Newest Post

Goodbye Past! Hello There Tommorrow! Thanks God for Your Presents!

| Sabtu, 28 September 2013
Baca selengkapnya »

Mungkin dari sekian banyak tulisan yang aku buat, mungkin baru kali ini aku menulis judul dengan 10 kata. Judul yang panjang juga ya, padahal ini bukanlah karya ilmiah. Hehehehe...jadi inget waktu dulu SMA bikin karya ilmiah judulnya minimal harus 8 kata hehehe...

Bicara soal waktu, gak ada habis-habisnya deh ngejelasin dengan panjang dan lebarnya padahal waktu itu terbatas tapi penjelasannya bisa tak terbatas walau intinya tuh cuman satu kalimat doang : "Jangan sia-siakan waktu". Ya, intinya cuman satu kalimat yang terdiri dari 4 kata sederhana, namun penjabarannya bisa sangat panjang bahkan sampai bisa dibikin buku segala deh yang sampe ratusan lembar padahal inti dari buku itu hanyalah 4 kata saja. Mungkin judulnya keren-keren misalnya Time Management, Useful Time, Time is Running atau dalam bahasa Indonesia, Tuan Kesempatan, Cara Tepat Mengelola Waktu dan sebagainya, tapi intinya hanya 4 kata saja. Jangan sia-siakan waktu atau yang mirip dengan itu "manfaatkan waktu sebaik-baiknya".

Tenang sobat-sobat, kali ini aku gak bakal jejelin kalian dengan pandangan-pandanganku tentang waktu walau aku punya pandangan sendiri, tapi tiap orang punya pemahamannya tersendiri tentang satu mahluk itu. Tak berwujud, tak bersuara, tak berbentuk, tak bernyawa, namun punya kekuatan yang hebat yaitu dapat membatasi kita yang berwujud, bersuara, berbentuk dan bernyawa padahal dia sendiri tak ada namun dapat membatasi yang ada. Waktu dapat kita ukur, tapi tiap ukuran kita akan berbeda, karena waktu itu sendiri tak ada. Yang ada hanyalah detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, dan tahun.

Aku menemukan sebuah gambar yang membuatku berpikir. Sebagai penikmat fotografi tentu aku merenungkannya. Mungkin pemahaman kita berbeda tapi pesannya sangat kuat bagiku jadi daripada aku yang banyak bicara, biarlah si 'gambar' ini yang bicara lebih banyak untuk kalian. Thanks sebelumnya buat temenku, sorry gambarnya main diambil aja tanpa izin hehehee....Ini dia untuk sobat-sobatku


FEE-NAY

Goodbye Past! Hello There Tommorrow! Thanks God for Your Presents!

Posted by : Unknown
Date :Sabtu, 28 September 2013
With 0komentar

Perpisahan

| Minggu, 08 September 2013
Baca selengkapnya »

Waktu seperti berjalan dengan cepat
Meninggalkan aku seorang diri
Hanya terduduk dan terdiam
Tanpa bisa berbuat apa-apa
Yang dapat kulakukan hanya memandang
Memandang kibasan saputangan putih
Dengan corak merah yang membentuk tenunan batik

Kapal itu membawa pergi setengah jiwaku
Selain itu, setengah semangatku
Setengah ragaku
Setengah darahku
Kapal itu membelakangiku
Ketika pintunya tertutup
Aku tak bisa menatapnya kembali
Hanya saputangannya saja yang dapat kulihat

Lautan tak lagi bergelora
Ombaknya seakan membimbing kapal tersebut meninggalkan dermaga
Tak ada lagi burung-burung camar yang terbang
Semuanya terdiam di batu karang
Awan-awan berkumpul
Mentari terhisap ke dalam lautan
Aku masih memandang itu semua
Semuanya berubah kala dia pergi
Aku masih terduduk di dermaga

Saat aku masih di sana
Dan pandanganku masih ke sana
Tiba-tiba kakiku menyentuh sebuah botol
Aku lihat dan memang ada botol kaca
Di dalamnya ada sebuah pesan
Ku angkat lalu ku keluarkan pesan itu
Kalaku baca pesan itu, pesan itu mengubah wajahku
Demikianlah pesan itu

