Newest Post

Semuanya Berawal Dari Sini

| Minggu, 06 Oktober 2013
Baca selengkapnya »



Diantara sekian miliar manusia dari segala penjuru bumi (itupun kalau bumi ada ujungnya), dari sekian tempat yang ada di muka bumi ini, dari sejumlah waktu yang telah berlalu di bumi ini, sadarkah kau mengapa kita bisa berjumpa dengan cara yang ajaib? Aku masih ingat saat-saat pertama kali kita bertemu. Kita bertemu di dunia maya. Saat itu kau sedang berselancar di pulau sana dan aku berada di pulau yang lain yang bertetangga dengan pulaumu. Saat itu kau sedang melancarkan 'serangan'-mu untuk menyelidiki siapa aku ini karena temanmu meminta bantuanmu untuk menyelidiki aku. Namun pada akhirnya kita malah menjadi teman akrab.


Pernahkah kau berpikir mengapa kita bisa berjumpa dan bahkan menjadi dekat seperti ini? Dari setiap kemungkinan yang aku lihat, setelah aku menelusuri lagi waktu dimana kita pertama bertemu itu, rasa-rasanya ini merupakan suatu kemustahilan supaya kita bisa bertemu dan bisa dekat seperti sekarang ini. Ini semua tidak akan terjadi teman kita yang begitu baiknya pada kita sehingga kita bisa bertemu dalam suatu waktu yang tepat.

Dari semua kemungkinan yang ada, dengan perbandingan 1:2000,000,000 kita adalah yang saling bertemu tidak hanya di dunia maya namun di dunia nyata juga. Itu pun seperti suatu kemungkinan yang hampir mustahil namun dengan perhitungan mekanika kuantum hal ini pun bisa terjadi. Sama seperti Schrodinger yang berusaha mendapatkan satu elektron di sekian banyaknya elektron di awan elektron, kita yang berkumpul dalam grup manusia mencuat keluar dan bertemu satu sama lain.

Dari sekian miliaran manusia, kita adalah yang dapat bertemu, dari sekian tempat di bumi ini, kita bertemu di satu tempat, dan dari setiap waktu yang berjalan kita ada di sana bersama. Setiap kemungkinan ini hanya terjadi dalam setiap kesempatan yang ajaib. Aku berpikir, apakah memang kita dipertemukan untuk suatu tujuan tertentu atau hanya sebuah kebetulan yang beruntun dalam mekanika kuantum yang dari setiap kemungkinan, masing-masing kemungkinan memiliki peluang yang sama. Aku rasa ini ada suatu tujuan, namun aku masih meraba-raba tujuan tersebut. Namun jika tujuan itu sudah jelas, akankah kita tetap bersama? Akankah kita tetap dapat bertatap muka lagi? Akankah kita masih melakukan candaan-candaan kita dan melemparkan kata-kata yang biasa kita ucapkan? Aku rasa itu semua hanya diketahui oleh Sang Creator dan waktu.

Namun aku sangat berterimakasih sekali. Sejak pertemuan itu, aku banyak belajar beragam hal. Baik itu yang berkaitan langsung dengan diriku, oranglain atau mahluk lain. Kau mengajarkan padaku tersenyum, tertawa, dan banyak hal lainnya. Terima kasih terutama ketika kau datang dan menemuiku di sini dan juga untuk waktumu. Terima kasih

Semuanya Berawal Dari Sini

Posted by : Unknown
Date :Minggu, 06 Oktober 2013
With 0komentar

Sebatang Lilin Kecil

| Minggu, 29 September 2013
Baca selengkapnya »

Ketika sebuah ruangan yang besar dalam keadaan gelap, suasana sepi, di malam yang gelap, hujan badai, pasti suasananya akan menakutkan apalagi jika ditambah tembakan lampu 'flash' dari langit yang lebih dikenal dengan kilat dan disertai suara gemuruh guntur. Segala macam rasa takut, gemetar mengigil,  dan cemas pasti berbaur, bercampur aduk jadi satu. Namun seketika, kala melihat cahaya kecil suasana hati menjadi lebih baik. Cahaya kecil dari sebuah lilin, cahaya yang hangat, yang menerangi seisi ruangan yang awalnya gelap gulita menjadi remang-remang bercahaya. Suasana hati yang awalnya gundah gulana dan penuh dengan ketakutan menjadi sirna saat melihat cahaya teduh yang dipancarkan oleh lilin kecil tersebut. Lilin itu seperti sebuah harapan bahwa kehidupan masih ada di sana selama lilin itu menyala dan masih bisa dirasakan kehangatan cahayanya. Kilat pun seakan-akan tidak menakutkan lagi melainkan berubah seperti lampu flash yang membantu lilin kecil itu bercahaya, dan gemuruh guntur menjadi sound effect yang merdu.

