Newest Post

Blessed to Blessing

| Sabtu, 15 Desember 2012
Baca selengkapnya »
Pernah ngalamin kejadian seperti ini gak? Datang ke sebuah tempat trus ternyata kamu adalah orang yang sedang ditunggu-tunggu oleh orang lain, tapi bukan karena kamu punya hutang atau apa ya, tapi karena memang kamu sedang sangat dibutuhkan dan selama sesaat kamu merasa menjadi seorang 'superhero' yang gak kesiangan karena datang tepat waktu? Aku pernah mengalaminya yaitu hari ini, saat aku menulis ini. Begini ceritanya.

Sabtu sore ini sebenarnya adalah pekan doa sedunia dan ini adalah hari kedua untuk jam doa tersebut. Langit tampak mendung dan kilat bercahaya saling sambar-menyambar sehingga langit malam yang gelap menjadi terang karena cahaya kilaunya, namun hujan belumlah turun. Sambil mengendarai motor aku bersiul-siul dalam hati karena kalo siul beneran juga gak bakal kedengeran soalnya aku ngendarainnya cepet. Lalu setelah sampai di gereja, aku masuk dan kudapati sudah ada beberapa orang di gereja diantaranya adalah ibu-ibu, dan anak remaja. Bapak-bapak ama pemuda-pemudinya pada kemana? Gak tahu tuh. Pemudanya aja sedikit cuman dua orang aja. Ketika aku masuk ke gereja, tanpa ba bi bu lagi, Bu Saul tiba-tiba memintaku untuk menjadi MC. What?? MC?? Dadakan gini? Yakin bu? Tapi beliau begitu yakin sehingga aku tanpa panjang lebar lagi langsung berkata "OK!".

Aku lihat susunan acaranya dan melakukan sedikit 'briefing' dengan  Bu Saul, dan Kak Eka. Sebenarnya sih masih ada keraguan dalam hati aku, tapi pantang bagiku untuk meninggalkan keputusan yang sudah aku ambil. Lalu setelah itu aku didoakan oleh Bu Saul. Grogi juga sih. Sebenarnya ini bukan pertama kalinya aku jadi MC dadakan gitu di gereja, tapi biasanya jadi MC dadakan itu di acara persekutuan remaja atau pemuda, tapi yang ini tuh MC jam doa dimana mayoritas adalah orang tua semua. Dengan bermodal pengalaman aku jadi MC sejak kapan ya kira-kira? Kalau tidak salah ingat sejak kelas 1 SMP, aku maju ke mimbar. Untungnya bukan acara gede dan bukan kebaktian raya juga jadi aku sedikit tenang. Acara pun dimulai.

Ada banyak  hal yang sebenarnya aku salah saat jadi MC tadi tapi aku berpikir jangan berhenti dan terus lanjutkan lagian aku juga berpatok pada pedoman lama yaitu "MC berkuasa!" jadi mau salah atau bener tetap jadi kekuasaan MC. Acaranya boleh berjalan dengan baik dan puji Tuhan aku bisa setidaknya menjadi berkat yang memberkati gereja kecil nan sesak ini dengan menjadi MC walau dadakan gini.

Tuhan suka memakai orang-orangnya dengan cara yang mungkin gak bakal terlintas dalam pikiranku. Dia punya cara tersendiri dan caranya itu pastilah ajaib. Dulu aku ingat waktu masuk tahun 2012, bulan Januari, aku pengen banget jadi berkat buat sekelilingku, dan sekarang cita-citaku terwujud juga walau baru di gereja kecilku, tapi aku senang cita-citaku terwujud. Menjadi berkat yang memberkati orang sekitarku.

Blessed to Blessing

Posted by : Unknown
Date :Sabtu, 15 Desember 2012
With 0komentar
Tag :

Waiting Santa or Jesus Coming (?)

| Kamis, 06 Desember 2012
Baca selengkapnya »





Ini tahun 2012 dan menurut ramalan para tukang tenung dan peramal selebritas katanya bentar lagi tanggal 20 atau 21 Desember 2012 adalah sebuah akhir. Entahlah akhir dari apa? Apakah akhir dari sebuah kalender long count suku Maya (ingat rumour kiamat dari suku Maya), atau akhir dari bumi ini atau akhir apa?