" Perpisahan selalu ada di saat kita berjumpa
Namun bukan berarti perpisahan adalah pemisah kita
Justru perpisahan adalah untuk menyatukan kita
Menyatukan dengan lebih banyak insan
Perpipsahan bukanlah akhir
Dia adalah awal
Awal untuk mengalami perjumpaan yang lainnya
Karena itu
Semoga kita bisa mengalami perjumpaan yang lebih baik lagi
Perjumpaan yang berbeda "

Seketika wajahku tersenyum
Aku pun berdiri dan berteriak ke arah samudera
"Dimana pun kau berada
Dimana pun kau hidup
Kita pasti akan kembali berjumpa"


Perpisahan

Posted by : Unknown
Date :Minggu, 08 September 2013
With 1 komentar:

Kita Pasti Kembali Bertemu

| Sabtu, 24 Agustus 2013
Baca selengkapnya »
Hari sudah pagi. Cahaya di ufuk timur telah mengusir kegelapan yang dibawa oleh rembulan. Kini saatnya mentari yang beraktifitas. Burung-burung gereja yang awalnya terlelap mengantuk di dini hari, mulai mengepak-ngepakkan sayapnya. Burung-burung merpati beterbangan sibuk kesana kemari. Tanpa kutahu, ketika aku sedang menikmati sunrise terakhirku di pantai itu, ada seekor burung merpati yang singgah ke pundakku. Ku ambil dia dan kulihat di kaki kanannya ada selembar kertas. Kulihat kertas itu, ada gambar lucu dan aku pun mengenali gambar itu. Itu adalah pesan dari Gadis.Ya, tidak salah lagi. Gadis, perempuan yang selalu menemaniku selama ini saat aku berada di pulau ini. Tak ada pesan lain lagi selain gambar unik tadi. Satu hal yang aku tahu, aku harus menemuinya. Tempatnya sudah kupastikan, di batu karang lagi.

Aku bergegas menemuinya sambil memasukkan merpati itu dalam sangkar kosong, lalu aku bersepeda menuju batu karang itu. Setelah sampai di sana, dapat kulihat jelas sesosok perempuan berambut pendek, sedang duduk-duduk di atas batu karang. Aku dapat memastikan kalau dia Gadis. Aku pun naik ke sana sambil membawa merpati itu. Aku sedikit kesusahan membawanya, namun akhirnya sampai juga. Ketika aku sampai di atas, Gadis memalingkan wajahnya padaku dan dia tersenyum.

" Bukankah sebaiknya kau terbangkan saja merpati itu daripada kau membawanya dengan susah payah ke atas sini. Merpati adalah hewan yang dapat kembali kepada asalnya walau ia berada di tempat yang jauh dari asalnya. " ucap Gadis.
" Aku hanya ingin memastikan dia kembali ke tangan yang melemparkannya. " ucapku polos. " Hmm...waktuku kini telah tiba. " sambungku. Sedih.
" Mengapa dengan nada bicaramu? Kau tampak tak rela melepaskannya. "
" Karena aku harus kembali lagi pada kehidupanku yang lalu. Aku tak mau kembali ke hal yang dulu. Aku ingin seperti ini, menikmati terus taman bunga persahabatan indah ini, menikmati pantai, ombak, ayunan daun kelapa, menikmati setiap sajak-sajakmu yang agung, menikmati keindahan ini. Aku tak rela. "
" Hmm...kawan, lihatlah merpati ini. Apakah kau akan yakin dia bisa terbang dan kembali ke sarangnya tanpa tersesat?"
" Pasti. Aku bisa jamin itu. Tapi apa hubungannya dengan aku? "
" Lihatlah kawan, sama seperti merpati ini, dia meninggalkan sarangnya, tempat perteduhannya untuk melanjutkan kembali hidupnya. Jika dia tidak terbang meninggalkan sarangnya, tentunya dia akan mati di tempat yang dia anggap surga kecilnya itu. Namun dia tidak akan lupa akan sarang itu. Dia dapat kembali ketika dia perlu untuk kembali dan tentunya di waktu yang tepat walau sudah pergi jauh. "
" Jadi maksudmu...aku pasti bisa? "
" Ya, waktumu untuk kembali bergulat di dunia sana telah kembali dimulai dan waktuku pun telah dimulai, namun pasti ada waktunya kita bisa kembali lagi menikmati surga kecil kita, menikmati ombak, menikmati ayunan kelapa...."
"...menikmati sajak-sajak indahmu..."sambungku dengan suara pelan
"...menikmati senyumanmu..." lanjut Gadis
"...menikmati keindahanmu..."
"...dan..." kami mengucapkan sambil bertatap mata
"...menikmati surga kecil kita. "