Sambil terdiam menikmati pancaran cahaya dari lilin kecil, lilin kecil itu mengajarkan suatu pelajaran berharga kepadaku. Dunia itu ibarat sebuah ruangan yang sangat besar, ruangan yang gelap, diterpa badai hujan, kilat dan gemuruh guntur. Suasana yang menakutkan, mencekam, dan dingin. Tak tentu arah dan banyaknya masalah yang terlihat. Tak dapat lagi dikenali lagi siapa kawan siapa lawan, semuanya absurd. Gelap. Lilin kecil itu ibarat suatu kebenaran dari Sang Illahi. Kebenaran absolut yang membuat semua mata melihat, semua telinga mendengar, semua lidah mengecap, semua tangan menggenggam, semua kaki melangkah. Cahaya kebenarannya membuka segala hal yang salah dan menunjukkan kebenaran sebagai suatu yang cemerlang. Walau kesalahan ditutupi dalam gelap, namun jika cahaya kebenaran sudah muncul, segala hal yang tertutup terbuka, tertelanjangi secara utuh. Cahaya walau kecil sumbernya dia dapat mengusir kegelapan yang besar.

Cahaya juga adalah harapan. Harapan adanya sesuatu yang lebih baik daripada kegelapan. Harapan bahwa tak ada yang perlu dicemaskan. Harapan yang tak pernah sirna selama keyakinan masih ada di dalam hati, penyerahan hidup pada apa yang diharapkan. Berharaplah pada Sang Khalik, karena Dia tahu apa yang dibutuhkan oleh manusia karena Dia yang menciptakan manusia. Lilin kecil adalah cahaya kebenaran dan cahaya harapan. Jagalah cahaya itu, janganlah ia sampai padam, karena jika ia padam maka semuanya akan kembali sirna.

Sebatang Lilin Kecil

Posted by : Unknown
Date :Minggu, 29 September 2013
With 0komentar
Tag :

Goodbye Past! Hello There Tommorrow! Thanks God for Your Presents!

| Sabtu, 28 September 2013
Baca selengkapnya »

Mungkin dari sekian banyak tulisan yang aku buat, mungkin baru kali ini aku menulis judul dengan 10 kata. Judul yang panjang juga ya, padahal ini bukanlah karya ilmiah. Hehehehe...jadi inget waktu dulu SMA bikin karya ilmiah judulnya minimal harus 8 kata hehehe...

Bicara soal waktu, gak ada habis-habisnya deh ngejelasin dengan panjang dan lebarnya padahal waktu itu terbatas tapi penjelasannya bisa tak terbatas walau intinya tuh cuman satu kalimat doang : "Jangan sia-siakan waktu". Ya, intinya cuman satu kalimat yang terdiri dari 4 kata sederhana, namun penjabarannya bisa sangat panjang bahkan sampai bisa dibikin buku segala deh yang sampe ratusan lembar padahal inti dari buku itu hanyalah 4 kata saja. Mungkin judulnya keren-keren misalnya Time Management, Useful Time, Time is Running atau dalam bahasa Indonesia, Tuan Kesempatan, Cara Tepat Mengelola Waktu dan sebagainya, tapi intinya hanya 4 kata saja. Jangan sia-siakan waktu atau yang mirip dengan itu "manfaatkan waktu sebaik-baiknya".