Sekarang juga sudah masuk bulan Desember dan kalian semua pastinya tahu donk kalau udah masuk Desember artinya liburan dan yang paling penting adalah Natal. Semua orang pasti senang. Baik Kristen maupun non-Kristen karena kebanyakan hampir di seluruh belahan dunia membuat acara perayaan Natal dan membuat hari libur khusus untuk Natal. Kita bisa lihat dari awal bulan Desember, segala undangan Natal sudah tersebar dan banyak acara yang terselenggarakan oleh karena Natal. Orang-orang pasti mulai memajang pohon natal. Dimulai dari yang tingginya sekitar 75 cm hingga yang 3 meter bahkan sampai ada yang mecahin rekor segala tentang pohon natal terbesar. Lalu pohon natalnya diberi segala ornamen natal seperti lampu flip flop, hiasan-hiasan merah-hijau dan tentunya yang paling atas di atas pohon natal yaitu si bintang kuning. Lalu dibagian bawah ditaruh beberapa buah kado dan hadiah. Selain itu anak-anak kecil diceritakan dongeng-dongeng natal yang gak bakal jauh-jauh dari tuan baik hati berjenggot putih, bermantel dan berbaju serba merah dengan bulu putih, siapa lagi kalau bukan si tokoh fiksi, Santa Clauss. Karena efek dongeng itu anak-anak kecil jadi berharap supaya mereka dapat hadiah dari Santa Clauss karena konon Santa Clauss suka membawa hadiah buat anak-anak yang baik. Mereka menunggu kehadiran Santa tersebut dan esok paginya mereka dapat hadiah yang mereka pikir dari si baik hati Santa Clauss padahal dari orangtua mereka sendiri.

Yang menjadi perenungan sekarang ini, siapa sih yang kita tunggu untuk benar-benar datang dalam kehidupan kita? Santa Clauss kah, atau Tuhan Yesus? Gak perlulah kita diajarin siapa Tuhan Yesus itu tapi terkadang kita lebih suka menunggu yang 'terlihat' mata daripada yang tidak. Buktinya kita lebih senang menceritakan dongeng tentang Santa Clauss kepada anak-anak kecil ketimbang cerita bagaimana Allah memberikan Anak-Nya untuk manusia (Yoh 3:16). Kita lebih suka hadiah dalam bentuk parcel yang dalam sebulan lenyap ketimbang hadiah dalam bentuk keselamatan yang dari Tuhan yang kekal adanya.

Memang sih gak salah juga menceritakan si tua Santa Clauss, namun ingatlah Natal itu sebenarnya tentang Tuhan Yesus. Hanya Tuhan Yesus dan tidak ada yang lain. Masa yang nyata kalah ama yang fiksi? Gak lucu banget kan? Jadi nantikanlah Tuhan Yesus dengan tekun karena kesudahan dunia semakin dekat daripada menantikan orang tua yang sembunyi-bunyi datang cuman ngasih kotak kado.

Waiting Santa or Jesus Coming (?)

Posted by : Unknown
Date :Kamis, 06 Desember 2012
With 0komentar

Semua 'Kan Berlalu

| Senin, 26 November 2012
Baca selengkapnya »
Apa yang dilihat mata
Apa yang didengar telinga
Apa yang disentuh tangan
Apa yang dirasakan lidah
Apa yang diendus hidung
Semua itu adalah hal yang semu

Segala kenangan
Segala memori
Segala ingatan
Segala kesan
Akan sirna

Pakaian indah dan buruk
Topi yang bundar dan kotak
Baju kebesaran dan kesempitan
Celana panjang dan pendek
Sepaatu mahal dan murah
Akan segera musnah

Gedung-gedung tinggi nan megah
Rumah-rumah kecil nan mungil
Istana-istana mewah nan agung
Menara-menara tingga nan jangkung
Gubuk-gubuk reyot nan kumal
Semuanya akan menjadi rata dengan tanah

Baik orang pandai maupun orang bodoh
Baik orang bijaksana maupun orang dungu
Baik orang tekun maupun orang pemalas
Baik orang baik maupun orang jahat
Baik orang saleh maupun orang bejat
Baik rohaniawan maupun penyesat
Baik presiden maupun rakyat kecil
Baik perampok maupun koruptor
Semuanya akan tinggal menjadi debu

Tak ada yang sejati
Tak ada yang nyata
Tak ada yang kekal
Tak ada yang abadi

Semua akan musnah
Semua akan pergi
Semua akan hancur
Semua akan lapuk

Karena manusia itu fana
Tak abadi
Tak berumur panjang
Tak hidup selamanya
Semuanya sementara