" Gadis! "
" Yap "
" Apakah kita akan bertemu? "
" Seperti mentari yang kembali ke tempat yang sama, dan seperti merpati yang akan kembali lagi. " jawabnya.
" Pasti? "
" Ya, pasti kita bertemu kembali. " senyumnya dengan riang, dan senyuman itu akan selalu kuingat dalam mataku untuk kembali memberi semangatku.

Waktuku kini tiba. Kini aku kembali ke tempatku untuk mengadu nasibku. Aku pun berlayar, dan dari kejauhan, kulihat Gadis. Dia mengibaskan kain putihnya. Aku bisa melihat itu dan juga kulihat ada gambar uniknya di sana. Aku akan mengingat itu, sebagai kenangan dan pemberi semangat bagiku untuk melawan dunia di luar sana yang berat. Dalam hati aku berdoa, semoga aku mendapat kesempatan yang baik lagi untuk bertemu dan mendapat kekuatan yang besar. Tuhan, tolonglah

Kita Pasti Kembali Bertemu

Posted by : Unknown
Date :Sabtu, 24 Agustus 2013
With 0komentar

Hidup yang Berputar-Putar

| Rabu, 21 Agustus 2013
Baca selengkapnya »
Pernah melihat pusaran air di wastafel? Atau tempat cucian piring, atau setidak-tidaknya di kakus? Coba deh iseng waktu liat pusaran air di situ, kamu taruh satu benda yang mengapung, misalnya gabus di bagian paling luar dari pusaran itu, misalnya di pinggir wastafel deh. Nah perlahan si gabus itu akan mengikuti pusaran air tersebut, ikut berputar dan pada akhirnya sampai di pusat putaran air tersebut.

Pernah gak merasa kalau hidup kita itu sama seperti gabus yang ada dalam pusaran air itu? Lho apa hubungannya nih? Begini nih hubungannya, salah satu contoh yang paling sederhana deh. Apakah kamu punya kamar sendiri? Kalau punya pertanyaan selanjutnya berapa waktu yang kamu habiskan di kamarmu? Tentunya banyak dong ya. Sadar gak, pada suatu kali ketika kamu pergi ke suatu tempat yang jauh dan menemukan satu tempat yang istimewa tiba-tiba merasa homesick  dan ingin pulang walaupun tahu itu tempat istimewa namun karena homesick ingin kembali ke rumah, ke kamarmu? Pasti suatu saat itu yang akan terjadi dan udah banyak terjadi pada teman-temanku yang kebetulan ngekost. Mau sebagus apapun tempat kostannya, tapi tetep merindukan tempatnya di rumah sana.

Hidup manusia itu sama seperti jam dinding. Berputar-putar. Sesungguhnya manusia mau sejauh apapun dia melangkah, dipastikan akan kembali lagi ke tempat asalnya. Mau melakukan hal yang luar biasa pun, pasti setelahnya akan kembali ke awalnya, bahkan walau peradaban dunia sudah makin jauh ke depan, tapi manusia masih saja ingin kembali mundur ke belakang, mencari tahu tentang asalnya. Itulah sebabnya muncul teori yang kita kenal seperti teori Big Bang lah, Teori Evolusi, Teori Kuantum dan teori-teori lainnya yang seolah-olah nampak seperti flash back ke masa lampau, back to origin.