Tenang sobat-sobat, kali ini aku gak bakal jejelin kalian dengan pandangan-pandanganku tentang waktu walau aku punya pandangan sendiri, tapi tiap orang punya pemahamannya tersendiri tentang satu mahluk itu. Tak berwujud, tak bersuara, tak berbentuk, tak bernyawa, namun punya kekuatan yang hebat yaitu dapat membatasi kita yang berwujud, bersuara, berbentuk dan bernyawa padahal dia sendiri tak ada namun dapat membatasi yang ada. Waktu dapat kita ukur, tapi tiap ukuran kita akan berbeda, karena waktu itu sendiri tak ada. Yang ada hanyalah detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, dan tahun.

Aku menemukan sebuah gambar yang membuatku berpikir. Sebagai penikmat fotografi tentu aku merenungkannya. Mungkin pemahaman kita berbeda tapi pesannya sangat kuat bagiku jadi daripada aku yang banyak bicara, biarlah si 'gambar' ini yang bicara lebih banyak untuk kalian. Thanks sebelumnya buat temenku, sorry gambarnya main diambil aja tanpa izin hehehee....Ini dia untuk sobat-sobatku


FEE-NAY

Goodbye Past! Hello There Tommorrow! Thanks God for Your Presents!

Posted by : Unknown
Date :Sabtu, 28 September 2013
With 0komentar

Perpisahan

| Minggu, 08 September 2013
Baca selengkapnya »

Waktu seperti berjalan dengan cepat
Meninggalkan aku seorang diri
Hanya terduduk dan terdiam
Tanpa bisa berbuat apa-apa
Yang dapat kulakukan hanya memandang
Memandang kibasan saputangan putih
Dengan corak merah yang membentuk tenunan batik

Kapal itu membawa pergi setengah jiwaku
Selain itu, setengah semangatku
Setengah ragaku
Setengah darahku
Kapal itu membelakangiku
Ketika pintunya tertutup
Aku tak bisa menatapnya kembali
Hanya saputangannya saja yang dapat kulihat

Lautan tak lagi bergelora
Ombaknya seakan membimbing kapal tersebut meninggalkan dermaga
Tak ada lagi burung-burung camar yang terbang
Semuanya terdiam di batu karang
Awan-awan berkumpul
Mentari terhisap ke dalam lautan
Aku masih memandang itu semua
Semuanya berubah kala dia pergi
Aku masih terduduk di dermaga

Saat aku masih di sana
Dan pandanganku masih ke sana
Tiba-tiba kakiku menyentuh sebuah botol
Aku lihat dan memang ada botol kaca
Di dalamnya ada sebuah pesan
Ku angkat lalu ku keluarkan pesan itu
Kalaku baca pesan itu, pesan itu mengubah wajahku
Demikianlah pesan itu

" Perpisahan selalu ada di saat kita berjumpa
Namun bukan berarti perpisahan adalah pemisah kita
Justru perpisahan adalah untuk menyatukan kita
Menyatukan dengan lebih banyak insan
Perpipsahan bukanlah akhir
Dia adalah awal
Awal untuk mengalami perjumpaan yang lainnya
Karena itu
Semoga kita bisa mengalami perjumpaan yang lebih baik lagi
Perjumpaan yang berbeda "

Seketika wajahku tersenyum
Aku pun berdiri dan berteriak ke arah samudera
"Dimana pun kau berada
Dimana pun kau hidup
Kita pasti akan kembali berjumpa"


Perpisahan

Posted by : Unknown
Date :Minggu, 08 September 2013
With 1 komentar:

Kita Pasti Kembali Bertemu

| Sabtu, 24 Agustus 2013
Baca selengkapnya »
Hari sudah pagi. Cahaya di ufuk timur telah mengusir kegelapan yang dibawa oleh rembulan. Kini saatnya mentari yang beraktifitas. Burung-burung gereja yang awalnya terlelap mengantuk di dini hari, mulai mengepak-ngepakkan sayapnya. Burung-burung merpati beterbangan sibuk kesana kemari. Tanpa kutahu, ketika aku sedang menikmati sunrise terakhirku di pantai itu, ada seekor burung merpati yang singgah ke pundakku. Ku ambil dia dan kulihat di kaki kanannya ada selembar kertas. Kulihat kertas itu, ada gambar lucu dan aku pun mengenali gambar itu. Itu adalah pesan dari Gadis.Ya, tidak salah lagi. Gadis, perempuan yang selalu menemaniku selama ini saat aku berada di pulau ini. Tak ada pesan lain lagi selain gambar unik tadi. Satu hal yang aku tahu, aku harus menemuinya. Tempatnya sudah kupastikan, di batu karang lagi.