Yang sempurna belumlah nampak
Namun jika yang sempurna telah hadir
Semua yang sementara akan musnah
Namun jika yang kekal telah muncul
Semua yang tak abadi akan sirna

Hanya ada satu yang abadi
Dialah
TUHAN

Semua 'Kan Berlalu

Posted by : Unknown
Date :Senin, 26 November 2012
With 0komentar

Curcolan Bo...

| Senin, 19 November 2012
Baca selengkapnya »


Menjalani sebuah kehidupan saja sudah berat, apalagi sampai menjalani tiga buah kehidupan yang ketiga-tiganya membutuhkan konsentrasi penuh. Sebagai seorang penulis, di sisi lain aku juga sebagai seorang mahasiswa dan juga sebagai seorang petualang yang sangat suka bertualang. Aku sangat menikmati ketiganya walau aku tahu kalau sebenarnya ketiganya bertentangan sama sekali lho.

Coba saja kalian pikirkan, sebagai seorang penulis, aku harus duduk tenang sambil mencari inspirasi untuk menemukan bahan yang akan aku tulis. Tentunya ini membutuhkan konsentrasi yang tidak sedikit lho, walau aku masih pemula juga, tapi aku harus memulainya dengan baik. Di sisi lain, sebagai mahasiswa, ada banyak tugas yang datang membrondongi aku untuk segera diselesaikan dengan segera berdasarkan deadline yang telah ditentukan. Akibatnya beberapa tulisanku hampir dari 100 % hasil pemikiranku dalam alam khayalku ketika aku tuliskan dalam blog maupun notes FB menyusut hingga 10 % bahkan sampai sekarang ini ada draft cerita fantasi yang aku buat dibiarkan mengendap hampir sekitar 2 bulan dan belum beres aku garap hingga hari ini karena aku berpikir untuk membuat cerita fantasi yang sangat berbeda dari cerita-cerita maupun artikel yang pernah aku buat.

Memang sekarang ini aku belajar untuk membagi waktuku agar semua tugas yang aku punya dapat diselesaikan dengan baik sehingga tak ada tugas yang terbengkalai dan salah satunya menentukan prioritas. Prioritasku saat ini adalah kuliah oleh sebab itu tulisanku di blog belum terlalu banyak. Aku pernah bermimpi kalau aku bakal dikenal lewat tulisanku di blog, tapi melihat fakta sekarang aku sedikit ragu. Kenapa aku ragu? Karena kuiahku padat dan hampir menyita seluruh waktuku, tapi temanku pernah berkata untuk tidak pernah melepaskan mimpiku karena Tuhan memeluk mimpi-mimpi itu.

Akankah aku menjadi seorang penulis yang hebat suatu hari nanti ketika aku lulus? Aku belum bisa mengatakan dengan pasti tapi aku yakin kalau aku bisa menjadi seorang penulis suatu hari nanti. Kita lihat saja apa yang terjadi di masa depan, karena masa depan itu misteri dan aku ingin masa depan itu tetaplah kabut yang lebat yang tak dapat ditebak oleh siapapun.

Curcolan Bo...

Posted by : Unknown
Date :Senin, 19 November 2012
With 0komentar
Tag :

Staring To The Stars

| Senin, 05 November 2012
Baca selengkapnya »


Menatap langit malam di Kota Bandung kali ini seperti tak melihat apapun. Kenapa? Karena yang ada hanyalah langit malam yang gelap. Terkadang muncul poernama menemani kesunyian malamku, namun bintang-bintang teman waktuku kecil tak terlihat sama sekali. Mungkin ini karena asap pabrik yang menghalangi sinar bintang yang begitu redup sehingga tak dapat dilihat dengan mata telanjang atau mungkin mungkin bintang-bintang temanku itu sudah menjadi tua sehingga cahayanya sudah tak seterang dahulu saat aku masih bocah.

Aku rindu untuk kembali menatap bintang-bintang di langit malam. Dulu waktu aku kecil kedua orangtuaku pernah berkata padaku kalau punya cita-cita itu harus setinggi bintang di langit. Aku pernah menggantungkan cita-citaku di langit bersama bintang-gemintang, namun karena terlalu tinggi cita-citaku pun terbang tinggi bersama dengan bintang-bintang sehingga kini hanyalah angan-angan. Namun dulu walau cita-cita itu serasa jauh, namun selalu senang ketika aku membayangkannya menjadi seperti apa yang aku impikan.