Setiap usaha manusia itu sesungguhnya sama seperti kata seorang Pengkotbah, sama seperti usaha menjaring angin, artinya tak ada gunanya manusia melakukan usaha itu. Dari pagi sampai siang bahkan sampai ketemu pagi lagi, usahanya tidak ada artinya yang ada hanyalah melelahkan badan saja. Mata tak puas melihat, mulut tak puas mengunyah, tangan tak ada hentinya bekerja. Padahal yang dilakukannya tetap sama, berputar-putar saja dan tak ada yang berbeda. Orang mungkin mengatakan ini baru padahal itu sudah ada.

Pernah merasa bosan? Tentu pasti merasa bosan. Kenapa ya rasa bosan itu bisa muncul? Itu dikarenakan kita melakukan sesuatu yang sama dalam waktu yang cenderung lama dan biasanya itu karena melakukan kegiatan monoton. Memang dalam beberapa hal, hal yang monoton tidak menjemukan, namun sampai berapa lama? Tentunya ada batasnya dan itulah sebabnya kenapa ada waktunya rehat. Namun tetap saja, sama seperti prinsip jarum jam. Kembali lagi ke asal. Kembali lagi monoton, kembali lagi liburan, kembali lagi semangat, kembali lagi bosan. Memang ini hal yang biasa namun justru inilah yang membuatku terhenyak. Manusia memang pada dasarnya tidak akan kemana-mana. Tetap berada pada porosnya. Sama seperti bumi, yang berputar pada porosnya dan berevolusi pada matahari, manusia juga akan tetap di tempat yang sama, berputar-putar dan tidak kemana-mana.

Nah lantas buat apa kita hidup? Kalau kerangka berpikir kamu hanya di dalam sini maka kamu pasti akan berpikir manusia hidup hanya untuk mati. Kalau kerangka berpikirnya seperti itu lalu apa gunanya hidup? Namun sesungguhnya seperti ini saja, ketika sebuah kereta melewati sebuah lorong, di dalam lorong itu ada banyak persimpangan yang masing-masing menuju ujung yang lain dan berbeda. Setiap pilihan lorong yang dipilih akan menentukan apa yang akan didapatkan di ujung lorong. Sikap kita dalam hidup itulah yang menentukan akhirnya. Hidup kita seperti antara dua jendela. Jendela pertama adalah hidup dan jendela kedua adalah mati. Bukan kedua ujung jendela yang menentukan apakah jendela itu bagus, tapi isi dari jendela itulah yang menentukannya. Proses dalam hidup itu yang penting. Mungkin kita berputar-putar saja, tapi apakah kita  berputar dengan cara yang biasa, atau dengan cara yang luar biasa? Itulah yang menentukan nilai hidupmu.

Hidup yang Berputar-Putar

Posted by : Unknown
Date :Rabu, 21 Agustus 2013
With 0komentar

Transformation

| Minggu, 18 Agustus 2013
Baca selengkapnya »


Melihat sesuatu yang berbeda kali ini? Bagi yang sudah lama tak berkunjung ke blogku dan kebetulan juga nyaris sebulan aku tak memperhatikan blog ini, ketika aku buka lagi untuk menulis draftku, eh aku kaget. Blogku telah berbah wajahnya. Siapa nih yang mengubah? Kok tiba-tiba ya? Hehehe...sebenarnya sih ini kerjaan temanku yang kebetulan dengan suka hati mau membantu aku dalam membuat desain templatenya. Nah karena kebetulan ditawarkan dan aku juga pengen ada yang berbeda dengan blogku, kemudian aku serahkan deh semuanya.

Nah berbicara tentang temanku ini, sebenarnya kami ini bisa dibilang berteman lewat dunia maya soalnya kan sekarang zamannya Cyber City,  jadi kebanyakan orang-orang zaman sekarang ini adalah netizen (internet cityzen). Jadi aku melakukan -sebutlah namanya korespodensi- percakapan lewat media sosial ini. Aku pun bertemu dengannya  baru sekali ini waktu aku berkunjung ke kota dia dan kebetulan bertemu, tapi sayangnya singkat waktunya.

