? Pilihan apa yang kamu ambil? Memilih untuk memilih atau memilih untuk memilih? Kenapa pertanyaan seperti itu? Begini, kalian pasti dah tahu dong track of record dari masing-masing partai. Ada yang bagus, ada yang jelek walau sebenarnya menurutku kalau diniliai cuman dapet nilai BC, lulus tapi gak memuaskan. Sekarang pilihan kita, apa yang akan kita pilih besok? Semua pilihan itu tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar. Ketika kita memilih untuk memilih, maka itu menjadi tanggung jawab kita, dan ketika memilih untuk tidak memilih, itu juga tanggung jawab kita. Itu hak kita dan tak dilarang oleh siapapun. Selamat memilih.

Nasib Burung Garudaku 5 Tahun Ke Depan

Posted by : Unknown
Date :Selasa, 08 April 2014
With 0komentar
Next Prev
▲Top▲