Kini bintnag-bintang lama tak muncul. Sejak aku masuk ke SMP, sudah jarang aku melihat teman-temanku itu. Aku baru bisa bertemu dengan mereka hanya kalau aku mendaki gunung dan bermalam di gunung. Pernah satu kali ketika aku camping di gunung waktu aku SMP, aku kembali bertemu dengan sahabat lamaku yaitu bintang-bintang dan poernama yang selalu menemaniku dalam kesunyian malam.

Aku suka berimajinasi berbicara pada mereka.
"Halo poernama dan halo para bintang! Apa kabarmu?"
"Kami baik-baik saja"
"Ohya ceritakan donk kalian kemana aja belakang ini. Aku ingin tahu"

Begitulah percakapan imajinasiku bersama poernama dan bintang-bintang di langit malam. Walaupun gelap keadaannya namun aku merasa tenang karena ditemani oleh mereka semua. Kini aku benar-benar seorang diri. Hanya poernama yang menemaniku tanpa bintang-bintang. Suasana langit yang dulu selalu semarak dengan keberadaan mereka kini musnah. Benar-benar sepi. Apakah ini karena asap-asap pabrik, atau asap-asap kendaraan, atau asap gunung berapi atau asap-asap lainnya? tAtaukah mereka semua sudah terlalu tua sehingga tak dapat lagi memancarkan cahayanya? Aku tak tahu apa jawabannya. Akan kutanyakan nanti ketika aku bertemu mereka tentunya dengan imajinasi.

Satu hal yang kuharapkan saat ini adalah aku ingin menatap langit malam. Biarlah tak ada bintang-bintang sahabatku, setidaknya aku dapat mengukir wajah-wajah sahabatku dengan jariku di lembaran langit. Siapa tahu nanti bintang-bintang akan datang memberi sinar pada ukiran-ukiran jemariku. Atau mungkin kan kuukir wajah seorang gadis yang tak kutahu sapa namun wajahnya familiar. Biarlah itu menjadi keangan tersendiri bagiku. Poernama, katakanlah aku merindukan mereka para bintang sahabatku.

Staring To The Stars

Posted by : Unknown
Date :Senin, 05 November 2012
With 0komentar
Tag :

Berani Bermimpi

| Minggu, 04 November 2012
Baca selengkapnya »


Aku suka gak ngerti dengan apa yang orang-orang yang suka bilang begini.
      "Jangan mimpi di siang bolong!"
atau
      "Hari gini masih bermimpi? Cape deh."

Dari kata-kata itu ada dua argumen yang bisa aku ambil pertama, kalau lagi kerja jangan melamun lalu yang kedua adalah takut untuk bermimpi.

Heh? Takut bermimpi? Maksudnya?

Maksudnya mimpi di sini bukanlah soal mimpi bunga tidur, tapi mimpi di sini berbicara soal vision atau tujuan. Beda lho orang yang mimpi (melamun .red) dengan orang yang bervision. Orang yang bermimpi tatapannya kosong kayak sapi lagi melongo trus ompong yang ngeliatin kain putih berkibar, tapi orang yang memiliki vision dia tampak yakin dengan apa yang dipikirkannya, memiliki pandangan yang jelas dan tersenyum optimis.

Percayakah kalian teman-teman, semua yang ada di sekitar kita seperti misalnya handphone, laptop dan motor itu berasal dari sebuah mimpi? Aku gak tahu sih siapa penemu dari ketiga barang itu secara lengkap tapi aku pernah baca artikelnya sekilas kalau ternyata setiap penemu itu pernah bermimpi untuk membuat barang-barang yang kita pakai sekarang. Mereka berandai seandainya dia bisa pergi ke suatu tempat dengan cepat tanpa harus terhalang macet  dan dapat melewati jalanan sempit, atau bermimpi bisa punya telepon tanpa kabel yang bisa dibawa kemanapun sesuka hatinya, atau bisa membawa komputer dalam satu tas gendong atau dijinjing tanpa harus berat-berat bawa CPU, monitor dan keyboard. Aku bisa bayangkan itu kalau para penemu itu pasti setidaknya pasti terlintas pikiran seperti itu. Namun apa yang membuat mereka berbeda dari orang kebanyakan yang hanya bermimpi tapi tak mewujudkannya? Perbedaannya mereka menulisnya, maksudnya mereka mulai menghidupi mimpi itu dimulai dengan membuat proyek-proyek kecil-kecil, menuliskannya, mencatatnya dan mulai melakukan analisa. Bermula dari mimpi yang sederhana bisa menghasilkan hasil yang kita pakai sekarang ini.