Tiba-tiba tebersit dalam pikiranku untuk menulis ini. Transformation. Satu kata doank sih, tapi banyak yang mengatakan itu. Nah apa sih sebenarnya transformation itu sendiri? Kebetulan aku ini suka mengulik satu kata sampai ke sumber asalnya. Nah coba deh kita liat sekarang ya definisinya. Kalau dari http://www.thefreedictionary.com/transformation, arti kata transformation adalah (a) The act or an instance of transforming. (b) The state of being transformed. Atau dalam bahasa Indonesia sederhananya adalah suatu aksi atau keadaan yang mengakibatkan sesuatu berubah atau diubah.

Bicara tentang perubahan, ada salah satu motivator, walau sebetulnya aku juga sebel ama motivator,  tapi kata-katanya bagus. Dia bilang perubahan bukanlah suatu perubahan sampai ada yang berubah. Gimana contoh gampangnya? Ya gini aja kalo awalnya wajahmu ada jerawat terus kemudian jerawatnya ilang ya berarti itu yang disebut dengan perubahan.

Dilihat dari pengertiannya dalam bahasa Inggris, perubahan itu adalah kata aktif dan pasif. Dirubah atau merubah. Nah kita sebagai manusia pun bisa sebagai objek maupun subjek, namun untuk mendapat perubahan, kita harus melakukan aksi, bukan menunggu dikenai aksi baru bereaksi. 

Mungkin ketika kita melakukan suatu perubahan, sebutlah misalkan gaya rambut begitu mungkin teman-teman kita akan berkomentar, atau parahnya mengejek, tapi coba tunggu saja, setelah beberapa waktu mereka akan mengakuinya kalau emang jelek, hehehe...bukan maksudku bukan gitu tapi setiap perubahan pasti akan membuat zona nyaman kita hilang, tapi sesungguh ketika kita membuka zona nyaman kita melalui perubahan, kita sedang memperluas zona nyaman kita. 

Setiap perubahan pasti ada yang positif dan negatif, ini tinggal sikap dan tanggung jawab pribadi. Apakah perubahan atau transformasi yang kita lakukan memberikan keuntungan atau kebuntungan? Berakhir baik atau buruk. Jika yang terjadi kegagalan, janganlah berkecil hati karena kita setidaknya sudah melangkah lebih jauh dari mereka yang stagnan di posisi mereka dan kita sudah menambah satu anak tangga ke impian kita. Jadi jangalah takut untuk melakukan perubahan atau transformasi.

Transformation

Posted by : Unknown
Date :Minggu, 18 Agustus 2013
With 0komentar

Holiday with Family

| Minggu, 11 Agustus 2013
Baca selengkapnya »
Belakangan ini aku jadi orang yang merasa terserang penyakit homesick walau aku berada di house. Mungkin karena aku kangen ama suasana rumah di liburan kalik ya. Yap hari Jumat kemarin bertepatan dengan hari kedua Lebaran aku sekeluarga, yaitu seorang ayah, seorang ibu, seorang 'aku', dan seorang adik perempuanku. Liburan kemarin, kami sekeluarga pergi ke Kampung Gajah. Terbesit dalam pikiranku ketika sampai di sana akan disambut gajah-gajah atau ya setidaknya aku bisa melihat gajah. Kami perginya pakai motor. Jadi ayahku dengan ibuku, dan aku dengan adikku. Perjalanan pun dimulai sekitar jam 10 pagi.