Aku bergegas menemuinya sambil memasukkan merpati itu dalam sangkar kosong, lalu aku bersepeda menuju batu karang itu. Setelah sampai di sana, dapat kulihat jelas sesosok perempuan berambut pendek, sedang duduk-duduk di atas batu karang. Aku dapat memastikan kalau dia Gadis. Aku pun naik ke sana sambil membawa merpati itu. Aku sedikit kesusahan membawanya, namun akhirnya sampai juga. Ketika aku sampai di atas, Gadis memalingkan wajahnya padaku dan dia tersenyum.

" Bukankah sebaiknya kau terbangkan saja merpati itu daripada kau membawanya dengan susah payah ke atas sini. Merpati adalah hewan yang dapat kembali kepada asalnya walau ia berada di tempat yang jauh dari asalnya. " ucap Gadis.
" Aku hanya ingin memastikan dia kembali ke tangan yang melemparkannya. " ucapku polos. " Hmm...waktuku kini telah tiba. " sambungku. Sedih.
" Mengapa dengan nada bicaramu? Kau tampak tak rela melepaskannya. "
" Karena aku harus kembali lagi pada kehidupanku yang lalu. Aku tak mau kembali ke hal yang dulu. Aku ingin seperti ini, menikmati terus taman bunga persahabatan indah ini, menikmati pantai, ombak, ayunan daun kelapa, menikmati setiap sajak-sajakmu yang agung, menikmati keindahan ini. Aku tak rela. "
" Hmm...kawan, lihatlah merpati ini. Apakah kau akan yakin dia bisa terbang dan kembali ke sarangnya tanpa tersesat?"
" Pasti. Aku bisa jamin itu. Tapi apa hubungannya dengan aku? "
" Lihatlah kawan, sama seperti merpati ini, dia meninggalkan sarangnya, tempat perteduhannya untuk melanjutkan kembali hidupnya. Jika dia tidak terbang meninggalkan sarangnya, tentunya dia akan mati di tempat yang dia anggap surga kecilnya itu. Namun dia tidak akan lupa akan sarang itu. Dia dapat kembali ketika dia perlu untuk kembali dan tentunya di waktu yang tepat walau sudah pergi jauh. "
" Jadi maksudmu...aku pasti bisa? "
" Ya, waktumu untuk kembali bergulat di dunia sana telah kembali dimulai dan waktuku pun telah dimulai, namun pasti ada waktunya kita bisa kembali lagi menikmati surga kecil kita, menikmati ombak, menikmati ayunan kelapa...."
"...menikmati sajak-sajak indahmu..."sambungku dengan suara pelan
"...menikmati senyumanmu..." lanjut Gadis
"...menikmati keindahanmu..."
"...dan..." kami mengucapkan sambil bertatap mata
"...menikmati surga kecil kita. "

" Gadis! "
" Yap "
" Apakah kita akan bertemu? "
" Seperti mentari yang kembali ke tempat yang sama, dan seperti merpati yang akan kembali lagi. " jawabnya.
" Pasti? "
" Ya, pasti kita bertemu kembali. " senyumnya dengan riang, dan senyuman itu akan selalu kuingat dalam mataku untuk kembali memberi semangatku.

Waktuku kini tiba. Kini aku kembali ke tempatku untuk mengadu nasibku. Aku pun berlayar, dan dari kejauhan, kulihat Gadis. Dia mengibaskan kain putihnya. Aku bisa melihat itu dan juga kulihat ada gambar uniknya di sana. Aku akan mengingat itu, sebagai kenangan dan pemberi semangat bagiku untuk melawan dunia di luar sana yang berat. Dalam hati aku berdoa, semoga aku mendapat kesempatan yang baik lagi untuk bertemu dan mendapat kekuatan yang besar. Tuhan, tolonglah

Kita Pasti Kembali Bertemu

Posted by : Unknown
Date :Sabtu, 24 Agustus 2013
With 0komentar

Hidup yang Berputar-Putar

| Rabu, 21 Agustus 2013
Baca selengkapnya »
Pernah melihat pusaran air di wastafel? Atau tempat cucian piring, atau setidak-tidaknya di kakus? Coba deh iseng waktu liat pusaran air di situ, kamu taruh satu benda yang mengapung, misalnya gabus di bagian paling luar dari pusaran itu, misalnya di pinggir wastafel deh. Nah perlahan si gabus itu akan mengikuti pusaran air tersebut, ikut berputar dan pada akhirnya sampai di pusat putaran air tersebut.