Selain itu ketika mereka gagal, mereka tidak menganggapnya sebuah kegagalan. Ketika Paman Thomas Alfa Edison diwawancarai soal penemuannya yang hebat dizamannya yaitu lampu bohlam ketika ditanya soal kegagalannya dia menjawab seperti ini "Bagiku itu bukanlah kegagalan, tapi itu keberhasilan, yaitu aku berhasil menemukan bahan yang tidak cocok untuk membuat lampu bohlam."

Nah jadi teman-teman, sekarang dari pada kita berpangku tangan melamun tak melakukan apa-apa seperti sapi ompong yang ngeliatin bola pingpong, ada baiknya kita bermimpi tapi bukan mimpi siang bolong melainkan memikirkan tujuan hidup ini. Hidup akan terasa lebih bermakna karena ada suatu tujuan yang kita ingin capai dan jangan hanya bermimpi tapi lakukanlah tindakan untuk mencapai mimpimu itu.

Selamat bermimpi para pemimpi!

Berani Bermimpi

Posted by : Unknown
Date :Minggu, 04 November 2012
With 0komentar

Believe and Obey

| Rabu, 31 Oktober 2012
Baca selengkapnya »


Percaya dan taat. Semudah dua kata itu saja kalau mau jadi orang Kristen. Ciyuss? Miapah?! Eh beneran lho. Simple but complex. Masalahnya berani atau engga untuk melakukannya?

Kata-kata ini aku dapat dari seorang hamba Tuhan yang luar biasa yang aku sudah kenal secara langsung yaitu Oom Indra Gunawan. Beliau adalah seorang hamba Tuhan yang melayani suku Sunda melalui lembaga yang dibentuknya yaitu Motekar. Motekar kalau tidak salah aku ingat artinya tuh mandiri. Sasarannya adalah pemuda-pemuda Sunda. Beliau pernah memberikan sebuah kunci hidup yang penting bagiku, yaitu belajar taat dan percaya. Taat dan percaya? As simple as that? Beliau mengatakannya dengan yakin.

Sejak pertemuan yang singkat itu, aku suka memikirkannya. Taat dan percaya. Seperti apa ya kira-kira bentuknya? Hmm, sambil iseng-iseng lihat-lihat blog malam ini, aku temuin sebuah ilustrasi yang menarik. Begini ceritanya.

Seorang pria suatu hari berdoa pada Tuhan : "Tuhan, tolong beri aku kekuatan yang besar sehingga aku bisa membela diriku." Setelah berdoa begitu dia pun tertidur. Dalam tidurnya ia bermimpi bertemu Tuhan lalu Tuhan berkata pada pria itu. : "AnakKu, doamu sudah kukabulkan. Besok pagi doronglah batu yang ada di depan rumahmu."

Keesokan paginya pria itu terbangun dan dia mencoba mengecek apakah ada batu di depan rumahnya seperti apa yang dikatakan Tuhan dalam mimpinya dan rupanya memang ada sebuah batu besar. Lalu dia pun mulai mendorong batu itu seperti kata Tuhan.

Berhari-hari dari pagi hingga sore hari dia berusaha mendorong dan menggeser batu itu tapi tak berhasil hingga suatu hari setelah 90 hari melakukannya dia merasa kecapekan dan dia pun berdoa :"Tuhan aku sudah melakukan perintahMu, aku sudah taat pada perintahMu untuk menggeser batu itu namun batu itu tidak bergeser dan aku bukannya semakin kuat tapi semakin lemah setelah 40 hari. Tuhan tolong beri aku kekuatan."

Seketika malaikat Tuhan datang di hadapan pria itu dan berkata  :"AnakKu."

"Ya Tuhan" jawab pria itu.

"LIhatlah dirimu ke cermin" kata malaikat Tuhan.

Kemudian pria itu melihat ke cermin dan ia kaget karena sudah 90 hari dia tak melihat dirinya di balik cermin. Di cermin itu ia melihat bahwa tubuhnya sudah memiliki otot yang besar-besar laksana binaragawan. Perutnya sudah kencang berbentuk sixpack, dadanya bidang, lengannya kekar dan perkasa, kakinya kuat dan berotot. Lalu ia mencoba membengkokan sendok dan dia dapat melakukannya dengan mudah dengan dua jari saja. Kemudian dia minta ampun.