Jalanan pagi itu sepi, hanya ada beberapa mobil yang berlalu lalang di jalan Cibeureum. Jelaslah wong  orang-orang lagi pada mudik jadi aja sepi jalannya, tapi sayang gak bisa buat tidur-tiduran karena masih ada kendaraan walau tak sebanyak hari biasa. Keadaan jalan seperti itu masih sama sampai dekat lokasi Istana Plasa. Nah baru deh, ketika sampai di persimpangan Paskal, dan flyover, mulai deh kerasa macetnya. Jalanan yang tadi sepi jadi penuh dengan mobil. Ya banyak banget mobilnya, ditambah dengan motor-motor. Kebanyakan motor yang aku lihat adalah motor matic. Kendaraan itu aku kira-kira semuanya akan pergi berliburan ke Lembang. Bagaimana aku bisa ambil kesimpulan itu? Karena di sepanjang jalan yang aku lihat, mobilnya berplat B semua, hampir semua mobil berplat B yang memenuhi jalan. Nyaris tak ada yang plat D. Kebanyakan plat D dikuasai oleh sepeda motor. Karena macet, sampai di Kampung Gajah sekitar jam 12 siang. Nah ketika sampai di sana, di pagarnya ada banyak patung gajah dan ketika masuk ke dalam ada patung gajah raksasa dengan air mancur.

Setelah sampai di sana, aku lihat-lihat wahana yang ada di sana. Aku lihat memang banyak dan harganya kalau bayar sendiri emang mahal dan nguras dompet. Emang bener ya kalau liburan di luar rumah, dompet kudu tebal. hehehe....Setelah berpikir-pikir akhirnya pergi ke wahana Water Boom. Nah untuk ke Water Boom ternyata pakai kendaraan khusus dan rupanya kalau jalan kaki cukup jauh juga dan bagusnya nih, gratis tumpangannya. Hehehe...setelah sampai dan beli tiketnya, aku liat-liat dulu wahana di sana, dan yah memang gak banyak wahana, hanya ada Kiddy Pool, Wave Pool. Tornado, Octpous Racer dan Moto Golf. Memang tidak terlalu luas juga sih lahanya, jadinya ya gak banyak juga.

Aku baru ingat kalau aku gak bawa celana pendek, yang ada pun celana jeans. Ya sudahlah pada akhirnya aku masuk wahana air pun dengan celana pendek jeans dan kaos. Lengkap deh karena aku lupa gak pakai sunblock. Wahana pertama yang aku dan adikku coba adalah Octopus Racer. Pusing juga karena dibawa muter dulu dalam pipa baru deh meluncur di trak lurus, dan seketika, byuurr....langsung basah deh dalam hitungan beberapa detik seluruh tubuhku. Ahayy....

Nah ini aku dan adikku, Mo pacaran ama
adikku, hadapi dulu kakaknya. Wkakakakk

Nah setelah cukup basah kuyup aku mau naik Tornado. Kali ini aku naik bareng ama ayahku. Berdua saja, walau sebenarnya bisa berempat. Tempat wahananya tinggi sekali, maksudku tinggi dalam arti harafiah yaitu mendaki tangga ke atas. Ketika sampai di sana, lalu aku dan ayahku ambil pelampungnya dan rupanya cukup berat juga untuk dibawa. Kami pun melanjutkan perjalanan lagi naik ke wahananya. Nah setelah sampai di sana, rupanya pertama kali masuk ke terowongan setelah mantap posisinya, lalu diluncurkan masuk ke terowongan. Rupanya ketika aku dalam tornadonya bentuknya seperti corong dan aku merasa terlempar jauh, aku pun berteriak histeris biar gak takut juga. Badanku hampir melayang, ayahku terlihat lucu. Pelampung kami pun bergerak zig-zag sambil turun karena mengalami osilasi (jadi inget pelajaran Fisika nih, tapi tenang gak bakal ngebahas Fisika di sini). Nah kemudian tentu saja meluncur keluar dari corong tersebut. Ketika aku lihat wajah ayahku, aku lihat dia kayak kaget dan lantas beliau bilang gak akan naik lagi  wahan itu. Hahaha...aku pun tertawa karena merasa permainannya biasa saja, walau memang menegangkan karena dibawa bolak-balik seperti bandul dan nyaris aja aku loncat tapi aku ketawa. Oh ya ini ayahku
Nah yang sebelah tuh ayahku habis naik Tornado

Selanjutnya bermain deh di Wave Pool. Kebetulan Wave Pool-nya tiap 15 menit akan memunculkan ombak dan bertepatan itu aku dan adikku langsung terjun dalam arti harafiah menggunakan ban sewaan. Ombaknya sih gak besar, tapi gelombangnya beruntun. Badanku yang ringan kayak tulang besi pun terangkat-angkat ombak walaupun tak berpegangan dengan bannya. Nah mau lihat kayak gimana? Kebetulan ada fotonya nih, tapi entar ya.