Pernah gak merasa kalau hidup kita itu sama seperti gabus yang ada dalam pusaran air itu? Lho apa hubungannya nih? Begini nih hubungannya, salah satu contoh yang paling sederhana deh. Apakah kamu punya kamar sendiri? Kalau punya pertanyaan selanjutnya berapa waktu yang kamu habiskan di kamarmu? Tentunya banyak dong ya. Sadar gak, pada suatu kali ketika kamu pergi ke suatu tempat yang jauh dan menemukan satu tempat yang istimewa tiba-tiba merasa homesick  dan ingin pulang walaupun tahu itu tempat istimewa namun karena homesick ingin kembali ke rumah, ke kamarmu? Pasti suatu saat itu yang akan terjadi dan udah banyak terjadi pada teman-temanku yang kebetulan ngekost. Mau sebagus apapun tempat kostannya, tapi tetep merindukan tempatnya di rumah sana.

Hidup manusia itu sama seperti jam dinding. Berputar-putar. Sesungguhnya manusia mau sejauh apapun dia melangkah, dipastikan akan kembali lagi ke tempat asalnya. Mau melakukan hal yang luar biasa pun, pasti setelahnya akan kembali ke awalnya, bahkan walau peradaban dunia sudah makin jauh ke depan, tapi manusia masih saja ingin kembali mundur ke belakang, mencari tahu tentang asalnya. Itulah sebabnya muncul teori yang kita kenal seperti teori Big Bang lah, Teori Evolusi, Teori Kuantum dan teori-teori lainnya yang seolah-olah nampak seperti flash back ke masa lampau, back to origin.

Setiap usaha manusia itu sesungguhnya sama seperti kata seorang Pengkotbah, sama seperti usaha menjaring angin, artinya tak ada gunanya manusia melakukan usaha itu. Dari pagi sampai siang bahkan sampai ketemu pagi lagi, usahanya tidak ada artinya yang ada hanyalah melelahkan badan saja. Mata tak puas melihat, mulut tak puas mengunyah, tangan tak ada hentinya bekerja. Padahal yang dilakukannya tetap sama, berputar-putar saja dan tak ada yang berbeda. Orang mungkin mengatakan ini baru padahal itu sudah ada.

Pernah merasa bosan? Tentu pasti merasa bosan. Kenapa ya rasa bosan itu bisa muncul? Itu dikarenakan kita melakukan sesuatu yang sama dalam waktu yang cenderung lama dan biasanya itu karena melakukan kegiatan monoton. Memang dalam beberapa hal, hal yang monoton tidak menjemukan, namun sampai berapa lama? Tentunya ada batasnya dan itulah sebabnya kenapa ada waktunya rehat. Namun tetap saja, sama seperti prinsip jarum jam. Kembali lagi ke asal. Kembali lagi monoton, kembali lagi liburan, kembali lagi semangat, kembali lagi bosan. Memang ini hal yang biasa namun justru inilah yang membuatku terhenyak. Manusia memang pada dasarnya tidak akan kemana-mana. Tetap berada pada porosnya. Sama seperti bumi, yang berputar pada porosnya dan berevolusi pada matahari, manusia juga akan tetap di tempat yang sama, berputar-putar dan tidak kemana-mana.