" Tuhan aku minta ampun karena tak percaya pada perintahMu." kata pria itu.

"AnakKu, percayalah padaKu, bahwa Aku dapat memberikan lebih banyak dari yang kaubutuhkan. Kau minta kekuatan, Aku berikan kamu kekuatan itu yaitu tenaga besar. Namun kau harus taat pada perintahKu untuk mendorong batu, bukan menggesernya. Lihatlah sekarang kau memiliki kekuatan seperti yang kau inginkan. Aku ingin kau belajar taat padaKu dan percaya bahwa apapun yang kau minta kau sudah menerimanya dan taatilah perintahKu karena perintahKu itu untuk kebaikanMu."



Bisa ambil kesimpulan? Taatilah Tuhan sebagai tanda cintamu pada-Nya dan percayalah padaNya sebagai bukti cintamu.

Believe and Obey

Posted by : Unknown
Date :Rabu, 31 Oktober 2012
With 0komentar

Start Yelling

| Senin, 29 Oktober 2012
Baca selengkapnya »


Ehmm....buat yang suka nonton berita pagi atau sore, pasti pada tahu kalau kali ini masalah yang lagi panas adalah masalah upeti.  Bosen sih sebenarnya. Di TV tiap hari udah sering ngeliat yang begituan dan masalahnya gak akan pernah jauh dari para wakil rakyat yang seharusnya merakyat seperti kata Oom Iwan Fals dalam lagunya yang berjudul "Surat Buat Wakil Rakyat". Lagunya sih lagu lama, tapi masih harus dinyanyiin selama para wakil rakyat belum beres. Belum beres gimana? Tuh coba liat aja koran-koran atau gak di tv kalo kali ini berita yang diangkat adalah DPR membuat BUMN seperti "sapi perah". BUMN digunakan sebagai sarana peningkatan kekayaan para anggota dewan. Ya siapa juga coba yang gak sebel dengan kelakuan para wakil rakyat yang ngomongnya "pro rakyat" tapi tindakannya malah kayak preman. Gak beda jauh ama preman pasar tapi bedanya kalo yang di pasar pakaiannya gak beraturan, kalo yang di gedung DPR pake jas rapi dan klimis.

Aku tahu gak semua wakil rakyat kayak begitu, tapi dengan apa yang diberitakan media, dan pengaruh lingkungan bukan suatu hal yang mustahil kalau wakil rakyat yang awalnya bersih jadi kotor juga gara-gara "tikus-tikus kantor" kata Oom Iwan Fals juga. Mau bukti? Ada tuh contohnya kayak Angelina Sondakh yang di iklan pernah ngomong "Katakan Tidak pada korupsi" sekarang malah jadi "Katakan Tidak Masalah untuk Korupsi". Ya mungkin itu salah satu contoh aja tapi bisalah dilihat kalo orang dewan udah lihat duit pasti ijo semua. Udah gak peduli apa-apa lagi. Mau uang rakyat atau bukan, dibabat aja habis. Kasian kan rakyat yang rajin bayar pajak apalagi rakyat kecil yang berharap pada wakil rakyat dan juga bayar pajak dengan telaten.

Aku sih gak bakal bosen buat berteriak wong para wakil rakyat aja pada gak bosen berlaku kayak tikus seperti kata Oom Iwan Fals. Jadi selama rakyat belum sejahtera, aku gak bakal bosen deh nulis tentang keburukkan para wakil rakyat dan kejelekkannya. tapi bukan artinya aku juga bakal gak liat niat baiknya, cuman gimana ya, niat baik para wakil rakyat itu biasanya ada udang dibalik batu. Selalu ada tujuan terselubung jadi susah ngebedain antara niat yang benar-benar baik ama niat lainnya.

Cuman sekadar ngingetin nih buat teman-teman, emang jadi wakil rakyat itu gak gampang. Banyak tuntutannya, tapi jangan ampe klo suatu hari nanti jadi wakil rakyat, lupa  diri. Inget dari mana kamu berasal. Kamu berasal dari rakyat jadi kembalikanlah kepada rakyat apa yang menjadi haknya

Start Yelling

Posted by : Unknown
Date :Senin, 29 Oktober 2012
With 1 komentar:
Next Prev
▲Top▲