Kami sekeluarga bermain sepuasnya di Water Boom sampai sekitar jam 3 sore. Nah setelah cape bermain, kami makan baso ceker. Satu hal yang aku gak suka adalah kenapa harus ada ceker? Memang sih nikmat tapi aku gak bisa makannya mana cekernya banyak lagi jadi ya sudahlah kusruput saja cekernya sebisa aku. Setelah puas makan ceker dan basonya tentunya, Aku langsung ganti baja dan mengeringkan badan. Gak sempet mandi karena pertama aku gak bawa alat mandi dan memang mepet. Setelah semua urusan beres, kami keluar dari Water Boom dan naik mobil lagi kemudian dibawalah ke atas lagi. Nah selanjutnya kami pun mencoba menaiki buggy untuk berkeliling sekitar Kampung Gajah. Buggy cukup besar dan anehnya kecepatannya lambat, tapi ketika lihat buggy orang lain malah cepat. Ayahku yang menyetir lalu aku tanya kok lambat, terus ayahku bilang emang segitu. Ya sudahlah kunikmati saja. Nah inilah fotonya

Duh keluarga bahagia, ayah, ibu, aku dan adikku
naik buggy car dan di foto deh. Say kejuuu...hehehe

Ya liburan kupikir berakhir setelah itu. Sebelum pulang kami foto-foto dulu di monumen gajah. Sebetulnya ada satu hal yang aku kecewakan. Namanya saja Kampung Gajah tapi tak ada seekor pun gajah yang kulihat. Aku pikir bakal ketemu ama gajah ternyata tidak ada. Tapi aku cukup terhibur dengan berfoto di monumen gajah. Say cheese...




Yap berakhirlah semua liburan hari ini di Kampung Gajah dan sebagai penutup, kami meluncur menyusuri jalan dan berakhir di Warung Ampera dan makan di sana sampai puas. Begitulah liburanku kali ini dengan keluargaku yang kucintai yaitu ayah, ibu dan adik perempuanku.

Holiday with Family

Posted by : Unknown
Date :Minggu, 11 Agustus 2013
With 0komentar
Tag :

Just Let It Flow

| Senin, 22 Juli 2013
Baca selengkapnya »
Seorang bijak pernah mengatakan bahwa jika suatu masalah terlalu berat untuk dilawan, cobalah dengan mengikuti arusnya karena sesungguh kau akan tahu langkah selanjutnya. Dalam hidup ini selalu ada bermacam-macam masalah dimulai dari masalah kecil hingga yang besar. Masalah besar pada umumnya dikarenakan masalah-masalah kecil yang dibiarkan menumpuk tanpa tersentuh sama sekali yang pada akhirnya karena sudah overload, tidak mampu menahan bebannya, akhirnya meledak seperti ledakan nuklir yang mengalami overload proton sehingga terjadi fision berantai dan meledak menjadi seperti bom.

Setiap masalah yang dihadapi perlu caranya tersendiri untuk dihadapi. Sangat disarankan untuk masalah-masalah kecil segera diselesaikan sebelum menumpuk. Namun tidak setiap masalah mudah untuk diselesaikan apalagi masalah yang menyangkut pihak lain, karena perspektif tiap orang berbeda. Ingat tentunya dengan tulisanku sebelumnya kalau tiap manusia itu unik berbeda, bahkan untuk wanita dan pria saja berbeda dari susunan otaknya. Terkadang itulah yang menyebabkan konflik panas karena di antara salah satunya tak ada yang mau mengalah.