Nah lantas buat apa kita hidup? Kalau kerangka berpikir kamu hanya di dalam sini maka kamu pasti akan berpikir manusia hidup hanya untuk mati. Kalau kerangka berpikirnya seperti itu lalu apa gunanya hidup? Namun sesungguhnya seperti ini saja, ketika sebuah kereta melewati sebuah lorong, di dalam lorong itu ada banyak persimpangan yang masing-masing menuju ujung yang lain dan berbeda. Setiap pilihan lorong yang dipilih akan menentukan apa yang akan didapatkan di ujung lorong. Sikap kita dalam hidup itulah yang menentukan akhirnya. Hidup kita seperti antara dua jendela. Jendela pertama adalah hidup dan jendela kedua adalah mati. Bukan kedua ujung jendela yang menentukan apakah jendela itu bagus, tapi isi dari jendela itulah yang menentukannya. Proses dalam hidup itu yang penting. Mungkin kita berputar-putar saja, tapi apakah kita  berputar dengan cara yang biasa, atau dengan cara yang luar biasa? Itulah yang menentukan nilai hidupmu.

Hidup yang Berputar-Putar

Posted by : Unknown
Date :Rabu, 21 Agustus 2013
With 0komentar

Transformation

| Minggu, 18 Agustus 2013
Baca selengkapnya »


Melihat sesuatu yang berbeda kali ini? Bagi yang sudah lama tak berkunjung ke blogku dan kebetulan juga nyaris sebulan aku tak memperhatikan blog ini, ketika aku buka lagi untuk menulis draftku, eh aku kaget. Blogku telah berbah wajahnya. Siapa nih yang mengubah? Kok tiba-tiba ya? Hehehe...sebenarnya sih ini kerjaan temanku yang kebetulan dengan suka hati mau membantu aku dalam membuat desain templatenya. Nah karena kebetulan ditawarkan dan aku juga pengen ada yang berbeda dengan blogku, kemudian aku serahkan deh semuanya.

Nah berbicara tentang temanku ini, sebenarnya kami ini bisa dibilang berteman lewat dunia maya soalnya kan sekarang zamannya Cyber City,  jadi kebanyakan orang-orang zaman sekarang ini adalah netizen (internet cityzen). Jadi aku melakukan -sebutlah namanya korespodensi- percakapan lewat media sosial ini. Aku pun bertemu dengannya  baru sekali ini waktu aku berkunjung ke kota dia dan kebetulan bertemu, tapi sayangnya singkat waktunya.

Tiba-tiba tebersit dalam pikiranku untuk menulis ini. Transformation. Satu kata doank sih, tapi banyak yang mengatakan itu. Nah apa sih sebenarnya transformation itu sendiri? Kebetulan aku ini suka mengulik satu kata sampai ke sumber asalnya. Nah coba deh kita liat sekarang ya definisinya. Kalau dari http://www.thefreedictionary.com/transformation, arti kata transformation adalah (a) The act or an instance of transforming. (b) The state of being transformed. Atau dalam bahasa Indonesia sederhananya adalah suatu aksi atau keadaan yang mengakibatkan sesuatu berubah atau diubah.

Bicara tentang perubahan, ada salah satu motivator, walau sebetulnya aku juga sebel ama motivator,  tapi kata-katanya bagus. Dia bilang perubahan bukanlah suatu perubahan sampai ada yang berubah. Gimana contoh gampangnya? Ya gini aja kalo awalnya wajahmu ada jerawat terus kemudian jerawatnya ilang ya berarti itu yang disebut dengan perubahan.

Dilihat dari pengertiannya dalam bahasa Inggris, perubahan itu adalah kata aktif dan pasif. Dirubah atau merubah. Nah kita sebagai manusia pun bisa sebagai objek maupun subjek, namun untuk mendapat perubahan, kita harus melakukan aksi, bukan menunggu dikenai aksi baru bereaksi. 

Mungkin ketika kita melakukan suatu perubahan, sebutlah misalkan gaya rambut begitu mungkin teman-teman kita akan berkomentar, atau parahnya mengejek, tapi coba tunggu saja, setelah beberapa waktu mereka akan mengakuinya kalau emang jelek, hehehe...bukan maksudku bukan gitu tapi setiap perubahan pasti akan membuat zona nyaman kita hilang, tapi sesungguh ketika kita membuka zona nyaman kita melalui perubahan, kita sedang memperluas zona nyaman kita. 