Manusia adalah mahluk sosial dan memang sudah kodratnya seperti itu. Mungkin kita suka melihat ada yang sepertinya berlagak ansos namun sebetulnya dia juga punya lingkungan tersendiri. Nah dalam lingkungan sosial pasti ada yang namanya konflik antar sesama individu. Konflik itu sebenarnya adalah bagian dari sosialisasi, sebab tanpa konflik takkan ada yang namanya interaksi, namun interaksi sendiri tak perlu dibangun berdasarkan konflik.

Mengatasi konflik sebetulnya ada satu kunci penting yaitu komunikasi dan komunikasi yang bagus adalah komunikasi saat kedua orang tersebut dalam keadaan yang tenang, dengan kepala dingin sehingga dapat memadamkan api konflik. Namun jika salah satu subjek masih panas, sebaiknya komunikasi dihindari terlebih dahulu karena justru akan menyulut masalah kecil menjadi masalah yang lebih besar dan membuat konflik yang akan diselesaikan menjadi lebih kompleks. Untuk beberapa konflik memang perlu untuk dibiarkan dahulu beberapa saat sampai kedua pihak tenang dan tentunya pada kondisi yang terbaik dalam menyelesaikannya.

Jadi saat kau menghadapi masalah dengan temanmu atau siapapun, janganlah terlalu terburu-buru menyelesaikannya, namun lihatlah situasi, biarkan dulu mengalir. Setelah tenang barulah komunikasikan dan masalah setidaknya terselesaikan dengan baik.

Just Let It Flow

Posted by : Unknown
Date :Senin, 22 Juli 2013
With 0komentar

Di Bawah Jembatan Pasupati

| Minggu, 21 Juli 2013
Baca selengkapnya »
Hari itu pukul 16.25 WIB
Sudah sore, langit tampak cerah
Sesekali tertutup oleh awan mukulus nimbus
Aku telah meregangkan otot-otot yang kaku
Mengeluarkan keringat
Menggerakkan tubuhku dengan cepat
Memperkuat otot-ototku

Bersama Tornado aku menyusuri jalan pulang
Sembari mencoba menikmati indahnya senja
Di antara mobil-mobil
Di antara kemacetan
Di antara asap-asap knalpot yang mengepul

Di persimpangan, di perapatan jalan
Di bawah jembatan Pasupati
Sekali lagi ia menjadi saksi bisu terhadap kacaunya bangsa ini
Kulihat seorang bocah
Berumur 10 tahun
Seharusnya ia sedang bermain di Minggu sore bersama temannya
Seharusnya ia sedang menikmati Minggu sore
Namun aku lihat dia mengamen
Dengan dibantu si Kumang ia mengais rejeki
Atraksi si Kumang di tengah keriuhan kendaraan
Kendaraan melaju cepat, tak menghiraukan si Kumang maupun bocah itu

Si bocah memohon belas kasihan
Bajunya kumal dan kulit mukanya berdebu
Topi hitam menutupi kepalanya
Wajahnya yang polos tetap terlihat

Saat ia memohon belas kasihan
Dianggapnya hanya angin lalu saja
Tak kulihat ada yang menanggapinya
Mereka fokus pada lampu merah
Saat lampu hijau menyala
Semua pun berlalu
Meninggalkan bocah kecil itu sendirian
Sendirian dengan perut laparnya
Sendirian dengan si Kumang yang juga kelaparan

Inilah salah satu lagi potret
Potret dari bangsaku
Bangsa yang katanya berbudi luhur
Bangsa yang murah hati
Namun di bawah Jembatan Pasupati
Aku tak melihat itu semua

Adakah semua jargon, stempel maupun ucapan kata orang hanyalah sebatas ucapan saja?
Aku tak tahu
Siapa yang kusalahkan?
Aku juga tak tahu
Hanya 'mereka' yang tahu

Di Bawah Jembatan Pasupati

Posted by : Unknown
Date :Minggu, 21 Juli 2013
With 0komentar
Next Prev
▲Top▲