Setiap perubahan pasti ada yang positif dan negatif, ini tinggal sikap dan tanggung jawab pribadi. Apakah perubahan atau transformasi yang kita lakukan memberikan keuntungan atau kebuntungan? Berakhir baik atau buruk. Jika yang terjadi kegagalan, janganlah berkecil hati karena kita setidaknya sudah melangkah lebih jauh dari mereka yang stagnan di posisi mereka dan kita sudah menambah satu anak tangga ke impian kita. Jadi jangalah takut untuk melakukan perubahan atau transformasi.

Transformation

Posted by : Unknown
Date :Minggu, 18 Agustus 2013
With 0komentar

Holiday with Family

| Minggu, 11 Agustus 2013
Baca selengkapnya »
Belakangan ini aku jadi orang yang merasa terserang penyakit homesick walau aku berada di house. Mungkin karena aku kangen ama suasana rumah di liburan kalik ya. Yap hari Jumat kemarin bertepatan dengan hari kedua Lebaran aku sekeluarga, yaitu seorang ayah, seorang ibu, seorang 'aku', dan seorang adik perempuanku. Liburan kemarin, kami sekeluarga pergi ke Kampung Gajah. Terbesit dalam pikiranku ketika sampai di sana akan disambut gajah-gajah atau ya setidaknya aku bisa melihat gajah. Kami perginya pakai motor. Jadi ayahku dengan ibuku, dan aku dengan adikku. Perjalanan pun dimulai sekitar jam 10 pagi.

Jalanan pagi itu sepi, hanya ada beberapa mobil yang berlalu lalang di jalan Cibeureum. Jelaslah wong  orang-orang lagi pada mudik jadi aja sepi jalannya, tapi sayang gak bisa buat tidur-tiduran karena masih ada kendaraan walau tak sebanyak hari biasa. Keadaan jalan seperti itu masih sama sampai dekat lokasi Istana Plasa. Nah baru deh, ketika sampai di persimpangan Paskal, dan flyover, mulai deh kerasa macetnya. Jalanan yang tadi sepi jadi penuh dengan mobil. Ya banyak banget mobilnya, ditambah dengan motor-motor. Kebanyakan motor yang aku lihat adalah motor matic. Kendaraan itu aku kira-kira semuanya akan pergi berliburan ke Lembang. Bagaimana aku bisa ambil kesimpulan itu? Karena di sepanjang jalan yang aku lihat, mobilnya berplat B semua, hampir semua mobil berplat B yang memenuhi jalan. Nyaris tak ada yang plat D. Kebanyakan plat D dikuasai oleh sepeda motor. Karena macet, sampai di Kampung Gajah sekitar jam 12 siang. Nah ketika sampai di sana, di pagarnya ada banyak patung gajah dan ketika masuk ke dalam ada patung gajah raksasa dengan air mancur.

Setelah sampai di sana, aku lihat-lihat wahana yang ada di sana. Aku lihat memang banyak dan harganya kalau bayar sendiri emang mahal dan nguras dompet. Emang bener ya kalau liburan di luar rumah, dompet kudu tebal. hehehe....Setelah berpikir-pikir akhirnya pergi ke wahana Water Boom. Nah untuk ke Water Boom ternyata pakai kendaraan khusus dan rupanya kalau jalan kaki cukup jauh juga dan bagusnya nih, gratis tumpangannya. Hehehe...setelah sampai dan beli tiketnya, aku liat-liat dulu wahana di sana, dan yah memang gak banyak wahana, hanya ada Kiddy Pool, Wave Pool. Tornado, Octpous Racer dan Moto Golf. Memang tidak terlalu luas juga sih lahanya, jadinya ya gak banyak juga.

Aku baru ingat kalau aku gak bawa celana pendek, yang ada pun celana jeans. Ya sudahlah pada akhirnya aku masuk wahana air pun dengan celana pendek jeans dan kaos. Lengkap deh karena aku lupa gak pakai sunblock. Wahana pertama yang aku dan adikku coba adalah Octopus Racer. Pusing juga karena dibawa muter dulu dalam pipa baru deh meluncur di trak lurus, dan seketika, byuurr....langsung basah deh dalam hitungan beberapa detik seluruh tubuhku. Ahayy....

Nah ini aku dan adikku, Mo pacaran ama
adikku, hadapi dulu kakaknya. Wkakakakk

Nah setelah cukup basah kuyup aku mau naik Tornado. Kali ini aku naik bareng ama ayahku. Berdua saja, walau sebenarnya bisa berempat. Tempat wahananya tinggi sekali, maksudku tinggi dalam arti harafiah yaitu mendaki tangga ke atas. Ketika sampai di sana, lalu aku dan ayahku ambil pelampungnya dan rupanya cukup berat juga untuk dibawa. Kami pun melanjutkan perjalanan lagi naik ke wahananya. Nah setelah sampai di sana, rupanya pertama kali masuk ke terowongan setelah mantap posisinya, lalu diluncurkan masuk ke terowongan. Rupanya ketika aku dalam tornadonya bentuknya seperti corong dan aku merasa terlempar jauh, aku pun berteriak histeris biar gak takut juga. Badanku hampir melayang, ayahku terlihat lucu. Pelampung kami pun bergerak zig-zag sambil turun karena mengalami osilasi (jadi inget pelajaran Fisika nih, tapi tenang gak bakal ngebahas Fisika di sini). Nah kemudian tentu saja meluncur keluar dari corong tersebut. Ketika aku lihat wajah ayahku, aku lihat dia kayak kaget dan lantas beliau bilang gak akan naik lagi  wahan itu. Hahaha...aku pun tertawa karena merasa permainannya biasa saja, walau memang menegangkan karena dibawa bolak-balik seperti bandul dan nyaris aja aku loncat tapi aku ketawa. Oh ya ini ayahku
Nah yang sebelah tuh ayahku habis naik Tornado

Selanjutnya bermain deh di Wave Pool. Kebetulan Wave Pool-nya tiap 15 menit akan memunculkan ombak dan bertepatan itu aku dan adikku langsung terjun dalam arti harafiah menggunakan ban sewaan. Ombaknya sih gak besar, tapi gelombangnya beruntun. Badanku yang ringan kayak tulang besi pun terangkat-angkat ombak walaupun tak berpegangan dengan bannya. Nah mau lihat kayak gimana? Kebetulan ada fotonya nih, tapi entar ya.

Kami sekeluarga bermain sepuasnya di Water Boom sampai sekitar jam 3 sore. Nah setelah cape bermain, kami makan baso ceker. Satu hal yang aku gak suka adalah kenapa harus ada ceker? Memang sih nikmat tapi aku gak bisa makannya mana cekernya banyak lagi jadi ya sudahlah kusruput saja cekernya sebisa aku. Setelah puas makan ceker dan basonya tentunya, Aku langsung ganti baja dan mengeringkan badan. Gak sempet mandi karena pertama aku gak bawa alat mandi dan memang mepet. Setelah semua urusan beres, kami keluar dari Water Boom dan naik mobil lagi kemudian dibawalah ke atas lagi. Nah selanjutnya kami pun mencoba menaiki buggy untuk berkeliling sekitar Kampung Gajah. Buggy cukup besar dan anehnya kecepatannya lambat, tapi ketika lihat buggy orang lain malah cepat. Ayahku yang menyetir lalu aku tanya kok lambat, terus ayahku bilang emang segitu. Ya sudahlah kunikmati saja. Nah inilah fotonya

Duh keluarga bahagia, ayah, ibu, aku dan adikku
naik buggy car dan di foto deh. Say kejuuu...hehehe

Ya liburan kupikir berakhir setelah itu. Sebelum pulang kami foto-foto dulu di monumen gajah. Sebetulnya ada satu hal yang aku kecewakan. Namanya saja Kampung Gajah tapi tak ada seekor pun gajah yang kulihat. Aku pikir bakal ketemu ama gajah ternyata tidak ada. Tapi aku cukup terhibur dengan berfoto di monumen gajah. Say cheese...




Yap berakhirlah semua liburan hari ini di Kampung Gajah dan sebagai penutup, kami meluncur menyusuri jalan dan berakhir di Warung Ampera dan makan di sana sampai puas. Begitulah liburanku kali ini dengan keluargaku yang kucintai yaitu ayah, ibu dan adik perempuanku.

Holiday with Family

Posted by : Unknown
Date :Minggu, 11 Agustus 2013
With 0komentar
Tag :
Next → ← Prev
▲Top▲